Tonda (Troll Line)

Pancing Tonda (Troll Line) adalah pancing yang diberi tali panjang dan ditarik oleh perahu atau kapal. Pancing diberi umpan ikan segar atau buatan yang karena pengaruh tarikan bergerak di dalam air sehingga merangsang ikan buas menyambarnya. Namun, untuk penangkapan tuna besar alat ini belum umum dipakai karena swimming layer ikan ini jauh lebih dalam dari operation depth dari tonda yang ada. Dengan menggunakan sistem pemberat, papan selam, atau tabung selam dan dikombinasikan dengan perhitungan kecepatan kapal, maka operation depth dari pancing dapat diatur mendekati swimming layer tuna. Dengan demikian alat ini memungkinkan menangkap tuna.

Kontruksi pancing tonda terdiri dari galah, tali pancing utama, kili-kili, tali pancing cabang, dan mata pancing. Mata pancing pada pancing tonda ada yang dilengkapi dengan umpan tiruan (hook with false bait), umpan tiruan yang dilengkapi dengan mata pancing (rapala), atau ada juga yang dilengkapi dengan umpan alam.

Pengoperasian tonda memerlukan perahu atau kapal yang selalu bergerak di depan gerombolan ikan sasaran. Biasanya pancing di tarik dengan kecepatan 2-6 knott tergantung jenisnya. Ukuran perahu atau kapal yang dipakai berkisar antara 0,5-10 GT. Untuk sub surface trolling ukuran kapal dan kekuatannya harus lebih besar dan dapat dilengkapi dengan berbagai peralatan bantu terutama untuk menggulung tali. Dipasaran terdapat banyak variasi dari Pancing Tonda, terutama untuk pada penggemar sport fishing. Biasanya untuk keperluan komersial hanya bagian desainnya saja yang banyak variasinya.

Alat tangkap ini ditujukan untuk menangkap jenis-jenis ikan pelagis yang biasa hidup dekat permukaan, mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mempunyai kualitas daging setengah mutu tinggi. Jenis-jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan antara lain jenis ikan bonito (Scomberomerous sp.), tuna, salmon, cakalang, tengiri dan lainnya. Melalui bagian belakang maupun samping kapal yang bergerak tidak terlalu cepat, dilakukan penarikan sejumlah tali pancing dengan mata-mata pancing yang umumnya tersembunyi dalam umpan buatan. Ikan-ikan akan memburu dan menangkap umpan-umpan buatan tersebut, hal ini tentu saja memungkinkan mereka tertangkap.

Sainsbury (1986) menegaskan bahwa kunci keberhasilan penangkapan umumnya banyak ditentukan oleh :

  • Kemampuan pendugaan tempat-tempat pengkonsentrasian daerah yang banyak didiami jenis-jenis ikan menjadi tujuan penangkapan ;
  • Kesiapan ikan-ikan untuk memekan umpan ;
  • Kemampuan untuk mengetahui keadaan suhu dan gradiasi suhu maupun termoklin yang ada di daerah penangkapan tersebut, karena ikan-ikan pelagis yang hidup dekat permukaan ini umumnya sangat sensitif terhadap hal ini ;
  • Bunyi yang dihasilkan baik oleh mesin maupun propeler kapal dapat mengganggu dan mengusir ikan-ikan yang membuntuti kapal yang sedang dioperasikan. Sehubung dengan hal ini, perahu atau kapal yang digerakan oleh tenaga layar tampaknya justru akan lebih baik.

Bagian-bagian Alat Pancing Tonda
Pancing tonda terdiri dari komponen-komponen yang penting, yaitu:

  1. Galah
  2. Tali utama, bahan umumnya dari benang plastik monofilament dengan panjang tali bervariasi tergantung keadaan, umumnya antara 100-500 meter
  3. Kili-kili
  4. Tali kawat
  5. Mata pancing tunggal atau mata pancing ganda
  6. Umpan tiruan

Daerah penangkapan
Daerah penangkapan untuk pancing tonda skala kecil hanya di sekitar perairan pantai, untuk yang berskala menengah dan besar biasanya di lepas pantai.

Metode pengoperasian
Perahu menuju daerah penangkapan, pancing diturunkan, kemudian ditarik. Lamanya penarikan tergantung dari ada tidaknya hasil tangkapan. Apabila diketahui ada ikan yang kena pancing, pancing ditarik, hasil tangkapan diambil, kemudian pancing diturunkan lagi, begitu seterusnya dilakukan berulang kali.

Musim penangkapan
Musim penangkapan disesuaikan dengan musim ikan yang beruaya ke perairan pantai, untuk tujuan penangkapan tuna dan layaran bisa dilakukan sepanjang tahun.

Pemeliharaan alat
Setelah peralatan pancing dipakai, kemudian dibersihkan dan disusun kembali untuk operasi penangkapan berikutnya.

