Float / Pelampung

Pelampung merupakan suatu alat bantu/indikator yang serbaguna bagi pemancing. Pelampung tidak hanya berfungsi sebagai indikasi bahwa umpan termakan, tetapi juga bisa membuat gerakan umpan terlihat lebih natural. Pelampung umumnya terbuat dari bahan gabus, kayu, bulu merak dan fiber/plastik, dengan bentuk yang beraneka ragam. Misalnya: Panjang, bulat, oval (telur), gasing, dsb.

Pemakaian Pelampung
Pemilihan bentuk pelampung untuk dipakai memancing tergantung arus air di tempat pemancingan. Umumnya untuk memancing di empang/kolam, dipakai pelampung yang berbentuk panjang, dengan ukuran +/- 9 -12 cm, tetapi bentuk lainpun dapat dipergunakan (sesuai selera masing-masing) dan untuk pemancingan galatama umumnya tidak menggunakan pelampung.

Untuk pemancingan di pinggir laut, umumnya dipakai pelampung yang berbentuk bulat atau gasing dan untuk pemancingan ditengah laut, misalnya trolling, umumnya tidak menggunakan pelampung.

Cara Kerja Pelampung
Umpan buatan dikaitkan ke hook dan dimasukkan ke air, hingga mencapai dasar. Pada saat umpan mencapai dasar, pelampung akan berdiri mengambang di air. Umpan yang mencapai dasar tersebut akan dikerubuti oleh ikan-ikan kecil, dan pelampung akan sedikit berayun naik turun. Saat umpan didekati oleh ikan besar dan dimaka, maka pelampung akan bergerak turun atau terendam, pertanda ikan telah tersangkut dikail.

Chemical Light
Untuk pemancingan di malam hari, ujung joran atau ujung pelampung yang bentuknya panjang dapat dipasang atau divariasikan dengan chemical light yang dapat menyala dalam gelap selama beberapa jam.

.

1 Response

  1. olga handoko says:

    kalo buat mancing kolam cocoknya pelampung , kail , sama senar yg mana ya 🙂 ? thanks