Hal Paling Dasar Dalam Memancing

Kegiatan memancing saat ini kian marak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Memancing saat ini bukan lagi sekedar olahraga dan hobi saja, kini pun telah menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Contohnya para pemancing yang melakukan trip-trip mancing untuk ditanyangkan di sebuah stasiun televisi.

Secara luas memancing adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga (sport fishing) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan. Atau bisa juga sebagai kegiatan menangkap ikan atau hewan air tanpa alat atau dengan menggunakan sebuah alat pancing oleh seorang atau beberapa pemancing.

Namun dalam praktek dan dari hasil buruannya, tidak semua kegiatan memancing ikan selalu membuahkan hasil seekor ikan, memancing ikan dapat juga diartikan tidak saja untuk menangkap ikan namun juga kodok, penyu, ikan, cumi-cumi, gurita, bahkan ikan paus. Ada 5 hal yang mendasari kegiatan ini, yaitu:

1. Ikan
Ikan merupakan sasaran atau tujuan kegiatan ini. Menaklukan ikan saat memancing memang memiliki kepuasan tersendiri bagi seorang pemancing, apalagi jika ikan yang berhasil ditaklukan berukuran besar atau ikan yang menjadi idaman para pemancing, rasa bangga pastilah menyertainya. Yang menjadi target dalam kegiatan memancing bukan hanya ikan saja, tapi juga hewan laut seperti cumi, kepiting, dan udang. Tanpa adanya target/sasaran, kegiatan ini bukanlah apa-apa.

2. Umpan
Memancing memerlukan umpan untuk menarik perhatian mangsa. Umpan merujuk kepada umpan hidup, mati maupun tiruan (lure). Umpan turut berperan penting dalam kegiatan memancing, karena umpan berfungsi menarik perhatian ikan untuk menyambar kail. Umpan juga menentukan ikan seperti apa yang akan terpancing.

3. Waktu
Waktu untuk memancing pun tidak kalah penting, waktu saat memancing sangat berpengaruh terhadap pola makan ikan dan hasil pancingan yang akan didapat. Waktu menentukan kapan saat tepat ikan untuk dipancing, atau pola makan ikan. Apakah pagi, siang, dan malam, atau saat air berarus deras atau tidak.

4. Lokasi
Tempat di mana anda akan memancing atau lokasi yang anda pilih untuk melontar joran akan menentukan teknik, umpan, dan ikan seperti apa yang akan dipancing. Seperti di sungai/empang, muara, laut, dll. Pilihlah lokasi yang tepat sesuai dengan target ikan dan teknik yang akan digunakan.

5. Peralatan dan Kemahiran
Setiap kawasan dan jenis ikan buruan mesti disesuaikan dengan peralatan yang sesuai. Gagal memilih peralatan seimbang dan sesuai tentu akan menyebabkan acara mancing anda tidak maksimal. Pemilihan, penggunaan dan bawaan terhadap peralatan pula memerlukan kemahiran. Kemahiran atau kemampuan seorang pemancing dalam memilih peralatan dan menguasai teknik sangatlah berpengaruh terhadap kegiatan mancing. Kemahiran tersebut dapat diperoleh dari pengalaman-pengalaman memancing, serta bersumber dari media seperti majalah mancing atau artikel-artikel di internet.

6. Nasib atau Keberuntungan
Selain yang telah disebutkan di atas, ada satu hal yang juga mendasari kegiatan ini yaitu nasib keberuntungan seseorang. Nasib bukan suatu pintu rezeki tanpa ia diusahakan terlebih dulu. Sebagai contoh, jika kita menaiki boat memancing, jangan harap ikan meloncat masuk ke dalam boat dengan sendiri. Konsep memancing memang tidak dapat lari daripada ungkapan ‘kita tidak tahu di mana ikan, kalau bernasib baik kita boleh dapat’. Jika kita memancing di kawasan yang sama (satu boat misalnya duduk sebelah menyebelah) dengan peralatan, umpan dan teknik sama. Tiba-tiba hanya rakan di sebelah yang menaikkan ikan sedangkan umpan anda langsung tidak disentuh. Jika ini berlaku, maka dia memang lebih bernasib baik daripada anda.

Tapi jika anda sedang bertarung dengan ‘strike’ ikan yang sama menggunakan peralatan yang sama, tiba-tiba anda gagal atau ikan terlepas ataupun tali putus sedangkan rekan anda sukses menaklukan ikan tersebut. Ini boleh katakan kemahiran pula menentukan kesuksesan. Jika hanya umpan berlainan maka diet atau umpan menjadi faktor. Jika umpan yang sama digunakan di lokasi yang sama tetapi memancing pada waktu berlainan siang dan malam contohnya, masa pula menjadi elemen penentu.