Candiru

Kalau di Indonesia, anda boleh kencing di sembarang sungai kecuali sungai-sungai milik masyarakat adat di pedalaman. Tapi kalau anda masih sayang nyawa, jangan melakukannya di Sungai Amazon dan Oranoco, Brazil, yang merupakan habitat ikan Candiru atau Canero. Terdapat 3 spesies candiru: candiru berukuran jari dan candiru berukuran tusuk gigi yang biasanya makan dengan cara memasuki ikan yang lebih besar, candiru paus (whale candiru) merupakan pemakan bangkai yang lebih memilih untuk makan dari ikan yang sudah mati.

Candirú atau canero (Vandellia cirrhosa) adalah sejenis ikan air tawar yang sekelompok dengan ikan lele. Jenis ini ditemukan di Sungai Amazon dan memiliki reputasi di antara penduduk lokal sebagai ikan paling ditakuti, bahkan lebih dari piranha. Spesies ini berukuran hanya sekitar satu inci panjangnya, berbentuk seperti belut dan tembus pandang sehingga sulit dilihat di air. Candiru adalah sejenis parasit. Ia masuk ke celah-celah insang ikan lain, mengeluarkan tulang belakangnya agar dapat berpegang di tempat, dan meminum darah di insang, sehingga dijuluki “ikan vampir dari Brazil”.

Ikan ini ditakuti karena ia tertarik pada air seni atau darah, dan bila seseorang berenang telanjang ia akan masuk ke celah anus atau vagina, atau bahkan bila ikannya kecil ke lubang penis–dan mungkin ke dalam urethra. Bila ini terjadi ikan candirú sangat sulit diambil kembali kecuali lewat operasi. Karena ikan ini menemukan mangsanya dengan mengikuti aliran air dari insang ke sumbernya, kencing sambil berenang meningkatkan kemungkinan candirú masuk ke urethra manusia.

Cara untuk membunuh ikan ini adalah dengan pengobatan tradisional, dengan air dari dua tanaman : Xagua dan apel Buitach yang dimasukkan ke daerah yang terkena. kedua tanaman ini akan melarutkan ikan tersebut. Dapat juga melalui operasi, tetapi operasi membutuhkan biaya dan waktu Lebih sering, infeksi menyebabkan shock dan kematian korban sebelum candiru dapat diambil.

Ikan ini dapat ditemukan di sungai amazon dan sungai Oranoco, ikan ini memiliki reputasi sebagai ikan yang paling ditakuti oleh penduduk lokal, ikan ini lebih di takuti daripada ikan piranha. Ikan ini hanya dapat berkembang sampai seukuran 1 sampai 2 inci dan lebar 4 sampai 6 milimeter, memiliki bentuk seperti seekor belut dan hampir transparan, membuatnya hampir mustahil untuk dilihat di dalam air. Ikan yang cepat, perenang yang kuat, lembut dan licin, dengan gigi yang tajam.

Para ahli percaya candiru tidak benar-benar mengincar alat kelamin manusia. Ia hanya tertarik pada nitrogen yg berasal dari urine yg dikeluarkan manusia sehingga salah menyangkanya sebagai insang ikan korbannya. Para ahli juga percaya ikan ini kemungkinan besar tidak akan menyerang manusia yang sedang buang air kecil bila air seninya hanya murni mengandung air & tidak mengandung urea atau bahan-bahan lain yang mengandung nitrogen. Sejauh ini satu-satunya upaya paling aman untuk menghindari ikan ini adalah tidak melakukan aktivitas buang air atau membasuh diri di sungai-sungai tempatnya tinggal. Belakangan ini sedang dikembangkan usaha-usaha untuk membuat sungai itu tetap bisa dipakai namun aman dari serangan ikan tersebut.

(berbagai sumber)

.