Hot Sangat Penting Bagi Pejantan Belut Lamprey

Bagi pejantan belut lamprey laut, spesies ikan laut yang tak punya rahang, menjadi hot sangat penting untuk menarik betina. Hot tersebut dalam arti sebenarnya, yakni punya suhu yang cukup hangat untuk ditawarkan kepada betina.

Biolog dari Michigan State University menemukan sel lemak di bagian sirip depan lamprey laut yang menghangat ketika ada betina mendekat. Sel-sel lemak itu menjadi jaringan penghasil panas bagi hewan berdarah dingin macam lamprey laut.

“Pada beruang, saat mereka mulai bangkit dari hibernasi, jenis jaringan lemak coklat membantu aktif. Ikan ini juga punya sel-sel lemak penghasil panas. Ini di luar dugaan,” kata Yu-Wen Chung-Davidson dari Michigan State University.

Upaya menghasilkan panas sebenarnya menguras energi. Namun, lamprey laut mati sekali bertelur. Jadi, ada gunanya berinvestasi besar untuk mendapatkan pasangan. Demikian dikatakan Chung-Davidson seperti diberitakan Livescience, Senin (1/7/2013).

Peran panas dalam perkawinan lamprey laut belum diketahui dengan pasti. Namun, diketahui bahwa suhu bisa meningkat hingga 0,3 derajat Celsius, tergantung betina yang datang. Semakin menarik betina, suhu yang ditawarkan makin tinggi.

Panas tak mampu dihantarkan di dalam air pada jarak jauh. Jadi, peneliti menduga, pejantan lamprey laut awalnya menggunakan feromon untuk menarik betina. Pada jarak dekat, barulah jantan memikat betina dengan suhu.

Sekali kontak, jantan langsung “mencium” betina dengan mulutnya yang berbentuk serupa cangkir. Sel kelamin jantan dan betina kemudian dikeluarkan dalam air, ditaruh dalam semacam cekungan yang telah dibuat betina dengan ekornya.

Lamprey laut bisa dibilang spesies invasif di Great Lake. Lamprey adalah spesies parasit penghisap darah yang mampu menghabiskan 40 pon ikan dalam masa hidupnya. Dengan memahami perilaku reproduksinya, peneliti berharap mampu mengendalikan populasinya.