• -6.153636, 106.792756

Ikan Sapan

Ikan Sapan

Ikan Sapan

Ikan sapan atau semah adalah ikan air tawar yang berasal dari Indo-Australia dan anak benua India. Nama lain ikan ini adalah tambra (Jawa), sapan (Kalimantan), ikan batak atau curong (bahasa Toba), mahseer, atau kelah (Malaysia). Nama “semah” populer dipakai di Sumatra bagian tengah hingga ke selatan. Ikan yang masih sekerabat dengan ikan mas ini populer sebagai bahan pangan kelas tinggi, dan yang biasa dijumpai dan dikonsumsi di Indonesia dan Malaysia adalah Tor douronesis (semah biasa), T. tambra (tambra), T. tambroides (tambra), dan T. soro (kancera). Ikan tambra dan semah dapat mencapai panjang sekitar satu meter, walaupun tangkapan yang dijual biasanya berukuran maksimum 30 cm.

Ikan ini hidup di sungai-sungai beraliran deras di pegunungan dan populasi sangat terancam akibat penangkapan berlebihan. Indikasi yang terlihat adalah semakin jarang terlihat, ukuran tangkapan semakin kecil, dan distribusi menurun. Bahkan telah dilaporkan pula penangkapan di beberapa taman nasional. Pihak berwenang di Indonesia (Balai Benih Ikan lokal), seperti di Jawa Tengah, Padang Pariaman, dan beberapa kabupaten pedalaman Jambi telah mulai mengembangkan teknologi pembiakan menggunakan pemijahan buatan dan paket budidaya. Selain itu, di Padang Pariaman aturan adat setempat juga ditegakkan dengan pemberlakuan zona larangan, penyangga, dan penangkapan. Penangkapan hanya dilakukan apabila terdapat izin dari kerapatan adat.

Ikan sapan atau semah (Tor tambroides Blkr) lebih dikenal dengan nama baku ‘tambra’. Jenis ikan ini termasuk dalam suku Cyprinidae bersama-sama dengan ikan mas, tawes dan nilem. Kerabat ikan sapan (Tor spp.) di dunia telah diketahui sebanyak 20 jenis yang tersebar di kawasan Asia, sedangkan di Indonesia terdapat empat jenis, yaitu: Tor tambroides Blkr, T. tambra (C.V.), T. douronensis (C.V.), dan T. soro (C.V.). Sinonim dari genus Tor adalah Labeobarbus, untuk membedakan keempat jenis kerabat ikan tambra yang berasal dari Indonesia sementara ini masih berdasarkan ada tidaknya cuping pada bibir bawah dan ukuran cuping itu sendiri.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Teleostomi
Superordo: Ostariophysi
Ordo: Cypriniformes
Upaordo: Cyprinoidei
Famili: Cyprinidae
Upafamili: Cyprininae
Genus: Tor
Gray, 1834
Neolissochilus
Rainboth, 1985
Naziritor
Mirza & Javed, 1985

Tambra merupakan ikan konsumsi yang dagingnya tebal, rasanya enak, manis dan kaya minyak ikan, serta harganya sangat mahal. Ukuran tubuh ikan tambra sangat eksotik karena dapat mencapai di atas 30 kg dengan panjang tubuh lebih dari 1 m. Oleh karena ukuran tubuhnya yang sangat besar maka ikan tambra dijuluki sebagai ‘Kings of the Rivers’.

Daging ikan tambra sangat digemari oleh masyarakat lokal maupun di luar negeri dengan harga yang sangat mahal. Di Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat, penduduk sering menangkap ikan tambra dan dijual ke Sarawak-Malaysia dengan harga 80 ringgit atau senilai Rp. 200.000/kg. Bahkan untuk saat ini harga ikan tambra yang di Malaysia lebih dikenal dengan nama ‘semah atau empurau’ dapat mencapai 300 ringgit yang senilai dengan Rp. 750.000/kg. Permintaan daging ikan tambra terus meningkat, walaupun harganya sangat mahal. Sebaliknya aspek budidayanya belum berhasil dan bahkan belum banyak diteliti. Oleh karena itu tingkat eksploitasinya di alam terus meningkat yang berakibat pada semakin kritisnya populasi di habitat aslinya.

Ikan dari marga Tor termasuk jenis yang terancam punah akibat penangkapan yang berlebihan dan kerusakan habitat berupa penggundulan hutan. Mengingat tingginya permintaan dan makin kritisnya populasi di alam serta belum ada kegiatan budidaya ikan tambra, maka dilakukan penelitian yang mengarah pada upaya pemanfaatan secara berkelanjutan melalui proses domestikasi. Untuk mencapai keberhasilan proses domestikasi diperlukan data dasar di antaranya aspek biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek biologi ikan tambra terutama di habitat aslinya yang meliputi : tingkat kematangan gonad (TKG), fekunditas, rasio jenis kelamin, dimorfisme jenis kelamin, kebiasaan makan, parasit dan penyakit.

3 thoughts on “Ikan Sapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>