Terubuk

Ikan Terubuk yang dalam bahasa Latin-nya di sebut Tenualosa macrura adalah ikan laut yang penyebarannya sangat terbatas di perairan estuarin di sekitar wilayah pulau Bengkalis (Riau), mempunyai sifat hermafrodit proandri yang mana dalam keseluruhan siklus hidupnya yang dijalani dalam waktu kurang dari dua tahun (18 bulan), maka pada tahun pertama kehidupannya akan dilalui sebagai ikan jantan (disebut ‘pias’), sedangkan pada tahun kedua akan berganti kelamin menjadi ikan betina (disebut ‘terubuk’). Ikan ini berpijah sepanjang tahun di sekitar muara sungai Siak.

classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Clupeiformes
Family: Clupeidae
Genus: Tenualosa

Ikan terubuk memiliki panjang berkisar 110-345 mm. Ikan terubuk berkelamin jantan memiliki ukuran 110-210 mm, sedangkan untuk ikan terubuk berkelamin betina mempunyai ukuran 100-340 mm. Namun jumlah ikan betina yang berukuran panjang 100-190 mm tidak sebanyak jumlah ikan jantan. Umur ikan terubuk berkisar antara 135 – 540 hari. Fekunditas ikan terubuk antara 30.000 sampai 375.000 butir telur dengan panjang ikan 225 mm sampai 345 mm. Fekunditas telur ikan terubuk ini lebih kecil bila dibandingkan dengan ikan terubuk yang terdapat di Serawak Malaysia (T. toli) dengan jumlah fekunditas sampai dengan 1,2 juta.

Ikan Terubuk adalah ikan pemakan jenis tumbuh-tumbuhan, plankton cacing, moluska, crustacea, branchyura, serbuk gergaji dan lain-lain. Populasi ikan terubuk saat ini sangat menurun bahkan sedikit sekali yang dapat ditangkap oleh nelayan. Hal ini sangat dimungkinkan karena telah mengalami tekanan ganda, yaitu akibat penangkapan secara terus menerus terhadap ikan betina dewasa (terubuk) guna diambil telur-nya dan kecenderungan degradasi lingkungan (terutama disebabkan oleh serbuk kayu) pada daerah habitat utama ikan tersebut.

Populasi

Keberadaan ikan terubuk dapat dijumpai disepanjang pantai, ada lima spesies ikan terubuk yang ada di dunia yaitu Terubuk di Indonesia (Tenualosa macrura)di Malaysia (T. toli), di Hilsa di India (T. ilisha), di Cina (T. reevesii) dan di sungai Mekong (T. thibaudeaui). Seiring dengan meningkatnya jumlah tangkapan ikan, penangkapan yang dilakukan saat melakukan proses regenerasi (bertelur dan memijah), dan menurunnya kualitas lingkungan di beberapa tempat yang menjadi habitat, keberadaan ikan terubuk semakin berkurang dimana hasil tangkapan semakin hari semakin menurun dengan cepat dan T. toli selanjutnya hilang dari perairan pantai Sumatera. Ikan terubuk saat ini hanya ditemukan di perairan Bengkalis Provinsi Riau.

Ikan terubuk adalah ikan tropis (Tenualosa macrura) yang sebelumnya ditemukan diseluruh daerah estuaria dan perairan pantai Sumatera dan Kalimantan yang merupakan daerah basis perkembangan perikanan. Satu-satunya daerah yang saat ini masih dapat dijumpai ikan ini adalah di perairan Bengkalis, Provinsi Riau. Ekosistem Kabupaten Bengkalis sendiri terdiri dari hutan daratan rendah, rawa gambut, hutan pantai, hutan mangrove dan estuaria. Luas hutan mangrove kabupaten Bengkalis sekitar 15.039 Ha, yang telah mengalami kerusakan sekitar 5.000 Ha atau 30 %. Daerah pemijahan ikan terubuk tedapat pada daerah sekiar Pulau Padang dan Sei Pakning sampai ke muara DAS Siak. Karena pada daerah ini selalu dijumpai ikan terubuk bertelur. Ikan terubuk melakukan migrasi terbatas antara tempat memijah di Selat Bengkalis dan nursery ground larva di Sungai Siak serta pertumbuhan juvenile di perairan pantai (mungkin termasuk daerah intertidal/bakau) yang ada disekitarnya.

Satu hal yang tidak dapat di pungkiri adalah, yang bernilai jual tinggi pada hewan ini adalah bukan pada ikannya itu sendiri, namun lebih pada telur-nya yang terkenal amat lezat. Jelas perburuan terhadap telur ikan ini menambah drastis penurunan populasi ikan tersebut. Kabupaten Bengkalis yang berada pada pulau Bengkalis dimana habitan terbesar ikan Terubuk di Indonesia  berada, di kenal juga dengan julukan Kota Terubuk, karena banyak orang mencari masakan telur ikan tersebut di kota Bengkalis.

(berbagai sumber)

.