Mouth Breeder

Ikan Cardinal adalah salah satu ikan yang menetaskan telurnya di dalam mulut. Untuk mengamankan telur, ikan ini rela tidak makan sampai berminggu-minggu. Uniknya, setiap beberapa menit sekali, ikan ini meludahkan beberapa telurnya, namun beberapa saat kemudian dia akan kembali menghisap telur itu ke dalam mulutnya.

Kalau biasanya ikan betina yang menjaga telur, beda halnya dengan ikan kardinal. Setelah ikan betina mengeluarkan telur, ikan jantan lah yang bertugas menjaga telur sampai menetas. Menurut penelitian, saat ikan jantan meludahkan telurnya dan menghisapnya kembali, diperkirakan hampir 30 persen dari telur itu termakan. Saat ini, ikan kardinal sangat rentan kepunahan, ini terjadi karena pemanasan global. Karang yang menjadi habitat mereka terus menipis jumlahnya. 

Jawfish berkepala kuning memang dikenal sebagai hewan mouthbrooder, atau ikan jantan yang bertanggung jawab menjaga telur-telurnya sampai menetas. Sebagai ikan mouthbrooder, setelah ikan betina membuahi , jawfish jantan akan langsung mengamankan telur-telurnya di dalam mulut dan berjuang sendiri hingga semua telur itu menetas.

Biasanya telur-telur ikan selalu dijaga oleh ikan betina. Tapi, kali ini berbeda. Seekor ikan jantan jawfish memiliki tugas untuk melindungi telur-telurnya. Uniknya, untuk menjaga agar telur benar-benar aman, jawfish jantan memasukkan telurnya ke dalam mulut dan terus dibawa sampai menetas, persis seperti ikan kardinal.

Ikan jantan ini bahkan rela tidak makan selama berminggu-minggu guna menjaga telur-telur tetap di dalam mulut. Setelah telur menetas, jawfish jantan akan menghabiskan waktunya untuk mencari makan dan memulihkan diri. 

Arwana, ikan ini juga dijuluki mouth breeder karena mengerami telur di dalam mulut. Induk betina bertugas menjaga arwana jantan agar aman dari gangguan lingkungan sekitar terutama dari arwana – arwana lainnya.

Dalam mengerami telur – telur tersebut, arwana jantan membutuhkan waktu 1-2 bulan. Telur ini akan menetas pada awal musim hujan, seiring dengan naiknya permukaan danau atau rawa-rawa. tubuh induk arwana jantan yang sedang mengerami telur tampak kurus karena tidak makan dan mulutnya tampak lebih besar karena rahang bawahnya menggelembung.

Telur yang menetas menjadi larva atau burayak belum membutuhkan pasokan pakan dari lingkungannya. Pasalnya, ditubuhnya masih terdapat kantung tempat menyimpan cadangan pakan berupa kuning telur (egg yolk)  yang menempel di perutnya. Larva-larva ini akan tetap berada di dalam mulut arwana jantan hingga cadangan pakan di dalam egg yolk habis. Cadangan pakan tersebut akan habis setelah 35-45 hari. selanjutnya larva membutuhkan pasokan pakan dari lingkungannya. Larva-larva tersebut akan keluar dari mulut induk jantan setelah cadangan pakan ditubuh larva habis. Saat itu, larva sudah dapat berenang. Pada fase ini ukuran tubuh larva mencapai 5-7 cm.