Hiu Basking (Hiu Penjemur)

Hiu Basking (Cetorhinus maximus) atau disebut juga Hiu Penjemur adalah ikan terbesar kedua setelah hiu paus. Spesies ini merupakan spesies kosmopolitan – spesies ini dapat ditemui di samudra hangat di seluruh dunia. Hiu ini bergerak lambat dan tidak berbahaya. Seperti hiu lainnya, hiu ini terancam punah.

Hiu ini disebut hiu penjemur karena paling sering diamati ketika makan di permukaan dan tampak berjemur dalam air hangat. Adalah seorang Gunnerus yang pertama kali mendeskripsikan dan memberi nama spesis tersebut ketika ditemukan di Norwegia pada tahun 1765 ketika hewan tersebut diberi nama Squalus maximus.

Sebelum disahkan namanya Cetorhinus maximus dan Squalus maximus, beberapa ahli lain juga sempat memberikan nama. Tercatat ada delapan kali hiu tersebut berganti nama ilmiah dengan sembilan ahli yang telah memberi nama. Namun akhirnya, diputuskanlah nama ilmiah untuk Basking Shark sebagai Cetorhinus maximus, karena nama tersebut adalah yang paling tepat untuk mendekskripsikan Basking Shark. Dimana cetos berarti monster lautan atau paus, sedangkan rhinos yang berarti hidung. Maximus berarti raksasa atau besar. Dan kesemua kata tersebut berasal dari bahasa Yunani.

Hiu basking bergerak lambat dan umumnya tidak berbahaya, hiu basking  termasuk filter feeder yang memiliki adaptasi anatomi untuk menyaring makanannya seperti plankton, dengan memperbesar mulut sambil menegembangkan rahang/ tulang saring insang.

Selain rahangnya yang mampu melebar, ciri-ciri khas lainnya dari Basking Shark ialah, insangnya yang hampir sepanjang kepalanya. Sirip ekor yang membentuk menyerupai bulan sabit menjadikan pembeda dari semua spesies yang ada. Demikian juga moncongnya yang berbentuk kerucut dan berukuran besar.

Panjang hiu basking berkisar 12,27 meter (40,3 kaki), dan dengan berat antara 19 ton (17 t). Sekalipun memiliki panjang yang lebih dari 12 meter, hiu tersebut berenang pelan ketika didekat permukaan air. Hiu basking tersebar di seluruh dunia. Hiu basking lebih suka berada pada suhu 8-14,5 ° C (46-58 ° F)

Berbeda dengan beberapa spesies hiu lainnya, ketika berenang, Basking Shark menggerakkan tubuhnya dari sisi ke sisi (tidak mengadalkan gerakkan ekor saja seperti beberapa spesies hiu lainnya). Hiu basking cenderung berenang lambat sekitar 2 knot (3,7 km / jam; 2.3 mph). Mereka tidak berbahaya bagi manusia jika berada didekatnya.

Meskipun hiu basking besar dan lambat ia dapat melompat membawa seluruh tubuhnya keluar dari air. Perilaku ini bisa menjadi upaya untuk mengusir parasit. Hiu Basking adalah hewan sosial biasanya dalam jumlah kecil (3 atau 4).

Ancaman predator bagi hiu basking ialah paus orca dan hiu putih, hiu putih telah dilaporkan telah mengais di sisa-sisa bangkai hiu basking. Pengamat telah lama menduga bahwa paus pembunuh, juga dikenal sebagai predatornya.

Hiu basking adalah pasif feeder filter penyaring zooplankton, ikan kecil dan invertebrata dan mampu megumpulkan makanan dengan singkat hingga 2.000 ton (1.800 t) dalam air per jam. Mereka makan di dekat permukaan dengan mulut mereka tulang saring insang terbuka lebar dan tegak.

Hiu basking telah lama menjadi kebutuhan komersial penting ikan terutama di Jepang, sebagai sumber makanan, sirip hiu, pakan ternak, dan minyak hati ikan hiu. Eksploitasi berlebihan ini telah mengurangi populasi hiu basking.

(Berbagai Sumber)