Kepiting Sawah (Yuyu)

Kepiting adalah binatang anggota krustasea berkaki sepuluh dari upabangsa (infraordo) Brachyura, yang dikenal mempunyai “ekor” yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya (abdomen) sama sekali tersembunyi di bawah dada (thorax). Tubuh kepiting dilindungi oleh kerangka luar yang sangat keras, tersusun dari kitin, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Ketam adalah nama lain bagi kepiting.

Kepiting terdapat di semua samudra dunia, kepiting memiliki jenis yang beragam. Ada pula kepiting air tawar dan darat, khususnya di wilayah-wilayah tropis. Rajungan adalah kepiting yang hidup di perairan laut dan jarang naik ke pantai, sedangkan yuyu adalah ketam penghuni perairan tawar (sungai dan danau).

Yuyu adalah sejenis kepiting air tawar. Kata ini diambil dari bahasa Jawa. Ketam air tawar ini ada banyak jenisnya, dan kerap didapati di sungai-sungai, danau, dan persawahan; termasuk di parit-parit dan tanah bencah di sekitarnya. Dalam ilmu zoologi, jenis-jenis yuyu biasanya tergolong ke dalam suku Parathelphusidae atau Gecarcinucidae, superfamilia Gecarcinucoidea. Yuyu tidak jarang terlihat di luar air. Berbeda dengan kepiting laut yang sepasang kaki belakangnya berbentuk pipih, kaki yuyu semuanya memiliki ujung lancip. Tempurung punggung yuyu umumnya berwarna kecoklatan, kehitaman, hingga ungu gelap; kerap memiliki lekukan seperti bekas terinjak tapak kaki kuda. Tepi tempurungnya kadang-kadang ada yang memiliki beberapa duri kecil.

Merupakan Binatang Hama
Beberapa jenis yuyu merupakan hama bagi petani karena membuat lubang-lubang sarang di pematang sawah dan tepi saluran irigasi, dan membocorkan air yang dibutuhkan untuk mengairi sawah. Jenis-jenis tertentu juga merusak semaian padi, seperti halnya Parathelphusa convexa, P. bogoriensis, dan P. tridentata. Jenis Terrathelphusa (Perbrinckia) kuhli tercatat pernah merusak tanaman tembakau muda secara total di Banyumas.

Pemangsa Yuyu
Yuyu menjadi incaran banyak hewan pemangsa, diantaranya: berang-berang, tikus, biawak, dan berbagai jenis burung air tercatat sebagai musuh alaminya, yang berperan penting untuk mengendalikan populasi yuyu. Di daerah berair payau, sejenis katak (Fejervarya cancrivora) dan ular bakau (Fordonia leucobalia) diketahui memangsa yuyu. Petani Jawa sering memanfaatkan daging hewan ini sebagai umpan untuk meracun tikus sawah.

Yuyu Sebagai Umpan Mancing
Dalam dunia mancing terutama untuk mancing di alam liar (wild fishing) yuyu juga biasa digunakan sebagai umpan oleh para pemancing. Salah satunya dipakai sebagai umpan untuk mancing ikan gabus. Yuyu biasanya terdapat di pinggiran kali kecil, perbatasan antara air dan tanah, yang tanahnya basah dan banyak airnya (biasanya dia bikin lubang di situ), dan terdapat di pematang sawah.

9 Responses

  1. Deril says:

    apa makanan kepiting yuyu??tolong kasih tau donk..

  2. Rai Yasa says:

    trims…informatif

  3. septy rahmatia & calya firdha rasyida says:

    okey,kita berdua penggemar yuyu,sampai aja kita nyari dikali dan akhirnya dapet 2,dan akhirnya kita pelihara,gooooooooooooooooodddddddd……..

    • Anfira says:

      Mbaa, saya nemu yuyu kmrn dket parit rumah, saya taruh di aquarium yg airnya sedikit. Saya bingung cara meliharanya mba,mohon dishare. Mksh

    • Arif says:

      Mbak e gmn cara peliharanya? D kasi mkan apa?

  4. yasin daud says:

    saya memiliki kepiting yuyu yang hidup didanau dengan pasokan 1 bulan mencapai 2 ton/100 karung…mohon saya dibantu untuk pemasarannya…hub no 081342226780 atau email yasinthago@gmail.com
    terima kasih

  5. wisnu eko nugroho says:

    very very GooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooD

  6. wisnu eko nugroho says:

    very very goooooooooooooood

  7. acmad hidayat says:

    yuyu mbes(yg bertempurung lunak & yg msih kecil yg bisa dijadikan umpan ikan gabus} klo yg udh besar ikannxa pd takut semua bos…tkut di supit.he,he,he