Tambraparni Barb

Tambraparni Barb (Puntius tambraparniei) merupakan ikan dari family cyprinidae yang ditemukan di sungai Tambraparni, sebuah sungai yang berada di pegunungan Western Ghat dan mengalir melalui Tamil Nadu, India bagian selatan.

Banyak orang yang sering keliru untuk membedakan spesies ini dengan spesies Puntius arulius, dikarenakan persamaan fisik yang amat mirip. Bahkan dulu dianggap bahwa Puntius tambraparnie merupakan subspesies dari Arulius barb (Puntius arulius). Sekarang telah dipastikan bahwa kedua spesies ini berbeda. Perbedaan terlihat pada Tambraparni barb jantan dewasa yang mempunyai sirip punggung bercabang dan memanjang, serta adanya sepasang barbel (sungut) .

Tambraparni barb termasuk keluarga barb yang tergabung dalam group Puntius filamentosus (Valenciennes) yang berasal dari India selatan dan Sri Langka. Banyaknya persamaan fisik antar spesies dalam kelompok ini, menyebabkan sering terjadi kesalahan penulisan atau penyebutan nama. Selain P.arulius, beberapa spesies lain juga digambarkan identik dengan ikan ini. Ikan ini berbeda dengan spesies P.filamentosusP.singhala dan P.assimilis karena mempunyai pola hitam pada tubuhnya yang lebih menyolok. Perbedaannya dengan spesies P.exclamatio adalah terletak pada tidak adanya pemanjangan dan bintik-bintik hitam pada bagian ekor. P.tambraparniei juga berbeda dengan P.srilangkaensis karena mempunyai bibir yang lebih ke bawah.

Deskripsi

Secara fisik, Tambraparni Barb hampir sama dengan golongan barb yang lain, namun ada yang membedakan yaitu tubuh lebih gemuk dan sirip punggung ikan jantan dewasa dapat memanjang melebihi sirip normal. Warna tubuh ikan jantan lebih menyolok dibanding tubuh ikan betina. Warna tubuh ikan cenderung orange keperakan dan warna hijau pada tubuh bagian depan. Sirip punggung cenderung berwarna gelap dan terdiri dari 8-10 garis atau cabang dengan 3 cabang yang paling menonjol (lebih panjang). Sirip dada dan perut cenderung berwarna transparan. Khusus sirip anal dan ekor berwarna orange.

Pada bagian tubuh, terdapat tiga sampai empat pola hitam yang cukup besar melintang dari belakang kepala sampai pangkal ekor ikan. Ukuran tubuh ikan ini rata-rata dapat mencapai 6-7 cm atau sekitar 2,33”-2,36”, namun sumber lain menyebutkan panjang ikan dapat mencapai 10 cm. Tambraparni barb mempunyai mulut kecil yang tertutup dan tidak memperlihatkan rahangnya, bentuk bibir yang halus dengan bibir bawah lebih besar. Pada ikan dewasa akan nampak adanya sepasang barbel (sungut) dengan panjang sekitar setengah dari diameter mata.

Perawatan

Untuk perawatan tambraparni barb dibutuhkan tangki dengan dimensi minimal 120cm x 30cm x 30cm atau sekitar 108 liter. Ikan ini akan sangat baik bila dipelihara dalam kelompok dengan jumlah 8-10 ekor ikan, pemeliharaan dalam kelompok juga berguna meredam sifat agresif ikan. Karakter ikan yang pendamai membuat banyak ikan spesies lain yang bisa dijadikan tankmate seperti jenis barb, danio, livebarrier, beberapa cichlid, pleco, tetra, gourami dan ikan karakter pendamai lainnya.

Ikan yang mempunyai masa hidup 5-8 tahun ini tidak membutuhkan sistem perawatan yang rumit. Kebersihan tangki dijaga secara berkala seperti halnya perawatan ikan spesies lain. Sistem oksigenasi haruslah baik begitu juga dengan laju alir air yang cukup. Kondisi air dijaga dengan suhu 19-25 oC dan pH 6-8. Dekorasi bukanlah hal yang mutlak perlu, namun dengan pencahayaan yang baik dan substrat hitam akan membuat ikan nampak lebih indah. Pemberian tanaman, akar yang membelit dan batuan kecil akan membuat tangki lebih hidup.

Makanan

Tambraparni barb cenderung bersifat omnivora di alam liar. Makanan alaminya berupacrustacea, cacing, material tanaman, serangga (larva) dan serpihan material organik. Untuk perawatan di aquarium dapat diberi makanan apapun, namun untuk menjaga kualitas warna tubuh ikan dianjurkan untuk diberi makanan hidup atau beku seperti bloodworm, daphnia danartemia serta beberapa pakan kering (pellet) berkualitas lainnya.

Pemijahan

Proses pemijahan tergolong tidak terlalu sulit. Siapkan ikan jantan dan betina yang telah siap untuk dipijah. Ikan jantan umumnya mempunyai warna tubuh yang menyolok, lebih ramping dan mengembangkan sirip punggung dalam filamen yang panjang. Sedangkan ikan betina biasanya bertubuh lebih bulat dan sirip punggung tanpa filamen. Ukuran tangki pemijahan biasanya 30” x 12” x 12” dan dilengkapi dengan Java moss untuk ikan meletakkan telur. Bagian dasar tangki diberi lapisan dengan lubang-lubang berukuran kecil. Ukuran lubang haruslah cukup besar agar telur ikan dapat melewatinya namun juga cukup kecil agar induk ikan tidak dapat meraihnya (induk ikan biasanya memakan telurnya sendiri).

Kondisi air dijaga pada pH netral dengan kesadahan kurang dari 8 dan temperatur 75-80 F. Pasangan ikan yang telah dipilih segera ditaruh tangki pemijahan pada malam hari dan jika berhasil maka ikan akan bertelur pada pagi harinya, jumlah telur yang dihasilkan biasanya berjumlah 2000 butir per pasang. Telur yang telah dipisahkan akan menetas setelah 24-48 jam, dan anakan ikan akan bebas berenang setelah 24 jam. Anakan ikan dapat diberi makan infusoria pada hari-hari pertama sampai mereka dapat memakan microworm dan artemia naupli. (zafact.blogspot)