Tiktaalik Roseae “Ikan Aneh”

Tak ada keraguan bahwa Tiktaalik Roseae adalah ikan. Ia memiliki insang, sisik, dan sirip. Namun, ia juga memiliki tampilan tetrapoda yang modern. Makhluk berkaki 4 seperti amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Seperti leher yang bisa bergerak dan tulang rusuk kuat.

Ikan yang sudah lama punah itu juga memiliki bahu, siku, dan pergelangan tangan parsial yang memungkinkan ia bergerak di tanah. Membuatnya menjadi contoh hewan perantara terbaik dari hewan bersirip dan hewan beranggota badan. Menandai lompatan evolusioner dari air ke darat untuk vertebrata.

Analisis awal dari fosil lain yang berasal dari masa transisi air ke tanah, ditemukan bahwa anggota badan mereka bagian belakang lebih kecil dan lemah dibandingkan bagian depan. Hal tersebut membuat para ilmuwan berpendapat nenek moyang awal tetrapoda mungkin lebih bergantung pada kaki belakang mereka. Sementara, makhluk berkaki 4 dengan pinggul dan kaki belakang kuat mungkin berkembang setelah evolusi tetrapoda.

Sejauh ini, satu-satunya spesimen Tiktaalik yang diteliti para ilmuwan, baru mengungkap bagian depan ikan aneh tersebut. Blok batu berisi fosil hewan itu kali pertama diekskavasi pada 2004. Para peneliti mengaku terkejut saat menemukan Tiktaalik memiliki tulang panggul yang kuat dan besar, mirip dengan tetrapoda awal.

“Saya awalnya mengira menemukan sirip belakang kecil dan panggul,” kata penulis utama studi, Neil Shubin, ahli paleontologi di University of Chicago seperti dimuat LiveScience. “Namun, saya melihat panggul itu kembali, saya cukup terkejut.”

Namun, Shubin memperingatkan bahwa Tiktaalik bukanlah nenek moyang dari semua vertebrata berkaki. Setidaknya ia merupakan kerabat terdekat yang dikenal. “Tapi bukan satu-satunya nenek moyang langsung,” kata dia. “Seperti sepupu terdekat kita.”

Dan masih belum jelas bagaimana anggota badan pelengkap bagian belakang milik vertebrata berkaki awal digunakan. “Apakah mereka digunakan untuk berjalan, berenang, atau keduanya?” tanya Shubin. Para ilmuwan menjelaskan temuan mereka secara rinci dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences 13 Januari 2014. (liputan6)

1 Response

  1. anwar says:

    aku punya fosil tersebut.hub aku 08123004688