Oarfish

Oarfish (Ikan Ular Laut Kuno) juga dikenal sebagai ribbonfish dan raja ikan haring. Panjang Oarfish dapat mencapai ukuran 50 kaki (15 meter) dan berat hingga 600 pon (272 kg). Oarfish termasuk juga ikan bertulang resmi terpanjang hidup pada kedalaman antara 66 kaki dan 1000 kaki.

Menurut beberapa sumber informasi, Oarfish akan datang ke permukaan laut bahkan ke pantai ketika ia sakit atau hampir mati. Itu sebabnya dalam kisah-kisah kuno menjelaskan bahwa ada orang-orang yang melihat ular laut (Oarfish) keluar dari permukaan air. Oarfish pernah ditemukan dengan panjang16 kaki di tepi pantai Bermuda pada tahun 1860 digambarkan sebagai ular laut. Oarfish tidak memiliki sisik dan tidak dapat dikonsumsi dagingnya juga oleh manusia seperti ikan-ikan pada umumnya.

Ikan Oarfish berukuran besar, memanjang, ikan pelagis Lampriform terdiri adalah famili dari keluarga Regalecidae. Ditemukan di lautan beriklim tropis sampai samudera namun jarang terlihat, keluarga oarfish berisi empat spesies dalam dua genera. Salah satunya, ikan haring raja (Regalecus glesne), terdaftar dalam Guinness Book of World Records sebagai ikan bertulang terpanjang yang masih hidup, rekor yang ikan yang pernah ditangkap berukuran sampai dengan 17 meter (56 kaki) .

Nama oarfish diduga karena ukuran tubuh mereka yang memanjang, mereka berenang menggunakan sirip perut mereka. Nama keluarga Regalecidae adalah berasal dari bahasa Latin regalis, yang berarti “kerajaan”. Sesekali oarfish terdampar di pantai setelah badai, dan kebiasaan mereka berbaring pada permukaan ketika sakit atau sekarat, membuat oarfish menjadi sumber dari banyak cerita legenda tentang monster atau naga ular.

Meskipun spesies ini adalah yang lebih besar dalam kegiatan memancing komersial (untuk sebagian kecil) atau nelayan pencari ikan, namun oarfish jarang tertangkap hidup-hidup; daging mereka tidak begitu disukai karena konsistensi gelatinnya. Ikan ini termasuk ke dalam kategori langka dan sangat jarang terlihat. Saking langkanya sehingga ikan ini tidak pernah tertangkap kamera dalam keadaan hidup hingga tahun 2001.

Ia termasuk ke dalam family Regalecidae yang memiliki empat spesies. Salah satu spesies, Regalecus Glesne, yang sedang kita bicarakan ini, pernah masuk ke dalam Guinnes Book of World Record karena pernah ditemukan seekor yang hidup dengan panjang tubuh hingga 11 meter.

Makanannya adalah plankton dan makhluk-makhluk laut kecil lainnya. Ia mampu hidup hingga kedalaman 1.000 meter. Anehnya, ikan ini tidak memiliki sisik. Tubuhnya hanya diselimuti oleh semacam membran yang disebut guanine. Para pelaut masa lampau mungkin telah melihat ikan ini di permukaan dan mempersepsikannya sebagai monster laut.

Ikan ini memiliki sirip tunggal berwarna merah dan termasuk ikan yang penyendiri. Namun ketika ikan ini sedang sakit atau sekarat, sepertinya sang penyendiri ini tidak ingin mati dalam kesepian. Jadi ia naik ke atas permukaan laut dan bertahan disitu hingga mati. Mungkin untuk menarik perhatian para pelaut, atau hanya ingin memandang matahari untuk terakhir kalinya.

Yang menarik, Oarfish ini diduga bisa mendeteksi terjadinya gempa besar. Mengapa demikian?
Oarfish biasanya tinggal di laut dengan kedalaman 1 km (lebih dari 3.000 kaki). Jenis ikan ini sangat jarang ditemukan hidup di laut dengan kedalaman kurang dari 200 meter dari permukaan laut. Ikan ini bisa tumbuh dengan panjang lebih kurang 17 meter (56 kaki).

Menurut kebiasaan kuno Jepang, ikan ini berenang ke permukaan dan pantai sebagai pertanda datangnya gempa bumi. Selain itu, juga terdapat teori ilmiah yang mengatakan binatang lebih sensitif bergerak ke permukaan dari pada manusia. Bencana tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Bencana itu terjadi setelah sebuah gempa dahsyat dengan kekuatan 8,9 Skala Richter.

Sistem keamanan darurat Jepang, saat terjadi tsunami, tampak bekerja dengan bagus memberi peringatan kepada rakyatnya. Namun, tampaknya sistem peringatan dini itu masih kalah cepat dengan peringatan yang disampaikan oleh kelompok ikan oar (oarfish). Tanda-tanda bencana itu, sepertinya telah dirasakan seminggu sebelum kejadian oleh sekelompok oarfish. Kawanan ikan itu ditemukan terdampar di pantai Jepang, seminggu sebelum tsunami menyapu kawasan pantai timur Jepang.

Beberapa ilmuan percaya ikan yang hidup di laut dalam sangat sensitif terhadap gerakan bumi dan biasanya selalu mendahului terjadinya gempa bumi. Meski demikian, kebanyakan ahli gempa tidak melihat hubungan ilmiah antara fenomena oarfish dengan gempa bumi. (berbagai sumber)