Sturgeon

Sturgeon

Sturgeon

Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies dalam famili Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus, dan Pseudoscaphirhynchus. Sturgeon adalah famili ikan bertulang tertua yang masih hidup, mereka hewan asli sungai, danau, dan pantai di subtropis, iklim sedang, dan subarktik sepanjang Eurasia dan Amerika Utara. Mereka memiliki tubuh yang panjang dengan sisik yang sangat sedikit dan ukuran yang lumayan besar. Range ukuran sturgeon dari 2 – 3,5 m panjangnya dan beberapa spesies dapat tumbuh hingga 5,5 m. Kebanyakan sturgeon adalah anadromous, bertelur di arus sekitar delta sungai dan estuari. Sementara spesies yang sepenuhnya berada di air tawar, jarang sekali mengunjungi lautan terbuka dan area pantai.

Beberapa spesies sturgeon dipanen untuk telurnya, yang dipakai untuk membuat kaviar, makanan mewah yang sangat berharga untuk dijadikan subjek penangkaran ikan. Karena mereka sangat lambat dalam berkembang dan menjadi dewasa, mereka sangat rentan terhadap eksploitasi dan ancaman lainnya, termasuk polusi dan fragmentasi habitat. Kebanyakan spesies dinyatakan berstatus rentan, terancam, atau kritis.

Ikan sturgeon mendiami daerah subtropik yang bersuhu sedang maupun dingin. Ikan ini mampu tumbuh dengan baik pada perairan dengan suhu rendah dan dingin di daerah subtropis dan kutub. Ikan sturgeon dapat tumbuh mulai ukuran 2 – 3,5 m dengan pertumbuhan maksimal yakni mencapai 5,5 m. Dengan bobot sebesar itu, ikan sturgeon merupakan pemangsa terbesar di perairan tawar.

Meski ikan sturgeon berukuran besar, namun ikan ini bukanlah merupakan ikan predator. Makanan ikan sturgeon berupa kerang-kerang kecil, udang-udang didasar kali dan berbagai macam telur ikan yang berada di dasar perairan. Ikan sturgeon merupakan pemangsa dasar atau bottom feeder. Mulutnya bentuknya lunak dan tidak bergigi sehingga ia mencari makan dengan mengaduk-aduk dasar perairan dengan mulutnya dan memangsa makanan yang terdapat di perairan keruh itu dengan menghisapnya. Ikan sturgeon mungkin hampir sama dengan ikan pembersih kaca yang ada di Indonesia. Dengan cara makan yang cukup kuno tersebut ikan sturgeon hidup sangat bergantung dengan kondisi dan kualitas air. Jika dasar perairan mengandung banyak makanan, maka perkembangannya bisa menjadi maksimal.

Sebagai salah satu ikan raksasa yang pernah ada, ikan sturgeon dapat tumbuh hingga puluhan tahun, tercatat terdapat ikan ini yang mampu mencapai umur 100 th. Dengan masa hidup yang lama, pertumbuhan ikan sturgeon juga cukup lambat termasuk masa reproduksi dan perkembangbiakannya. Sehingga sangat rentan terhadap kepunahan dan penangkapan ikan yang kurang bertanggungjawab.

Karakteristik fisik
Bersama dengan anggota Chondrostei lainnya, sturgeon memiliki kartilago, sedikit sekali memiliki ciri-ciri vertebrata, dan diselimuti oleh lapisan bertulang yang disebut scute, bukan sisik. Mereka juga memiliki empat helai “kumis” yang muncul di mulut mereka yang tanpa gigi, umumnya digerakkan sepanjang dasar sungai untuk mendeteksi keberadaan mangsa. Sturgeon dapat dikenali dengan tubuhnya yang panjang, rostra yang rata, scute yang unik, dan kumsinya.

Mereka hidup di area bentik, mengaduk dasar perairan dengan mulutnya, dan menggunakan kumisnya untuk mendeteksi keberadaan kerang, crustacea, dan ikan kecil yang merupakan mangsa mereka. Mereka tidak memiliki gigi, mereka tidak mempu mengunyah mangsa. Namun spesies yang besar mampu menelan mangsa yang sangat besar, bahkan seluruh bagian tubuh salmon dan bayi anjing laut.

Di antara ikan terbesar dari Sturgeon adalah beluga (Huso huso) di Laut Kaspia, dilaporkan mampu tumbuh hingga 5,5 m dengan massa 2000 kg, sementara kaluga (Huso dauricus) dari sungai Amur memiliki panjang yang sama dengan massa 1000 kg. Mereka diperkirakan merupakan ikan yang memiliki usia tertua, beberapa mencapai usia kematangan seksual di usia 20 tahun dan mampu hidup hingga usia 100 tahun. Kombinasi dari lambatnya perkembangan hidup dan rata-rata reproduktif dan harga yang tinggi bagi sturgeon betina dewasa yang mampu bertelur membuat sturgeon sangat rentan terhadap overfishing.

Telur Caviar (Telur Termahal dan Terlezat)
Kalau anda mungkin termasuk orang yang cukup kaya untuk makan malam di sebuah restaurant tentunya anda mengenal makanan yang satu ini yaitu telur kaviar yang merupakan telur ikan sturgeon, sebuah makanan yang sangat mewah dengan harga yang bisa mencapai ratusan dollar per porsinya. Dengan harga yang sangat mahal, telur surgeon dicari oleh banyak orang untuk dijadikan makanan. Ikan sturgeon menjadi ikan favorit bagi banyak pemancing terutama di Eropa untuk diambil dagingnya sekaligus diambil telurnya.

Pemanfaatan telur caviar sebagai makanan khas dan bergengsi menjadi masalah tersendiri bagi ikan sturgeon karena pertumbuhannya yang lambat ikan ini sekarang termasuk ikan langka yang susah ditemukan. Di beberapa negara maju penangkapandan pemancingan ikan sturgeon sudah diatur dengan undang-undang perikanan dengan aturan yang amat ketat, bahkan beberapa negara melarang penangkapan ikan sturgeon untuk keperluan konsumsi. Pemanfaatan telur kaviar sebagai bahan masakan sangat menggangu perkembangbiakan ikan ini. Karena telur yang sebenarnya dipakai untuk berkembangbiak akhirnya malah dijadikan pemuas nafsu makan sebagian orang yang kaya. Semoga perlindungan ikan sturgeon semakin hari semakin diperhatikan guna menghindari ikan sturgeon dari kepunahan.

One thought on “Sturgeon

  1. ketut widiada

    apakah mungkin ikan tersebut bisa terdapat di danau buyan buleleng bali. awal september 2012 saya sempat melihat benda aneh di danau buyan pagi pagi masih agak gelap, permukaan air danau udah kelihatan. tiba tiba muncul ditengah tengah danau benda panjang berwarna hitam bergerak menuju danau sebelahnya yaitu danau tamblingan . kamera saya tidak bisa menangkap gambar apakah itu buaya atau ikan panjanya kira kira sekitar dua kali panjang perahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>