Ikan Sengal (Mystus nemurus)

Karakteristik

Mungkin hanya segelintir orang yang tahu akan Ikan Sengal. Dulu, ikan yang bentuknya menyerupai lele ini, mudah ditemukan dari mulai hulu sampai hilir Sungai Citarum. Namun begitu perairan sungai terpanjang di Jawa Barat ini mengalami pencemaran yang hebat, Ikan Sengal bersama ikan khas Citarum lainnya perlahan-lahan tersingkir dari habitatnya. Sampai akhirnya, Ikan Sengal tak lagi ditemukan di aliran Sungai Citarum, yang memanjang dari daerah hulu sampai batas Waduk Saguling. Bahkan bagi warga yang tinggal di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Margahayu, sampai Margaasih, sudah menganggap ikan tagih punah.

Ternyata Ikan Sengal belum (benar-benar) punah. ikan ini memiliki tubuh yang panjang, licin, dan tidak bersisik, warnanya hitam keabu-abuan, kepalanya kasar dan gepeng, dengan tiga pasang sungut di sekeliling mulutnya. Ikan Sengal sekalipun ada kemiripan bentuk dengan ikan lele, namun habitatnya sangatlah berbeda. Kalau ikan lele dapat hidup di perairan kotor, sebaliknya Ikan Sengal lebih menyukai perairan yang relatif jernih. Makanya, Ikan Sengal masih dapat ditemukan di Sungai Citarum yang kondisi perairannya relatif lebih jernih.

Seperti perairan Sungai Citarum setelah bendungan Waduk Saguling. Keberadaan Waduk Saguling paling tidak menyelamatkan Ikan Sengal dari kepunahan. Hal iini disebabkan karena Waduk Saguling seolah-olah menjadi filter dari pencemaran limbah pabrik dan sampah rumah tangga.

Air Sungai Citarum yang masuk waduk, kemudian dialirkan kembali melewati Sanghiang Tikoro dalam keadaan sudah relatif jauh lebih baik ketimbang di daerah hulu. Bagi warga Desa Mandalawangi, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat (KBB), Ikan Sengal menjadi salah satu jenis ikan tangkapan liar. Berburu ikan tagih akan lebih baik dengan menggunakan jaring dan dilakukan malam hari. Menangkap dengan cara dipancing relatif sulit, apalagi pada siang hari.

Habitat Penyebaran

Selain di perairan tawar, sungai, dan danau, juga terdapat di perairan payau muara sungai dan pada umumnya ditemukan di daerah banjir. Ikan ini menyukai tempat-tempat yang tersembunyi dan tidak aktif keluar sarang sebelum hari petang. Setelah hari gelap, mereka akan keluar dengan cepat untuk mencari mangsa, tetapi tetap berada di sekitar sarang dan segera akan masuk ke sarang bila ada gangguan.

Tingkat Pengelolaan

Ikan ini merupakan komoditas ikan air tawar di Indonesia. Ikan ini telah berhasil dipijahkan secara buatan oleh BBPBAT Sukabumi sejak tahun 1988. Tekstur daging Ikan Sengal berwarna putih, tebal dan tanpa duri halus di dalam dagingnya, sehingga sangat disukai oleh masyarakat. Selama ini produksi ikan baung kebanyakan didapat dari penangkapan di alam (sungai/danau). Oleh karenanya hasil produksi tidak menentu baik dalam jumlah maupun ukurannya. Dengan berhasil diketahuinya teknik pemijahan ikan baung, maka dapat diharapkan usaha budidaya ikan tersebut akan berkembang. Sehingga produksi ikan baung dapat memenuhi permintaan masyarakat akan ikan air tawar jenis ini. (hobiikan)