Paus Sperma

Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Dinamakan paus sperma (Physeter macrocephalus) karena didalam tubuh paus tersebut terdapat suatu organ yg disebut spermaceti. Spermaceti (berasal dari Yunani, sperma berarti benih, dan Latin cetus berarti paus) yg kadang-kadang keliru disebut parmaceti adalah zat lilin yg terdapat dalam rongga kepala paus sperma. Paus sperma diburu untuk spermacetinya, zat yang ditemukan di kepala mereka yang digunakan untuk produksi parfum, lilin, dan salep.

Spermaceti diekstrak dari minyak sperma dengan kristalisasi pada suhu 6° C. Spermaceti membentuk kristal putih yang keras tapi berasa berminyak saat disentuh, dan tanpa rasa atau bau, sehingga sangat berguna sebagai bahan dalam kosmetik, Leatherworking, dan pelumas. Zat ini juga digunakan dalam pembuatan lilin dengan nilai fotometrik standar, dan sebagai eksipien farmasi, seperti salep.

Para ilmuwan masih belum tahu fungsi sebenarnya dari spermaceti. Spermaceti mungkin digunakan sebagai kontrol daya apung paus, untuk membantu dalam menyelam (meningkatkan densitas zat lilin) dan naik ke permukaan (mengurangi kepadatan lilin untuk naik ke permukaan). Namun kemungkinan organ tersebut juga digunakan untuk memperkuat dan mengarahkan gelombang suara, saat paus sperma melakukan echolocation.

Makanan mereka terdiri dari banyak organisme yang lebih besar dan menempati perairan dalam. Mangsa utamanya adalah cumi-cumi besar dengan berat antara 3,5 ons hingga 10 kilogram, tetapi juga memakan hiu demersal dan ikan. walau begitu gak perlu takut, sudah banyak pengamat yang mendekati paus ini, dan tidak ada yang menyerang manusia.

DESKRIPSI FISIK

Ciri khas dari Paus Sperma adalah kepalanya yang besar, lebih-lebih untuk pejantannya, yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badanya. Nama spesiesnya sendiri macrocephaluss diambil dari bahasa Yunani untuk “kepala besar”. Berbeda dengan kulit licin yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain, kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna coklat dibawah cahaya matahari (“Great White Whale” dalam novel Melville, kalaupun ada, kemungkinan adalah albino). Tidak mengherankan kalau otak Paus Sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa). Namun, otak Paus Sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya.

Lubang pernafasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). Ini memberikan ciri-ciri hembusan berkembang yang jelas kearah depan. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Flukenya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. Flukenya diangkat tinggi tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam.

Paus Sperma mempunyai 20-26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengkonsumsi sotong, malah ada Paus Sperma liar yang sehat dan cukup makan namun tidak bergigi. Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas, namun gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut.