Glaucus Biru

Salah satu hewan paling unik yang belum diketahui banyak orang adalah siput samudra biru (blue ocean slug, Glaucus atlanticus). Ada sejumlah hal yang menyebabkan kenapa hewan yang masih termasuk sebagai anggota ordo Nudibrachia (siput laut tak bercangkang) ini bisa dikatakan unik. Hal pertama jelas bisa dilihat dari bentuknya yang tidak biasa. Hewan yang rata-rata berukuran antara 5-8 cm ini memiliki bentuk yang jika dilihat bisa dibilang mirip kadal berkaki enam. Bentuknya yang unik juga yang membuat hewan ini sempat dikira sebagai serangga laut & bahkan fase larva dari suatu spesies.

Species aneh yang berenang terbalik Glaucus Biru biasanya dikenal sebagai sejenis siput laut, ini sejenis type siput aneh, mempunyai sebutan juga siput aeolid pelagis, berasal dari bangsa gastropoda moluska dan keluarga glaucidae. Tersebar di lautan terutama di perairan beriklim tengah serta tropis. Paling banyak ditemukan dibawah pantai timur serta selatan Afrika selatan, Perairan eropa, pantai timur australia serta mozambik. spesies ini mengapung terbalik di permukaan laut.

Ukuran khas spesies ini yaitu pada 5 serta 8 inci panjang keseluruhan. panjang maksimum yang tercatat yaitu 40 cm. Memiliki warna perak di bagian belakang serta biru gelap serta terang sisi perut. Dia mempunyai garis-garis biru tua di pinggir kakinya. Ia mempunyai tubuh meruncing yang diratakan serta mempunyai enam cabang lampiran yang di cahaya cerata. Mereka mengapung karena aadnya bantuan kantong diisi gas di perut, Glaucus biru mengapung di permukaan. Letak kantung gas ada di perut sehingga membuat spesies ini bisa  mengapung terbalik.

Hal paling menarik sekaligus mencengangkan adalah jika kita menelusuri perilaku makan dari siput samudra biru. Siput samudra biru adalah hewan karnivora yang hidup dengan memakan hewan-hewan hydrozoa (ubur-ubur & kerabatnya) yang beracun. Salah satu hewan yang menjadi mangsa dari siput samudra biru adalah ubur-ubur raksasa kapal perang Portugis (Portuguese man-o-war) yang panjang tentakelnya bisa mencapai 13 m! Untuk makan, siput samudra biru memakai semacam gigi kecil yang membantunya berpegangan & kemudian merobek bagian tubuh mangsanya. Siput samudra biru juga diketahui memiliki sikap kanibalisme alias saling makan antar sesama spesiesnya.

Fakta lain yang menarik yaitu bahwa glaucus biru yaitu hermafrodit serta bertelur. Umumnya keong siput laut yaitu hermafrodit yang memproduksi telur sesudah kawin sudah berlangsung. Glaucus biru condong menyimpan telur di kayu apung hal ini untuk mencegah dari para pemangsanya. Mereka bertelur pada benda mengambang atau hewan untuk melindungi anak-anak mereka sampai mereka berkembang hingga mampu mengapung sendiri.