Rumpon Permukaan

Rumpon permukaan adalah rumpon yang dipasang di permukaan perairan, baik itu dipasang dengan cara diset menetap di satu lokasi perairan atau dipasang dengan cara dihanyutkan. Rumpon permukaan ditargetkan untuk ikan-ikan pelagis. Bentuk rumpon permukaan dari bagian pelampung bisa dibuat dalam bentuk empat persegi panjang, bujur sangkar, bulat, lonjong, dan atau dalam bentuk lain. Bahan pembuat rumpon permukaan dari bagian pelampung bisa dibuat dari bambu, kayu, metal, drum plastik, atau drum besi. Bagian atraktor bisa memakai dedaunan seperti pelepah daun kelapa, pinang, rumbia, dedaunan lain, atau bekas alat tangkap yang terbuat dari jaring. Tali temali sebagai pengikat rumpon bisa memakai tali shynthetis (rope), atau tali kawat baja (wire rope). Bagian pemberat bisa memakai jangkar besi, pemberat konkrit, atau gabungan dari keduanya.

Pemasangan rumpon permukaan yang diset menetap banyak dilakukan oleh nelayan skala kecil atau oleh nelayan skala menengah di perairan pantai atau di pera-iran lepas pantai. Rumpon permukaan yang diset menetap di suatu perairan yang mempunyai kedalaman kurang dari 200 meter, baik itu di perairan pantai, di perairan lepas pantai, maupun di perairan laut lepas, disebut dengan ”Rumpon Permukaan Menetap Laut Dangkal”, sedangkan yang diset menetap di perairan yang mempunyai kedalaman lebih dari 200 meter, baik itu di perairan pantai, perairan lepas pantai, maupun di perairan laut lepas, disebut dengan ”Rumpon Permukaan Menetap Laut Dalam”. Pemasangan rumpon permukaan yang dihanyutkan banyak dilakukan di perairan lepas pantai atau perairan Internasianoal oleh nelayan skala besar. Untuk rumpon hanyut yang dihanyutkan di perairan laut dangkal maupun di perairan laut dalam disebut dengan ”Rumpon Hanyut”, atau tidak ada perbedaan dalam istilah penama-annya.

(martasuganda.wordpress.com)