Ikan Selais

Bentuk tubuhnya memanjang dan pipih dengan kepala berbentuk kerucut, tidak bersisik. Memiliki dua ‘kumis’ panjang. Habitat aslinya di perairan air tawar. Terdapat delapan sampai sembilan tulang tambahan tutup insang. Makanannya ikan kecil. Hewan ini disebut Ikan Selais (Kryptopterus lais) dan dinobatkan sebagai maskot Kota Pekanbaru.

Ikan yang termasuk Family Siluridae semakin berkurang populasinya di perairan alami. Sebagai akibat penangkapan ikan yang dilakukan terus menerus, sementara ekosistim habitatnya terganggu. Karena pembuangan limbah hasil rumah tangga dan perusahaan yang masih terjadi sekarang, di habitat ikan yang termasuk langka ini.

Gejala penurunan ikan ini terlihat dari populasi hasil tangkapan nelayan dan semakin berkurangnya persediaan ikan. Bentuknya yang indah dan rasanya gurih bila sudah dimasak, membuat ikan itu terus dicari masyarakat. Hanya saja, keberadaannya sangat berkurang di sungai dan danau saat ini.

Penurunan populasi ikan ini diantaranya dapat dilihat, di daerah aliran Sungai Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Nelayan di perairan sungai ini merasa kesulitan mendapatkan ikan selais. Walaupun ada, jumlahnya tidaklah banyak. Dalam sehari nelayan hanya bisa membawa pulang ikan selais ini hanya enam ekor anakan. Padahal, pada tahun 1990-an ikan ini sangat mudah mendapatkannya.

Jenis ikan selais di aliran Sungai Segati didominasi pemakan serangga, ikan kecil dan udang anakan. Biasanya ikan yang bersifat nokturnal atau mencari makan pada malam hari ditangkap nelayan  menggunakan cara tradisional yakni dengan cara memancingnya. Umpannya bisa dengan roti, cacing tanah, udang, maupun ikan kecil.

Berkurangnya ikan selais di Sungai Segati dikarenakan banyak oknum yang melakukan penangkapan dengan cara menangkap ikan secara masal. Namun, kondisi ini diperparah dengan maraknya pembuangan limbah disepanjang aliran sungai. Kondisi itu menyebabkan, perkembangan ikan selais turut terganggu.

Ikan selais bisa ditangkap diperairan sungai dan danau dengan suhu berkisar 24-26 derajat celsius, pH 5,5-6. Sedangkan untuk warna airnya, ikan  ini biasanya hidup dengan warna air kecoklatan dan kecepatan arus berkisar 0,3-1,0 m/detik. Di Riau sendiri ikan selais bisa ditemukan di perairan Sungai Kampar, Rokan, Indragiri, dan Kuantan.