Ikan Landuk

Landuk (Lethrinus Elongatus) dari keluarga Lethrinidae juga dikenali sebagai pelanduk dan luping dikalangan penduduk Sabah. Ciri fisika landuk ialah bermulut runcing memanjang, badan bertompok coklat dan putih, sisik keras dan keputihan di bawah perut.

Makanan Landuk ialah krustasia, anak ikan, ikan kecil dan sotong. Habitat landuk di dasar berkarang, tukun dan karang. Habitatnya di negara Sabah, Pantai Timur dan Utara Semenanjung.

Walaupun berukuran sedang, landuk punya kekuatan tersendiri apabila melarikan umpan kerana ia ikan dasar tetapi semakin lemah apabila menghampiri permukaan. Pada umumnya berat spesies ini antara 1 hingga 7 kilogram. Dengan ukuran tubuh dapat mencapai 100 cm.

Bagian kepala berwarna lebih gelap kemudian warna memudar menjadi putih bagian perut. Sirip dalam warna yang transluscent atau kuning. Tanda-tanda tubuh lainnya adalah variabel. Interior mulut conspicously merah. Umumnya ditemukan dilingkungan pesisir berpasir di sekitar terumbu karang dan berbatu.

Lethrinus-elongatus1

Di sini, Lethrinus Elongatus biasanya sering dalam posisi ‘menggantung’ di atas terumbu karang, gerakan mereka hanya menjadi tontonan disekelilingnya, sesekali sirip dada digunakan untuk menjaga stabilitas dan arah. Kemampuan ini memungkinkan spesies untuk mengambil keuntungan dari  makanan yang kaya nutrisi midwater, yang meliputi kepiting kecil, udang mantis, ikan kecil dan cacing laut.

Shoaling sangat lazim selama musim panas di perairan tropis pada saat pembibitan terjadi. Hal ini berkaitan erat dengan siklus bulan dan pemijahan terjadi pada bulan purnama. Ikan yang beranjak remaja mulai didistribusikan oleh arus laut dan jarang terjadi dalam jumlah besar dekat perairan pantai, Indo-Pasifik Barat. Untuk ikan dewasa/besar dapat ditemukan dalam air yang lebih dalam sampai kisaran 200 meter.

Sumber : epulkakipancing