Herring

Herring

Herring

Ikan yang masuk ke dalam genus Clupea ini memiliki ciri warna cerah keperakan. Ikan Herring ini merupakan makanan utama bagi ikan-ikan predator laut. Penyebaran ikan ini di perairan samudera Pasifik Utara dan samudera Atlantik Utara termasuk Laut Baltik. Kalau dilihat sekilas ikan Herring ini mirip dengan ikan bandeng namun memiliki tubuh yang lebih pendek. Keberadaan ikan Herring di laut menjadi indikator adanya ikan besar yang menjadi target para pemancing.

Terdapat dua spesies ikan herring yaitu, ikan herring atlantik (Clupea harengus) dan ikan herring pasifik (Clupea pallasii). Ikan herring kecil memakan fitoplankton sebagai makanan utamanya, akan tetapi ketika sudah mulai beranjak dewasa mereka mulai memakan organisme yang lebih besar, seperti zooplankton, crustacea, dan hewan renik lainnya. Pada siang hari ikan herring lebih banyak menghabiskan waktunya di perairan dalam, sedangkan untuk mencari makan dipermukaan dilakukan pada malam hari pada saat keadaan aman dari ikan-ikan predator.

Di perairan tengah dan dalam ikan ini hidup berkelompok dalam jumlah yang tidak sedikit dan mereka berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lain juga secara bersama. Dalam menghindari dari serangan ikan predator, ikan herring ini juga tetap bersama-sama tanpa meninggalkan kelompok. Cara makan ikan herring ini terbilang cukup unik, karena mereka berenang bersama-sama dengan mulut terbuka dan menggunakan insang mereka untuk menyaring kandungan plankton yang ada di dalam air.

Jika anda melihat kemunculan ikan herring di perairan dalam hampir bisa dipastikan disana terdapat banyak ikan besar seperti ikan tuna, salmon, hiu dan paus yang dekat dengan kawanan itu karena ikan herring adalah salah satu makanan ikan predator di laut. Para nelayan memanfaatkan ikan herring ini sebagai umpan untuk memancing ikan tuna dengan cara dipotong-potong dagingnya. Pemancingan dasar atau casting dapat juga menggunakan ikan ini sebagai umpan, tapi di Indonesia hal ini amat jarang dilakukan.

Warna ikan herring yang terang dan mengkilap oleh sebagian pemancing digunakan sebagai acuan atau dasar untuk membuat umpan buatan seperti jig ataupun popper. Warna cerah yang dihasilkan itu diyakini oleh para pemancing dapat menjadi pilihan untuk menarik perhatian ikan-ikan target untuk memakannya. Bukan hanya ikan-ikan besar yang menjadi predator ikan herring akan tetapi manusia juga turut andil dalam perburuan ikan herring.

Ikan herring merupakan ikan konsumsi juga di berbagai negara. Dengan hasil produksinya yang banyak dan melimpah, ikan ini dijadikan berbagai makanan dengan rasa dan berbagai metode masakan. Di Jepang ikan ini dikenal sebagai bahan makanan sashimi yang bisa dimakan mentah dengan saus dan sake yang nikmat. Di negara lain yang beriklim dingin ikan herring dijadikan acar yang dapat disimpan sebagai cadangan makanan yang awet selama berbulan-bulan.

Bagi orang Jepang zaman dahulu, keberadaan ikan herring ini merupakan pertanda bahwa akan terjadi gempa dinegeri sakura tersebut. Mereka meyakini bahwa ikan herring tersebut membawa pesan dari Istana Dewa Laut, untuk memperingati orang jepang bahwa akan ada gempa yang akan melanda disana. Negara Jepang memang merupakan salah satu negara yang sangat rentan dengan gempa bumi. Teori-teori ilmiah juga menyebutkan bahwa ikan perairan laut dalam ini sangat sensitif terhadap pergerakan-pergerakan di jalur patahan seismik. Namun, para pakar tetap lebih mempercayai teknologi tinggi untuk memonitor piringan tektonik di bawah permukaan laut.

Sedangkan menurut orang Jepang yang memiliki pemikiran berbeda mengatakan tidak ada hubungan ilmiah antara kehadiran ikan herring yang munculĀ  dipermukaan laut Jepang dengan gempa yang akan terjadi. Mereka menganggap semuanya itu hanya tahayul. (Berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>