Ikan Betok

Ikan betok adalah ikan yang biasanya hidup liar di perairan air tawar dan bisa kita temukan di kali, waduk dan danau alam. Ikan yang termasuk golongan karnivora ini memiliki beberapa nama diantaranya, ikan betik (jawa), ikan puyu (melayu) dan ikan pepuyu (banjar). Dalam bahasa Inggris ikan ini lebih dikenal dengan nama climbing gouramy atau climbing perch sedangkan nama ilmiahnya adalah Anabas testudineus.

Ikan ini biasanya berukuran kecil, berkepala besar dan bersisik keras kaku. Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Sebuah bintik hitam (kadang-kadang tak jelas kelihatan) terdapat di ujung belakang tutup insang.

Seperti pada umumnya, ikan betok ini bernafas dengan menggunakan insang. Akan tetapi seperti halnya ikan gabus dan lele, betok juga memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Hal itu karena ikan betok memiliki organ labirin (labyrinth organ) di kepalanya. Alat ini sangat berguna manakala ikan mengalami kekeringan dan harus berpindah ke tempat lain yang masih berair.

Betok mampu merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan tutup insang yang dapat dimekarkan, dan berfungsi sebagai semacam “kaki depan”. Itulah sebabnya dalam bahasa Inggris ikan ini dikenal dengan nama Climbing Gouramy atau Climbing Perch.  Penyebaran ikan ini mulai dari India, Tiongkok hingga Asia Tenggara dan Kepulauan Nusantara di sebalah barat garis Wallace.

Ikan betok termasuk ikan yang jarang ditangkap untuk ikan konsumsi, karena ikan ini memiliki jumlah duri yang sangat banyak di dalam dagingnya. Tetapi bagi masyarakat Banjar dan pesisir Kalimantan Tengah ikan ini sangat digemari, bahkan mereka memiliki menu khas dari ikan betok (pepuyu dalam bahasa setempat) ini. Pepuyu bakar terkenal sebagai masakan yang enak dari daerah Banjarmasin.

Dikenal pula wadi pepuyu, ikan betok yang dibuang sisik, jerohan, dan insangnya dan difermentasi dengan bantuan garam dalam wadah beling. Wadi pepuyu dimasak sesuai selera, digoreng atau disayur.

Untuk memancing ikan betok biasanya menggunakan umpan yaitu cacing, mengingat sifatnya yaitu pemakan daging selain itu ikan betok juga bisa dipancing dengan menggunakan umpan laron. Umpan yang sudah disiapkan dipasang pada mata pancing yang kecil saja yaitu ukuran 7 – 9 saja.

Dengan mata pancing yang berukuran kecil diharapkan umpan lebih mudah ditelan oleh ikan betok. Cara memasang umpan cacing pada mata kail yakni dengan cara membungkus seluruh mata pancing dengan cacing. Cacing yang paling baik untuk memancing ikan betok adalah jenis cacing merah.

Jika anda memancing ikan betok sebaiknya menggunakan rangkaian kail yang menggunakan pelampung juga. Penggunaan pelampung akan memposisikan umpan cacing pada tengah perairan. Karena ikan betok termasuk ikan perairan tengah, dimana ia mencari makan di tengah perairan dengan cara menyambar setiap umpan yang berada di lingkungannya. (Berbagai sumber)

1 Response

  1. fikri says:

    hi fishypedia..
    saya sangat senang dengan artikel yang di paparkan, mengingat sangat -sangat jarang ada artikel yang mengupas khususnya jenis-jenis ikan secara umum, baik yang lokal maupun yang luar negri,saya yakin artikel ini bisa menjadi katalog, atau referensi bagi rekan-rekan yang mengambil disiplin ilmu bidang perikanan, baik jurusan, kelautan,budidaya, pengolahan, dan penangkapan ikan, baik yang SMK,D3,S1, S2 maupun yang mau mengambil gelar proffesor ^_^, karena yang di bilang perikanan itu satu, karena dialah induk dari segala macam disiplin imu yang menyangkut biota air, baik tawar, payau, rawa, dan asin, dan menurut saya artikel ikan betok ini bisa di jadikan bahan untuk pembuatan judul skripsi,dikarenakan data-data yang ada saat ini masih sangat terbatas, dan saya yakin masih banyak spesies betok yang belum terdata di wilayah indonesia ini…
    sukses selalu… fishypedia…
    sekali lagi trims atas semua artikelnya…