Whiteseam Fighter

Whiteseam Fighter (Betta albimarginata) atau Whiteseam betta merupakan ikan Betta yang ditemukan pertama kali di pulau Kalimantan, tepatnya provinsi Kalimantan timur. Sesuai namanya albimarginata yang berarti tepian putih, ikan ini mempunyai warna putih di tepian semua siripnya termasuk juga pada ujung ekornya.

TAKSONOMI
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Perciformes
Family: Osphronemidae
Genus: Betta
Species: Betta albimarginata

Betta albimarginata adalah spesies terkecil dalam genusnya karena hanya mempunyai panjang tubuh 5 cm. Secara fisik, ikan dari family Osphronemidae ini mempunyai tubuh yang memanjang, mata besar dan mulut lebar. Walaupun kecil, ikan ini bersifat karnivora dan memakan pangan hidup atau beku seperti cacing darah, glass worm dan arthemia, dan ikan ini menolak bila dikasih pangan kering dan juga makanan yang terlalu kecil.

Habitat

Betta albimarginata hidup pada habitat aslinya di pedalaman sungai Sembuak dengan pH 6–7,5 dan suhu 22–260C. Perawatan di aquarium dapat dilakukan dengan menyediakan beberapa tanaman dan kayu untuk bersembunyi. Betta albimarginata jantan mempunyai warna yang sangat menarik dibanding betina, betina berwarna abu – abu pucat sedangkan jantan berwarna cokelat yang tajam dengan warna putih di pinggiran siripnya.

Walaupun tidak bersifat agresif, namun jantan mungkin bersifat teritorial dan lebih baik jika dipelihara dalam pasangan. Betta albimarginata merupakan jenis Mouthbrooder dan memiliki ritual perkawinan yang menarik. Perkawinan dilakukan dengan cara berpelukan dan pada saat tersebut dilepaskan beberapa butir telur. Telur–telur yang dilepaskan oleh betina akan diambil oleh jantan dan ditaruhnya di dalam kerongkongannya.

Proses mengerami dilakukan oleh jantan selama delapan sampai dua belas hari. Biasanya ikan jantan yang masih muda awalnya akan memakan telur-telur setelah dua sampai tiga hari pengeraman, namun jantan tersebut kemudian akan belajar membawa telur itu. Setelah pengeraman selesai, anak–anak ikan dilepaskan dari mulut induknya. Tidak semua telur berhasil menetas, biasanya anakan ikan yang dilepas tidak lebih dari 40 ekor. Induk ikan baik jantan maupun betina akan mengasuh anak mereka. Anakan ikan yan baru menetas mempunyai panjang tubuh 5 mm dan warna yang gelap cenderung kehitaman. Mereka dapa diberi makanan seperti infusoria. Pertumbuhan anakan ikan sangat lambat dan akan mencapai panjang tubuh 4 cm saat berusia 6 bulan. (zonaikan)