Kelengkapan dalam Unit Penangkapan Ikan

Kapal
Pancing tonda umumnya dioperasikan dengan perahu kecil. Ukuran perahu di Banda Aceh panjangnya 15-20 m dengan mesin diesel dalam berkekuatan 33 HP yang menggunakan 15 pancing. Secara rinci spesifikasi perahu pancing tonda adalah sebagai berikut :
1) Jenis perahu inboard engine
2) Dimensi 11,5 x 2,8 x 1,2 m
3) Bahan kayu bungur
4) Mesin utama (yanmar 22 PK) dan mesin cadangan (jiondang 18 PK)
5) Bahan bakar solar
6) Tanki BBM sebanyak 2 buah dengan kapasitas tiap tangki 250 liter
7) Palkah sebanyak 3 buah, bagian luar dan penutupnya dari kayu, bagian dalamnya dari alumunium. Penangkapan pancing tonda dilakukan di siang hari, kegiatan penangkapan bisa menggunakan perahu layar, atau kapal motor.

Nelayan
Jumlah nelayan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pancing tonda sebanyak 4-6 orang. Tterdiri dari satu orang nahkoda merangkap sebagai fishing master. Satu orang juru mesin dan 2-4 orang ABK yang masing-masing mengioperasikan satu atau lebih pancing pada saat operasi penangkapan berlangsung.

Alat Bantu
Alat bantu pancing tonda yaitu rumpon. Rumpon berfungsi untuk mengmpulkan ikan sehingga nelayan tidak susah untuk mencari ikan.

Umpan
Penggunaan umpan alami pada pancing tonda jarang digunakan. Hal ini karena sifat umpan alami yang mudah lepas dan mudah rusak oleh gerakan air selama operasi penangkapan ikan berlangsung. Jenis umpan yang digunakan adalah umpan buatan yaitu jenis ikan layang, kembung, bandeng, belanak, lemuru dan tembang.

Metode Pengoperasian Alat
Pengoperasian pancing tonda dimulai dengan persiapan terlebih dahulu. Tahap persiapan terbagi menjadi dua bagian yaitu persiapan di darat dan persiapan di laut. Persiapan di darat meliputi pengisian dan pengecekan bahan bakar, pengecekan mesin dan perahu, alat tangkap dan pengecekan alat bantu penangkapan dan lain-lain. Persiapan di laut meliputi pengaturan tali pancing dan gulungan pada posisi yang telah ditentukan.

Kegiatan penangkapan diawali dengan scouting atau pencarian gerombolan ikan dengan melihat tanda-tanda keberadaannya seperti warna perairan, lompatan ikan cakalang, dan buih di perairan. Pengoperasian pancing tonda dimulai dari pagi hari hingga sore tergantung situasi dan kondisi alam yaitu pukul 05.00-17.00 yang diduga pada saat itu adalah saat dimana ikan cakalang dan tuna bermigrasi untuk mancari makan. Pengoperasiannya dengan pemasangan alat tangkap (setting) yaitu mengulur alat tangkap perlahan-lahan ke perairan dan mengikat ujung tali pada salah satu ujung kanan atau kiri perahu dengan jarak tertentu.

Setelah setting berakhir tali pancing yang telah direntangkan di sisi kanan dan kiri perahu ditarik terus menerus menyusuri daerah penangkapan dengan kecepatan konstan 2-4 knot dengan tujuan umpan buatan yang dipakai bergerak-gerak seperti mangsa. Untuk membuat umpan lebih aktif melayang di perairan, perahu dapat dijalankan dengan arah zig-zag. Pada saat salah satu umpan dimakan ikan, pemancing langsung memberitahu juru mudi atau nahkoda unutk menaikkan kecepatan perahu. Pada saat inilah penarikan tali pancing bisa dimulai. Salah satu ABK akan menarik pancing tersebut dan menggulung tali pancing pada penggulung. Setelah ikan diangkat keatas perahu maka pancing segera dilepas dari ikan dan pancing tersebut diulurkan kembali ke perairan. Langkah selanjutnya seperti pada saat setting telah berakhir dan begitu seterusnya sampai mendapatkan ikan kembali.

Daerah Pengoperasian
Daerah penangkapan ikan dengan menggunakan pancing tonda merupakan daerah dimana operasi penangkapan ikan berlangsung yang diduga tempat ikan-ikan bergerombol, biasanya daerah yang menjadi sasaran tangkapan adalah daearh dimana terdapat ikan tuna yaitu pertemuan antara 2 arus yang terjadi, tempat terjadinya upwelling, konvergensi, dan divergensi yang merupakan daerah berkumpulnya plankton, perairan yang memiliki salinitas 34%, temperatur optimum berkisar anatar 150C-300C pancing tonda juga dioperasikan di daerah tempat ikan-ikan pelagis. Pancing tonda dioperasikan di beberapa daerah seperti India, Pelabuhan Ratu, Teluk Lampung, Banda Aceh ,dan lain-lain.

Hasil Tangkapan
Secara umum hasil tangkapan utama pancing tonda adalah ikan pelagis yang bernilai ekonomis tinggi seperti ikan tuna (Katsuonus sp) dan ikan cakalang. Selain ikan-ikan tersebut pancing tonda dipergunakan untuk menangkap ikan yellowfin, skipjock, swordfish, dorado dan ikan pelagis lainnya.