Ikan Pelangi

Ikan pelangi adalah ikan air tawar yang hidup endemik di Danau Sentani Papua. Ikan ini sudah terkenal di Eropa untuk ikan hias akuarium, Ikan ini pertama kali diperkenalkan oleh Max Weber yang melakukan ekspedisi Papua Barat antara tahun 1890 sampai 1900. Pada tahun 1973, A. Werner, Jr dari Munich, dan E. Frech dari Memmingen, Jerman mengumpulkan spesimen hidup selama penilitian di Jawa, Sulawesi, dan Papua Barat. Mereka mengambil sejumlah ikan berwarna-warni kembali ke Eropa, termasuk Incisus Glossolepis. Peneliti Werner dan Frech juga memperkenalkan ikan rainbowfish yang indah dan menarik bagi penghobi ikan akuarium.

Kini ditemukan 4 Spesies jenis baru Ikan Pelangi, yang ditemukan ialah :

  1. Melanotaenia arguni atau Rainbow Arguni. Melanotaenia arguni memiliki warna cokelat muda di bagian dorsal dan putih kelam di bagian bawah tubuhnya. Sementara itu, warna abu-abu memencar indah dari bagian pangkal hingga ujung siripnya.
  2. Melanotaenia urisa atau Pelangi Urisa. Sisik pada bagian atas tubuh ikan ini berwarna cokelat sementara sirip pektoralnya bening. Tubuh ikan ini juga dihiasi delapan baringan strip cokelat. Spesies tersebut berasal dari aliran dan genangan dangkal air tawar. Volume genangannya dipengaruhi oleh fluktuasi air Danau Sewiki, terletak 6 kilometer tenggara Kampung Urisa, Arguni Bawah.
  3. Melanotaenia veoliae atau Rainbow Veolia. Salah satu yang khas dari jenis ini adalah adanya noktah merah muda di belakang mata. Ciri lain, sirip serta anal berwarna merah darah disekat warna biru. Melanotaenia veoliae ditemukan di Sungai Gebiasi, sungai yang terletak 14 kilometer selatan Wanoma, Arguni Bawah. Sungai Gebiasi bersumber dari air karst, pertama mengalir 60 meter, lalu ke bawah tanah dan muncul lagi 200 meter di tubir batu dekat kawasan mangrove setempat.
  4. Melanotaenia wanoma atau Pelangi Wanoma. Jenis ini ditemukan di Sungai Wermura, 16 km selatan wanoma, Arguni Bawah. Bagian atas tubuhnya berwarna kecokelatan, tutup insang berwarna emas, sirip dorsal dan anal serta kuncup sirip berwarna kemerahan. Habitat Pelangi Wanoma dialiri air kristalin dari barisan pegunungan karst Kaimana. Sungai ini pertama mengalir sejauh 200 meter sebelum menghilang di batuan karst lalu muncul kembali 1 kilometer di kawasan mangrove setempat.
Melanotaenia
Boeseman’s Rainbowfish (M. boesemani)
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Atheriniformes
Family: Melanotaeniidae
Genus: Melanotaenia
T. N. Gill, 1862

Wilayah Lengguru yang terletak antara Kepala Burung Papua dan daratan Niugini penting karena menjadi titik kunci penyebaran grup Melanotaenia. Lengguru muncul ke permukaan 10-11 juta tahun silam diikuti munculnya pegunungan tengah Niugini termasuk pegunungan Jayawijaya sekitar 8 juta tahun lalu.

Selama ini, keanekaragaman jenis ikan di wilayah Lengguru belum banyak terdata. Dengan temuan baru ini, jenis ikan pelangi yang terdata menjadi 23 jenis, yang terbagi dalam dua genus yaitu Melanotaenia dan Pelangia.

