Taimen

Taimen adalah anggota terbesar dari keluarga ikan salmonid, yang juga terdiri dari trout dan salmon. Ikan ini adalah predator ganas, kadang-kadang mengejar mangsanya dalam jumlah yang besar, Hal inilah yang menyebabkanya dijuluki “river wolves atau serigala sungai”.

Taimen memiliki kepala berwarna abu-abu-hijau dengan kerutan, badan coklat kemerahan. Dan Taimen bisa sangat besar, dengan spesimen mencapai panjang enam kaki (dua meter).

Taimen, juga disebut Ikan forel raksasa Eurasia, yang terkenal rakus dan memiliki macam makanan yang bervariasi yang terutama ikan, tetapi bisa juga bebek dan bahkan mamalia seperti tikus atau kelelawar. Bahkan karena kerakusanya itu ikan ini menjadi kanibal alias memakan sesamanya sendiri. Beberapa taimen besar diketahui telah tercekik ketika mencoba untuk menelan spesies mereka sendiri yang lebih kecil.

Persebaran taimen dimulai dari Pantai Pasifik Rusia ke barat diseluruh Uni Soviet dan Mongolia. Saat ini mereka telah dilenyapkan dari banyak jangkauan mereka dan populasi yang signifikan hanya ada di Rusia dan Mongolia.

Raksasa ini sungai ini dihormati oleh umat Buddha banyak Mongolia sebagai anak dari roh sungai kuno dan Ikan taimen pun menikmati perdamaian ini di Mongolia, di mana budaya nomaden secara tradisional menghindari memancing. Tapi Bergesernya gaya hidup modernisasi Mongolia berarti penebangan, pertambangan, dan penggembalaan banyak dilakukan, sehingga kualitas air dalam habitat taimen itu menjadi sangat buruk. Dan memancing yang menjadi gaya hidup masyarakat, kembali mendorong taimen untuk dekat pada kepunahan di China, dan hal itu juga meluas ke Mongolia.

Taimen jarang tersebar di seluruh habitat mereka. Sebuah studi mengatakan, dari 60 mil (100 kilometer) dari sungai-sungai di mana ikan masih berkembang mengungkapkan sekitar 2.000 taimen yang ditangkap orang, hampir seluruhnya memiliki ukuran 26 inci (66 cm) dan sebagian kecilnya berukuran besar. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa jumlah ikan besar yang menjadi tonggak kehidupan sudah sangat sedikit. Karena kelangkaan mereka, kehilangan 1 ikan besar tunggal dapat berakibat sangat fatal untuk kelangsungan hidup mereka.

Sampai hari ini memancing taimen adalah mata pencaharian sehari-hari dan sumber pendapatan yang signifikan bagi perekonomian daerah. Pejabat Mongolia,bersama-sama dengan beberapa organisasi nonprofit, berusaha untuk menemukan keseimbangan untuk mengekang perburuan, namun belum mengatur dan mempromosikannya ke lembaga perikanan di sana. (berbagai sumber)