Ikan Kakatua

Ikan kakatua termasuk ke dalam famili Scaridae dan merupakan salah satu jenis ikan herbivor yang utama di ekosistem terumbu karang (Sale 1991). Famili Scaridae terdiri dari berbagai jenis, karena memiliki jumlah genus yang cukup banyak yaitu 7 genera dengan genus terbanyak adalah Scarus. Ikan kakatua hidup disekitar terumbu karang dan biasanya ditemukan juga pada perairan dangkal dengan kedalaman sampai 30 meter. Ikan kakatua merupakan ikan pemakan alga di karang mati.

Cara membedakan jenis ikan kakatua yang paling mudah adalah dengan melihat komposisi warna, karena ikan kakatua memiliki variasi warna yang beraneka ragam pada tubuhnya. Ikan kakatua termasuk ikan majority atau ikan lain-lain dan bukan ekonomis penting. Ikan kakatua akan memiliki nilai ekonomis apabila sudah diolah menjadi ikan asin untuk dikonsumsi oleh masyarakat di Kepulauan Seribu. Ikan kakatua memiliki nilai ekologis sebagai ikan pemakan alga pada karang mati, karena ikan kakatua mampu mengendalikan pertumbuhan alga yang bersaing hidup dengan karang. Walaupun ikan kakatua bukan sebagai tujuan utama penangkapan, pemanfaatan ikan kakatua sebagai tangkapan sampingan oleh nelayan di perairan dangkal Karang Congkak secara terus menerus dikhawatirkan dapat mengurangi populasi ikan kakatua di alam. Berdasarkan sampai saat ini tidak ada data produksi ikan kakatua, akan tetapi masih tersedia di pasar ikan, hal ini yang perlu dikaji untuk mencegah kepunahan ikan kakatua.

Aktivitas penangkapan nelayan terhadap ikan kakatua dapat mempengaruhi perubahan struktur populasi dari sumberdaya ikan kakatua, antara lain dapat dilihat dari bentuk ukuran ikan, jumlah hasil tangkapan nelayan dan habitat ikan tersebut. Hal ini yang mengakibatkan sebagian besar ikan-ikan yang ada di perairan menjadi berkurang dan dapat punah, jika ikan kakatua punah akan berpengaruh pada kehidupan terumbu karang, karena ikan kakatua merupakan salah satu ikan karang yang jumlahnya banyak di terumbu yang dapat membantu kehidupan terumbu karang dengan cara memakan alga yang menempel pada terumbu karang yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang. Sehingga diperlukan pengelolaan yang didasarkan informasi biologis untuk mempertahankan kelestarian populasi ikan kakatua, khususnya diperairan dangkal Karang Congkak

Klasifikasi ikan kakatua :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterigii
Ordo : Perciformes
Famili : Scaridae
Genus : Scarus dan Leptoscarus
Spesies : Scarus psittacus (Forsskal, 1775)
Scarus ghobban (Forsskal, 1775)
Scarus frenatus (Lacepede, 1802)
Scarus rivulatus (Valenciennes in Cuvier and Valenciennes, 1840)
Scarus chameleon (Choat and Randall, 1986)
Leptoscarus vaigiensis (Quoy and Gaimard, 1824)
Scarus quoyi (Valenciennes in Cuvier and Valenciennes, 1840)
Nama umum : Rosy-cheek parrotfish
Blue-barred parrotfish
Bridled parrotfish
Surf parrotfish
Chameleon parrotfish
Seagrass parrotfish
Green-blotched parrotfish
Nama lokal : Mogong iler (Pulau Panggang)
Mogong lape bataan (Pulau Panggang)
Mogong hijau (Pulau Panggang)
Mogong kepala gede (Pulau Panggang)
Mogong lape putih (Pulau Panggang)
Mogong lepu (Pulau Panggang)
Mogong bendera (Pulau Panggang)

Jenis kelamin ikan kakatua selalu jantan. Warna ikan pada tahap awal didominasi warna coklat dan abu-abu, sedangkan pada tahap terminal warna ikan kakatua berubah menjadi biru, hijau dan merah muda, keterpaduan warna ini sangat kompleks. Jadi untuk keperluan identifikasi ikan kakatua biasanya didasarkan pada pola warna.

Jenis dan distribusi ikan kakatua :
Ikan kakatua ditemukan hidup di sekitar terumbu karang, biasanya paling banyak dalam daerah perairan dangkal dengan kedalaman 30 meter. Beberapa spesies ikan kakatua memiliki sebaran perpindahan yang luas, sementara yang lain ada juga yang bertahan hidup dalam daerah tertentu saja, dan keberadaannya sangat rentan dengan kepunahan. Ikan kakatua bukan termasuk hasil utama penangkapan, tetapi masih dapat ditemukan di pasar ikan. Walaupun di beberapa daerah ikan kakatua dijadikan sebagai ikan konsumsi tetapi tidak ada data yang dilaporkan kepada FAO tentang tangkapan ikan kakatua. Ikan kakatua biasanya tertangkap dengan menggunakan bubu, jaring insang, atau dengan tombak. Daging ikan kakatua sangat lembut, oleh karena itu ikan ini dipasarkan dan dimakan dalam bentuk segar. Ikan kakatua terdiri dari 7 genera dan terdiri dari 44 spesies.

Spesies ikan kakatua yang menyebar di Samudera Hindia dan juga diduga berasal dari Indonesia bagian Barat adalah jenis Hiposcarus harid/longiceps, Chlorurus strongylocephalus/microrhinos, Scarus russelii/schlegeli, Scarus Scaber/dimidiatus/oviceps, Scarus spinus/viridifucatus. Scarus viridifucatus juga ditemukan di Bali.

Kebiasaan makan :
Ikan kakatua (Scaridae) dapat ditemukan di terumbu karang di seluruh dunia dan sangat terkait erat dengan terumbu karang. Ikan kakatua sangat mendominasi dan menjadi bagian yang paling mencolok dari komunitas ikan herbivora. Dengan demikian, ikan kakatua telah menjadi fokus dari sejumlah studi tentang pentingnya peranan ikan herbivor pada terumbu karang (Bellwood 1994).

Semua spesies ikan kakatua adalah herbivor diurnal. Sebagian besar spesies menempati karang dan memakan algae epilithik pendek yang menutupi substrat karang. Pemakan alga dibedakan atas dua kelompok yaitu kelompok excavator dan scraper. Kelompok excavator memiliki rahang yang kuat sehingga dapat menggali substrat dan meninggalkan bekas gigitan pada substrat, sedangkan kelompok scraper tidak memiliki rahang yang kuat dan tidak meninggalkan bekas gigitan pada substrat. Kelompok excavator terdiri dari genus Chlorurus, Bolbometopon, Cetoscarus, dan Sparisoma viride, sedangkan kelompok scraper terdiri dari Scarus dan Hipposcarus (Bellwood & Choat 1990 in Bellwood 1994).

Ikan kakatua (Scaridae) yang menjadikan terumbu karang sebagai habitat dan tempat untuk mencari makan. Menurut Nybakken 1992, interaksi yang terjadi antara ekosistem terumbu karang dan ikan karang adalah:
1. Pemangsaan, yaitu dua kelompok ikan yang secara aktif memakan koloni karang, seperti ikan buntal (Tetraodontidae), ikan kepe-kepe (Chaetodontidae) dan sekelompok omnivor yang memindahkan polip karang untuk mendapatkan alga di dalam kerangka karang atau berbagai invertebrate yang hidup dalam lubang kerangka.
2. Grazing. Dilakukan oleh kelompok ikan-ikan famili Siganidae, Pomacentridae, Acanthuridae dan Scaridae yang merupakan herbivor grazer pemakan alga sehingga pertumbuhan alga yang bersaing ruang hidup dengan karang dapat terkendali. sumber : IPB

1 Response

  1. Ayaa says:

    Makasih, sangat membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah 🙂