Ikan Gulamah

Nama Latin Nibea albiflora, mempunyai nama lokal Gulamah atau Tigawaja. Daerah Sebar Ikan gulamah tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia meliputi Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara, seluruh perairan Kalimantan dan Sulawesi kecuali daerah laut dalam sekitar Masalembo dan Banda, serta Maluku dan Irian Jaya. Ikan Gulamah habitatnya di perairan pantai yang dangkal, estuaria dan sungai.

Deskripsi Ordo : Percomorphi. Sub ordo : Percoidea. Divisi : Perciformes. Famili : Scienidae, genus : Argyrosomus. Ciri ikan gulamah adalah Ikan gulamah mempunyai bentuk badan memanjang, seluruh bagian kepala tertutup sisik kecuali ujung moncong. Bermulut lebar, gigi-gigi besar dan kecil pada rahangnya. Gigi besar pada bagian ujung rahang atas, tanpa gigi taring.

Warna dasar yang dimiliki ikan ini adalah putih keabuan dengan adanya strip-strip yang bergelombang. Terdapat di bagian atas badan suatu ban kuning pucat memanjang di atas garis rusuk. Totol hitam pada pangkal sirip dada, juga pada penutup insang. Sirip-sirip sebagin kuning sebagian gelap. Ukuran : Dapat mencapai panjang 38 cm, umumnya 25-30 cm.

Memilki gelembung udara, gelembung ini berfungsi sebagai ruang resonasi untuk memperkeras suara yang dihasilkan oleh otot-otot di sekelilingnya. Suara ini keluar secara alami khususnya saat musim berkembang biak. Sirip ekor berbentuk lancet, seluruh badan dan kepala bersisik sikloid, 10-13 sisir saring pada lengung bawah insang.

Ikan Gulamah (Johnius Trachycephalus) Termasuk jenis ikan omnivora namun lebih cenderung ke carnivora : pakan alaminya ikan kecil, udang, serasah. Ikan ini menggunakan muara-muara sungai untuk berkembang biak dan memijah atau untuk pengasuhan anak.

Ikan gulamah sering tertangkap dengan jaring, jala, atau belad. Mempunyai nilai ekonomi sebagai ikan konsumsi dengan harga sedang yaitu berkisar antara  Rp.25.000/kg. (berbagai sumber)