Diantara betina dan pejantan Ikan Pelangi Merah terdapat perbedaan warna yang terlihat, hal ini terjadi setelah ikan ini menjelang dewasa, betina memiliki warna jauh lebih sedikit dan sirip transparan lebih memanjang dan memiliki warna kuning zaitun. Sedangkan pejantan akan berubah menjadi warna merah terang setelah mencapai ukuran 5 cm. Panjang ikan ini masksimal dapat mencapai 15 cm meski ukuran tadi jarang ditemui di alam bebas, ukuran yang paling sering ditemui adalah sekitar 10 cm.

Makanan

Glossolepis incisus adalah ikan omnivora dan akan memakan makanan apa saja yang mudah dijumpai diperairan.

Habitat

Ditemukan di Danau Sentani. Danau Sentani terletak sekitar 20 kilometer barat Jayapura . Ini adalah sebuah danau berbentuk tidak teratur dengan dimensi perkiraan 28 km (EW) dengan 19 km (NS) dan luas permukaan 104 km ². Biru-hijau air yang dihiasi dengan setidaknya 16 pulau-pulau kecil, dan dikelilingi oleh perbukitan di selatan dan Pegunungan Cyclops di utara, yang memisahkan danau dari Samudra Pasifik.

Danau Sentani adalah jauh terbesar dari danau Papua Barat dan memiliki daerah tangkapan air sekitar 600 km ². Sekitar 35 sungai kecil mengalir ke danau, dan ada satu outlet alam di ujung selatan-timur, melalui Jafuri dan sungai Tami ke Samudra Pasifik dekat perbatasan Papua Nugini. Danau dibagi menjadi tiga bagian utama dengan kedalaman yang tercatat dari 7 sampai 52 meter.

Menurut survei pada tahun 1970-71, 1984 dan 1987 danau secara termal unstratified, dengan suhu permukaan 29 ~ 32 ° C dan pH 6,2 ~ 6,8. Rainbowfishes umumnya ditemukan di sekitar pinggiran danau. Sejumlah besar ditemukan berkumpul di sekitar vegetasi terendam air serta cabang pohon yang tumbang. Daftar merah IUCN telah memasukkan ikan ini dengan kategori rentan.

Terancam

Berdasarkan deskripsi habitat dari keempat spesies baru tersebut, dapat dikatakan bahwa jenis-jenis menawan di atas sedang terancam, mengingat habitatnya sangat terbatas. Jenis Melanotaenia arguni misalnya, menghadapi tantangan karena habitatnya yang mengalami pendangkalan hebat. Hampir semua likukan di Sungai Jasu tempat ikan ini hidup dipenuhi deltas pasir. Melanotaenia arguni juga sangat rentan stres, kondisi ini mungkin disebabkan oleh kualitas air di habitatnya yang dikelilingi tanaman perkebunan.

Kelangsungan hidup spesies yang baru saja ditemukan ini tergantung pada ketersediaan sumber air dari kawasan karst. Kelangsungan jenis Melanotaenia urisa misalnya, sangat dipengaruhi ketersediaan air bongkahan batu dari pegunungan karst Berari. Untuk menjaga kelangsungan spesies ini, perlunya upaya konservasi oleh semua pihak. Sumber daya air di kawasan karst sangat dipengaruhi iklim dan penebangan hutan. Perusakan hutan akan mengganggu kelangsungan ekosistem karst.

Upaya menjaga kelangsungan jenis ikan pelangi bukan tanpa tujuan. Salah satu yang bisa dibayangkan, kelangsungan jenis ikan pelangi akan memberi kesempatan bagi masyarakat setempat untuk menekuni budidaya ikan pelangi sebagai ikan hias.

Budidaya ikan pelangi telah dilakukan masyarakat. Namun, masyarakat sebelumnya hanya mengenal jenis M. boesemani asal Danau Ayamaru, Papua Barat dan Glossolepis incisus, asal Sentani, Papua. Penemuan dan pelestarian jenis ikan pelangi akan meningkatkan variasi jenis ikan budidaya.