Elephant Nose fish

Peters’elephantnosefish (Gnathonemus petersii / Mormyrus petersii) adalah ikan asli dari Afrika tengah dan barat terutama sungai Niger, Kongo, Ogun dan Chari. Dia berwarna coklat gelap hingga kehitaman, ukuran tubuh sekitar 23-25 cm, dan mempunyai sirip punggung dan anal yang sama panjang. Selain itu, keistemewaan ikan ini adalah organ menyerupai belalai (Gajah) yang terletak di kepalanya. Ikan ini hidup pada air dengan kondisi pH 6 – 7,5 dan suhu 22 – 280C. Peters’elephantnosefish merupakan ikan nocturnal (malam), selain itu ikan ini memiliki mulut yang memanjang dan sangat sensitif. Selain itu, Peters’elephantnosefish mempunyai rasio ukuran otak : Sekitar 70% kemampuan otak digunakan untuk menghasilkan signal listrik, oleh karena penggunaan kemampuan otak yang sangat besar, ikan ini dikatakan sebagai ikan tercerdas di dunia. tubuh yang lebih besar dibanding manusia.

Menurut Masashi Kawasaki, sejumlah kecil listrik dihasilkan oleh organ khusus di ekornya. Signal listrik yang dihasilkan selalu berubah sesuai dengan kondisi ikan atau lingkungan. Sinyal listrik dihasilkan untuk mendeteksi makanan dan beberapa makanan yang disukainya adalah cacing darah dan invertebrata air seperti larva nyamuk. Ikan jantan memiliki belalai yang lebih panjang dibanding betina, sedangkan teknik breedingnya masih belum bisa dilakukan di aquarium. Peters’elephantnoses memiliki penglihatan yang buruk sehingga sinyal listrik berpengaruh besar dalam hal ini. Sinyal listrik yang dihasilkan sangat kecil sehingga tidak akan menyakiti ikan lain dalam kominitasnya.

Di USA dan Jerman, Elephantnoses fish digunakan untuk mendekteksi kualitas air minum, jika signal listrik meningkat menandakan kualitas air menurun. saat kualitas air memburuk, maka Elephantnose lebih banyak mengeluarkan sinyal listrik untuk mendeteksi makanan atau kelompoknya. Sinyal listrik juga dapat dihubungkan pada amplifier sehingga sonar yang dihasilkan ikan saat birahi akan dapat di ubah menjadi suara. Elephant nosed fish (Gnathonemus petersi) famili Mormyridae berasal dari danau dan rawa-rawa Kamerun, Kongo serta Zaire, di Afrika. Masuk ke Indonesia sekitar tahun 1978 dan populer dengan nama “Ikan Gajahan”, karena mulutnya yang panjang menyerupai belalai gajah.

Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Osteoglossiformes
Family: Mormyridae
Genus: Gnathonemus
Species: G. petersii
Binomial name
Gnathonemus petersii
(Günther, 1862)

Pada malam hari ikan ini gesit. Namun siangnya ia lebih suka bermalas – malasan. Mungkin ini disebabkan oleh indera penglihatannya yang peka terhadap cahaya. Si Gajah pemalas ini ternyata bukan tergolong ikan penakut karena ia punya senjata andalan. Jika ada musuh mendekat, menyerang atau menyentuhnya hingga membuatnya kaget, dengan segera ia akan mengeluarkan arus listrik dari tubuhnya. Arus listrik itu terpancar dari bagian belakang tubuhnya yang berwarna putih, tapi tidak berbahaya bagi manusia, karena voltasenya kecil.

Ikan gajahan pantang dipelihara hanya dua ekor dalam satu akuarium. Sebab bila hanya dua ekor ikan jenis ini dalam satu tempat, mereka akan sering berkelahi. Untuk menghindarinya sebaiknya dipelihara lebih dari 2 ekor, minimal enam ekor ikan gajahan dalam satu akuarium, agar tidak terjadi perkelahian. Sebaiknya di dalam akuarium dipasang bonggol kayu atau aksesories lain sebagai pemisah, sehingga masing – masing ikan punya daerah kekuasaan sendiri – sendiri. Namun ikan yang terkenal galak terhadap sesamanya ini ternyata justru peramah terhadap jenis ikan lain. Ikan – ikan yang pantas dipadukan dengannya adalah yang berwarna cemerlang, agar tubuh ikan gajahan yang hitam itu diimbangi oleh variasi warna lain. Lebih baik lagi kalau ikan itu senang berenang di tengah dan dibagian atas akuarium. Karena si gajah ini sukanya hanya di dasar akuarium.

Perawatannya
Ikan gajahan termasuk tahan banting. Asalkan air akuarium tetap dijaga pada pH sekitar 6 – 7 dan bersuhu 24 derajat Celcius. Dengan pH dan suhu itu air akuarium tahan selama berbulan – bulan tanpa pergantian. Air yang digunakan bisa dari sumur atau PAM asalkan telah diendapkan selama minimal sehari semalam.

Makanan
Pakan alami berupa cacing atau jentik nyamuk yang paling disukai si gajahan ini. Pakan buatan berupa bubuk kering, selain tidak disukai juga akan lebih cepat mengotori air akuarium.

Karena sangat peka terhadap cahaya, ikan bermulut belalai ini, pantang terkena sinar matahari langsung. Lebih baik kalu ia diberi sinar lampu yang dipancarkan ke akuarium. Selain itu, kalau akuarium terlalu banyak terkena sinar matahari, pertumbuhan ganggang akan terpacu, akibatnya akuarium akan terlalu cepat kotor. Ikan gajahan ini ada yang berbelali tunggal dan ada pula yang ganda (Gnathonemus elephas), harganya lebih mahal dari pada yang tunggal.