• -6.153636, 106.792756

Ikan Hampala

Ikan Hampala

Ikan Hampala

Di tengah-tengah masyarakat luas, ikan Hampal atau Hampala kurang dikenal, wajar saja karena ikan ini belum dibudidayakan dan penyebarannya terbatas. Di Indonesia, Hampala termasuk ikan liar yang hidup di sungai-sungai atau danau di daerah tertentu seperti Jawa Barat, Kalimantan dan Sumatra. Hampal lebih dikenal di kalangan hobiis pemancing di alam bebas dan di daerah tertentu dimana ikan ini hidup dan berkembang secara alami.

Kepopuleran Hampal di kalangan pemancing disebabkan karena tarikannya saat terkena pancing. Ikan yang tidak bergigi tapi bermulut besar dan kuat ini terkenal dengan pergerakannya yang luar biasa. Hampal dapat bergerak sangat cepat dan membuat pemancing merasakan sensasi tarik ulur yang sungguh mengesankan. Siapapun orangnya, yang pernah mendapatkan Hampal saat memancing, akan dibuat ketagihan.

Kebiasaan Makan
Hampal termasuk ikan karnivor. Di alam aslinya, ikan ini memakan ikan-ikan lain yang lebih kecil seperti pepetek, udang dan sejenisya. Hampal terbukti dapat memijah sendiri di alam, hanya saja belum diketahui secara pasti kapan ikan ini memijah, ada yg mengatakan seperti halnya ikan-ikan lain, pada awal musim penghujan. Campur tangan manusia terhadap ikan ini masih rendah, masyarakat di sekitar Cianjur, Jawa Barat enggan membudidayakan ikan ini karena sifatnya yang karnivor, sehingga sulit  digabungkan dengan ikan-ikan lain dalam kolam, kecuali dalam ukuran yang sama besarnya.

Potensi Perkembangbiakan Alam 
Diperkirakan hampal berkembangbiak pada awal musim penghujan, hal ini dibuktikan dengan terdapatnya ”baby” Hampal pada bulan-bulan September-desember.

Potensi Hampal Sebagai Ikan Konsumsi 
Hampal termasuk salah satu jenis ikan yang sering tertangkap jaring penduduk di sekitar sungai atau danau. Hampal jarang terpancing kecuali dengan umpan khusus berupa udang hidup atau umpan buatan (ikan-ikanan, rulle)

Potensi hampal sebagai ikan konsumsi cukup baik karena ukuran hampal cukup besar,  dikabarkan bisa mencapai 15 Kg, namun sampai hari ini belum ada bukti mengenai ukuran tersebut. Hampal yang sering tertangkap jaring di Sungai Citarum, Cisokan dan Cirata umumnya berkisar 0,2 sampai dengan 1 kg. Hasil pancingan terbesar mencapai 3 kg (nama pemancing, nama sungai atau danau, nama pulua, nama negara), 5,8 kg (nama pemancing, nama sungai atau danau, Kalimantan).

Karena belum adanya insan yang menbudidayakan ikan ini secara intensif, masih sulit diperhatikan berapa lama Hampal dapat berkembang hingga siap menjadi ikan konsumsi. Apakah pertumbuhan hampal lebih lambat atau lebih cepat dibandingkan dengan ikan mas? Masih memerlukan penelitian untuk mendapatkan jawabannya.

Menurut penduduk muara Cihea, hampal dagingnya enak dan gurih, kelemahannya adalah duri cukup banyak, mirip duri pada ikan bandeng, kondisi ini bukan berarti hampal tidak potensial sebagai ikan konsumsi, karena seperti layaknya bandeng yang banyak duri, dapat diatasi dengan sistem masak ”presto” hingga duri bukan lagi halangan untuk memakannya.

Potensi Hampal Sebagai Ikan Hias
Pengamatan terhadap baby hampal, sampai dengan ukuran 15 cm masih cantik untuk dilihat di akuarium sebagai ikan hias. Warna hitam tunggal yang melintang di tengah-tengah tubuhnya dan strip hitam di bagian samping sirip ekor yang merah membuat ikan ini khas dan menyajikan pemandangan yang benar-benar beda, tetapi untuk ukuran besar ikan ini kurang anggun di akuarium.

Tinjauan Konservasi Ikan Hampal
Sebagai ikan karnifor, Hampal diduga mempunyai kekuatan untuk terus bertahan hidup di habitat aslinya. Makanan utama yang berupa ikan-ikan kecil membuat ikan ini tetap hidup, kalaupun ada ancaman, maka datangnya berasal dari ikan-ikan karnifor lain seperti Tagih atau lainnya yang lebih kuat. Dalam situasi persaingan secara alami, ikan ini memiliki kelebihan lain, yaitu dapat berenang dengan cepat meninggalkan musuh-musuh alaminya.

Kelemahan ikan ini diantaranya tidak suka hidup pada kondisi air yang statis, Hampal lebih suka hidup pada air dengan pergerakan tinggi, sehingga populasinya lebih bisa bertahan pada sungai-sungai atau danau dengan luasan tertentu.

Konservasi adalah konservasi. Konservasi selalu bicara kelestarian suatu populasi. Tuhan telah menganugrahkan Hampal, tidak mungkin hanya sebagai pengisi sungai, tetapi lebih dari itu Hampal diciptakan untuk kesejahteraan umat manusia. Kalau diperhatikan di tanah air ini lebih banyak orang memancing ketimbang orang menanam dan atau memelihara. Lebih suka mengambil dari alam tanpa berfikir bagaimana mengembalikannya ke alam.

Sampai saat ini tidak tersedia data mengenai konservasi Ikan Hampal. Belum jelas apakah ikan ini sudah dikoleksi dan dicoba dikembangkan oleh perorangan atau lembaga tertentu ?

Konservasi hampal sebenarnya sudah berjalan, tetapi dilakukan oleh perorangan, mereka yang hobi memancing ikan selalu ada usaha untuk mengoleksi, memeliharanya dalam bak-bak semen atau bahkan akuarium, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas, hingga diperlukan upaya-upaya khusus untuk menjaga agar hampal tetap lestari dan memberikan mamfaat bagi umat manusia.

Klasifikasi
Family : Cyprinidae
Ordo : Cypriniformes
Status : Native
Nama
Sunda : Hampal
Jawa : Palung/Tempalung
Kalimantana : Adung (Taman Nasional Bukit Baka Raya, Sintag-Kalbar), Langkung,
Sumatra : Barau (Bengkalis), Si Merah, Ikan Merah (Aceh)
Malaysia : Sebaru
International : Carp, Hampala barb, Jungle Perch

Penyebaran
Dunia            : Indonesia, Semenanjung Malaysia, Thailand, Vietnam, China.
Jawa              : Bengawan Solo, Serayu, Bogowonto, Brantas, Porong, Cisadane, Waduk Gajah Mungkur,
Sumatra       : Sungai Asahan, Danau Toba, Musi dan Danau Singkarak, Sungai Ogan Komureng, Danau Cangkuang.
Kalimantan : Kapuas, Barito dan Mahakam, Banjarbaru-Kalteng, Rawa Lebak-Kalteng, dll.
Jawa Barat  : Sungai Citarum, Sungai Cisokan, Waduk Cirata, Waduk Jatiluhur, dll.

(enclaveconservation)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>