Lophiiformes

Lophiiformes (bahasa Inggris : Monkfish, Goosefish, Anglerfish) adalah ordo ikan bertulang sejati yang umumnya hidup di laut dalam. Habitatnya di Samudra Arktik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania. Ikan dari ordo Lophiiformes terlihat mencolok dengan bagian kepala yang besar dan lebar.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Lophiiformes
Subordo
Antennarioidei
Lophioidei
Ogcocephalioidei

Lophiiformes adalah ikan karnivora, mulutnya besar dan bergigi. Ikan dari ordo Lophiiformes ini menyelam hingga ke dasar laut dan agar bisa menyerang ikan lain, mulutnya sedikit menghadap ke atas. Di bagian atas mulut terdapat antena yang bisa digerak-gerakkan sebagai umpan untuk menarik perhatian mangsa. Lophiiformes sering juga naik ke permukaan laut untuk menyerang burung laut.

anglerfish

1.  Cahaya yang dihasilkan oleh enzim yang disebut luciferase. Beberapa spesies membuat cahaya sendiri, selain untuk menarik mangsa, cahaya biru-hijau itu digunakan sebagai tanda pengenal individu ikan sejenis dan untuk menarik pasangan, menerangi lingkungan sekitarnya, mengejutkan musuh dan melarikan diri, sebagi penyesuaian terhadap ketiadaan sinar di laut dalam dan diduga sebagai ciri ikan beracun.

2. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan yang membesar itu digerakan diatas kultur bakteri tersebut, sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. Makhluk itu mengapung pasif dan menggoyangkan sampai mangsa mendekat.

3. Ketika rahang anglerfish itu terbuka, itu mampu menarik korbannya kedalam. Perutnya dapat menyimpan ikan yang lebih besar daripada anglerfish sendiri.

4. Karena gelap, maka cara mereka mencari pasangan dengan si betina mengeluarkan feromon dengan memainkan esca nya, sedangkan si jantan menangkap aroma feromonnya. Setelah si jantan bertemu si betina, maka si jantan ‘menggigit’ perut si betina, kemudian si jantan melepaskan suatu enzim ke pembuluh darah si betina melalui gigitan tersebut. Jantan akan terus menempel pada betina, ketika si jantan menggigit perut si betina, dia tidak akan pernah melepaskan gigitannya itu.

Selama proses itu si jantan bagaikan parasit, dia makan dari apa yang dimakan si betina. Tapi ternyata lama kelamaan si jantan menjadi atrofi (penyusutan). Jadi selama ‘penempelan’ itu lama kelamaan si jantan akan kehilangan organ pencernaannya, lalu otaknya, lalu jantungnya, lalu matanya, sampai akhirnya cuma tinggal sepasang gonad aja yang tersisa di tubuh nya. Dengan sepasang gonad yang tersisa ini, maka si betina mendapat suplai sperma yang berlimpah, dan bisa menghasilkan anak yang banyak (karena anglerfish ini ovovivipar). ini taktik reproduksi yang cerdik.