• -6.153636, 106.792756

Ikan Nilem

Ikan Nilem

Ikan Nilem

Nilemnilem mangut atau melem (Osteochilus vittatus) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan herbivora ini diketahui menyebar di Asia Tenggara : Tonkin, Siam (Thailand), Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Nilem merupakan ikan budidaya untuk konsumsi, terutama di Jawa. Kini nilem juga diintroduksi ke beberapa danau di Sulawesi.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Osteochilus
Spesies: O. vittatus
Nama binomial
Osteochilus vittatus
(Valenciennes, 1842)[1]

Reproduksi

Reproduksi pada ikan dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan melalui pengaturan fungsi kelenjar endokrin sebagai penghasil hormon reproduksi untuk perkembangan gonad, gametogenesis dan siklus reproduksi. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap proses reproduksi adalah fotoperiode. Ikan nilem adalah salah satu ikan konsumsi yang banyak dibudidayakan karena karakteristiknya antara lain, mudah diternakkan dalam kondisi variasi air yang luas tempat mereka tumbuh.

Namun belum banyak informasi tentang pengaruh cahaya terhadap kemampuan reproduksi ikan nilem. Biasanya, ikan ini akan memijah di akhir musim penghujan, di daerah yang berpasir dan berair jernih. Di tempat budi daya, ikan nilem dapat dipijahkan sepanjang tahun dengan mengatur kondisi lingkungan.

Deskripsi

Ikan bertubuh sedang, panjang total hingga 260 mm. Tinggi tubuh pada awal sirip dorsal 3-3,7 berbanding panjang standar (tanpa sirip ekor). Panjang kepala 4,1-4,5 berbanding panjang standar. Moncong membulat tumpul, dengan bibir yang berkerinyut dan dapat disembulkan. Sungut maksilar kurang lebih sepanjang diameter mata, sungut rostral lebih pendek. Awal sirip dorsal kira-kira sejajar dengan gurat sisi ke-8 atau ke-9, terpisahkan dari ubun-ubun oleh 10-12 sisik.

Manfaat

Ikan nilem biasa dibudidayakan orang di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat. Ikan ini digemari telur-telurnya karena rasanya yang lezat. Akan tetapi sekarang produksinya cenderung menurun, sementara umumnya nilem dipelihara sebagai produk sampingan dari kolam-kolam pemeliharaan ikan mas, nila, atau gurami.

Satu percobaan yang dilakukan di Danau Maninjau, Sumatera Barat, mendapatkan bahwa ikan nilem yang tidak diberi pakan secara khusus memakan aneka fitoplankton yang terdapat di danau, sehingga berpeluang untuk digunakan sebagai pembersih air danau. Ikan nilem memakan berbagai jenis fitoplankton yang tergolong ke dalam suku-suku Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, dan Desmidiaceae.

Semenjak populernya “terapi kaki” menggunakan Garra rufa, ikan melem menjadi alternatif karena memiliki perilaku sama, yaitu mengerumuni kaki yang dicelup ke dalam kolam dan memakan kulit ari kaki. (wikipedia)

One thought on “Ikan Nilem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>