Ikan Bandeng

Ikan bandeng memiliki nama latin Chanos chanos, merupakan ikan campuran antara air asin dan air tawar atau payau. Ikan ini dapat hidup sampai ke pinggiran dan tengah laut kemudian secara kontinyu akan kembali ke perairan dangkal atau tepi pantai untuk bertelur. Ikan bandeng lebih menyenangi perairan dangkal dengan banyak tanaman bakau di sekitarnya. Karena akar tanaman bakau akan melindungi telur dan bayi ikan bandeng dari pemangsa seperti ikan lain yang berukuran lebih besar. Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.

Bandeng termasuk herbivore (pemakan tumbuh-tumbuhan). Ikan ini memakan klekap, yang tumbuh di pelataran kolam. Bila sudah terlepas dari permukaan tanah, kelekap ini sering disebut sebagai tahi air. Pakan bandeng terutama terdiri dari plankton (Chlorophyceae dan Diatomae), lumut dasar (Cyanophyceae), dan pucuk tanaman ganggang (Nanas dan Ruppia). Tumbuh-tumbuhan yang berbentuk benang dan yang lebih kasar lagi akan lebih mudah dimakan oleh ikan bandeng bila mulai membusuk.

Berikut Klasifikasi Ikan Bandeng

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan Animalia
Filum Chordata
Kelas Actinopterygii
Ordo Gonorynchiformes
Familia Chanidae
Genus Chanos
Spesies Chanos

Ciri-ciri fisik ikan bandeng mempunyai penampilan yang umumnya simetris dan berbadan ramping, dengan sirip ekor yang bercabang dua. Mereka bisa bertambah besar menjadi 1. 7 m, tetapi yang paling sering sekitar 1 meter panjangnya. Mereka tidak memiliki gigi, dan umumnya hidup dari ganggang dan invertebrata. insang terdiri dari tiga bagian tulang, yaitu operculum suboperculum dan radii branhiostegi. seluruh permukaan tubuhnya tertutup oleh sisik yang bertipe lingkaran yang berwarna keperakan, pada bagian tengah tubuh terdapat garis memanjang dari bagian penutup insang hingga ke ekor. Sirip dada dan sirip perut dilengkapi dengan sisik tambahan yang besar, sirip anus menghadap kebelakang. Selaput bening menutupi mata, mulutnya kecil dan tidak bergigi, terletak pada bagian depan kepala dan simetris. Sirip ekor homocercal.

Ikan bandeng memiliki dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina, bandeng jantan dapat diiketahui dari lubang anusnya yang hanya dua buah dan ukuran badan agak kecil sedangkan bandeng betina memiliki lubang anus tiga buah dan ukuran badan lebih besar dari ikan bandeng jantan.

Ciri induk yang berkualitas

Betina Jantan
Induk bandeng hitam Induk jantan bandeng hitam
Berumur 4 tahun dan perutnya membesar dan lembek. Berumur 3 tahun dan tidak terlalu besar ukurannya agar tetap lincah gerakannya.
Induk bandeng rumput Induk bandeng rumput
Berumur 5 tahun dan perutnya tebal Berumur 4 tahun dan tidak terlalu besar ukurannya agar tetap lincah gerakannya.

Bayi bandeng atau yang dikenal dengan nama “nener” banyak ditangkap oleh para nelayan untuk dijadikan benih di tambak. Memang bandeng sekarang sudah banyak di pelihara di tambak-tambak. Pengambilan benih bandeng atau nener di alam liar masih merupakan pola pembibitan yang sudah kadaluarsa. Sekarang bibit bandeng atau nener banyak di produksi oleh para pembibit atau hatchery untuk di jual ke pengelola tambak. Dengan teknik pembibitan yang modern bibit bandeng dapat dihasilkan dengan jumlah yang luar biasa banyak.

Untuk memancing bandeng memang diperlukan teknik khusus, kebanyakan para pemancing yang mencari target sasaran ikan bandeng akan mencoba peruntungannya di tambak-tambak milik petani, meski bisa juga memancing bandeng di perairan dangkal di dekat hutan bakau. Bandeng merupakan ikan yang termasuk omnivore atau pemakan segala. Makanannya yang utama adalah lumut dan plankton. Maka untuk memancing bandeng di alam liar cukup sulit, namun jika anda mencoba memancing bandeng yang berada di tambak mungkin akan sedikit mudah , karena ikan bandeng jenis ini sudah pernah merasakan makanan buatan seperti pelet dan pur. (berbagai sumber)

 .

3 Responses

  1. Ivaqoh Afkarina says:

    Makacihhhhh yaaaaaaa……………. Atas infonya………………..:):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):)

  2. Ivaqoh Afkarina says:

    Bagggggguuuuussssss lengkap……………;););););););)

  3. Iyas says:

    Siip gan laen kli muat jga cara budidayax