Giant Travelly (GT)

Nama Lain : Masidung, Kuwe Gerong, White Ulua (Hawaii)
Jenis : Caranx Iqnobilis
Ukuran : 10-95 Kg
Rekor Dunia : 130 Pounds
Karakter : Sangat hebat dipancing dengan piranti ringan sampai menengah, bahkan pada piranti besar sekalipun untuk ikan yang lebih besar. Bisa mencapai satu jam atau lebih pertarungan dengan piranti kelas menengah untuk ukuran rata-rata ikan. Piranti menengah dan besar sangat dianjurkan untuk pemancing pemula.

Giant Travelly (GT) atau juga disebut dengan kuwe gerong salah satu ikan petarung yang bandel, Species ini gemar bersembunyi ke balik karang untuk memutuskan tali pancing. Seperti predator lainnya, Giant Travelly sangat powerfull , ikan ini memiliki stamina luar biasa untuk bertarung dalam jangka waktu yang lama, dan mampu berenang sangat cepat untuk waktu yang lama, dan mampu berenang sangat cepat untuk melepaskan diri dari pancing.

Berburu Giant Travelly yang penuh dengan petualangan seru merupakan salah satu kegiatan mancing yang belakangan ini sangat populer. Sekali seorang merasakan adrenalin teraduk-aduk dan jantungnya berdegup kencang melihat dahsyatnya serbuan GT memburu umpan popper di permukaan, nicaya ia akan selalu ketagihan untuk bertarung satu lawan satu, tanpa peduli energinya selalu terkuras pada setiap pertarungan dengan ikan mengagumkan ini.

Caranx ignobilis (Forskal 1775) atau Giant Trevally alias kuwe gerong atau bobara merupakan species ikan penghuni laut dangkal yang bisa ditemukan sepanjang tahun. Itu sebabnya, anda tidak harus ke tengah laut untuk mencari GT, tapi cukup di sekitar perairan dangkal di wilayah-wilayah yang terlindung dari kegiatan manusia, di mana terdapat banyak karang dan arusnya cukup deras. Di laut dangkal sedalam lima meter atau di kedalaman sampai 100 meter kita memang bisa menemukan ikan monster yang bobotnya bisa mencapai 80 kg ini.

Terdapat banyak lokasi mancing di Indonesia yang populer di kalangan pemburu GT kelas dunia, di antaranya :

  • Nusa Penida-Bali
  • Lombok
  • Kepulauan Komodo
  • Alor dan Rote di NTT
  • Gugusan Atol Takabakang-Sulawesi Selatan

Pemancing modern memakai teknik casting dengan umpan popper berbahan kayu, alumunium, dan polybalsa untuk berburu GT. Teknik mancing dengan umpan popper yang dikenal juga sebagai teknik popping ini berasal dari Austalia, namun justru berkembang sangat pesat di Jepang. Di Indonesia, teknik popping mulai dikembangkan oleh Adhek Amerta dari Bali sejak 10 tahun lalu. Dalam beberapa tahun terakhir jumlah peminatnya bertambah dengan cepat sehingga kini popper pun sudah mudah ditemukan di toko-toko pancing di tanah air.

(berbagai sumber)

.

1 Response

  1. iker says:

    Dagingnya enak ndak ya?