Menguji dan Mengasah Mata Kail

Mata kail adalah salah satu alat untuk menangkap ikan yang paling populer dan digunakan untuk memancing. Mata kail digunakan sebagai tempat untuk menaruh umpan pancing, yang pada awalnya terbuat mulai dari tulang atau kayu keras pada zaman dahulu. Pada masa kini bermacam mata kail sudah dapat dibuat dari berbagai macam logam keras seperti dari besi (yang diberi lapisan chrome), baja atau bisa juga dengan campuran bahan logam lainnya misalnya dari bahan karbon. Mata kail mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam. Sedangkan untuk ukuran besar-kecilnya pada mata kail biasanya dibedakan dengan menggunakan nomer.

Hook/mata kail sudah dikenal orang sejak jaman dahulu, hal ini dapat dilihat bahwa pada jaman dahulu hook selalu dibawa orang yang melakukan perjalanan dan digunakan sebagai alat untuk mendapatkan ikan. Dahulu hook dibuat orang dengan menggunakan kayu, tulang belulang, gigi ikan paus dsb, kemudian dari bahan tersebut dibentuk dan diikat menggunakan tali sehingga menyerupai bentuk hook. Dari penjelasan di atas maka hook dapat didefinisikan sebagai salah satu alat yang terpenting dalam memancing ikan dan berfungsi untuk mengait ikan yang akan dipancing.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menguji ketajaman mata kail dan cara mengsahnya, yaitu:

Menguji ketajaman mata kail dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
1. Ambil satu buah mata kail dan letakkan di atas kuku ibu jari
2. Seret mata kail tersebut di atas kuku
3. Jika mata kail tersebut tidak meninggalkan bekas di kuku, artinya mata kail tersebut tidak tajam
4. Dan jika mata kail melekat di kuku berarti tajam

Yang mesti kita pahami adalah bahwa mata kail dibuat agar bisa menembus mulut ikan dan menahannya agar tidak terlepas, untuk itu ketajaman mata kail (cutting edge) dan ketajaman ujungnya (sharp point) sangatlah penting.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Panjang mata berkurang (Receding point length)
Hal itu bisa terjadi karena mata kail patah atau sudah aus. Mengasah mata kail secara berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.Apabila hal ini terjadi maka disarankan untuk tidak menggunakan lagi mata kail tersebut.

2. Ujung mata bengkok (bent point)
Adakalanya mata pada kail akan membengkok disebabkan karena tersangkut pada benda yang keras misalnya kayu, batu, karang maupun tulang bibir ikan. Mata kail yang bengkok sangat memudahkan ikan terlepas kembali apabila ia melompat atau meronta. Jika anda masih ingin menggunakannnya maka anda harus meluruskannya kembali serta mengasahnya seperti semula, atau lebih baik anda mengganti saja dengan yang baru.

3. Burrs on Barb
Burr atau kelebihan logam pada barb, sering terjadi pada saat proses pembuatan mata kail. Cara untuk menghilangkannnya adalah dengan cara mengasahnya menggunakan kikir.

Cara-cara Mengasah Kail :
1. Pegang mata kail dengan kuat.
2. Asah menggunakan kikir atau batu pengasah dari “barb” ke mata kail dengan menariknya ke bawah beberapa kali dalam satu arah. Pastikan pengasah dipegang pada sudut yang sama.
3. Ulangi asahan pada mata kail yang bersebelahan.
4. Uji ketajaman mata kail tersebut.

Tips Untuk Mengasah Mata Kail :
1. Jangan mengasah mata kail terlalu berlebihan
2. Mata kail mudah karat, jadi setelah mengasahnya atau digunakan segera keringkan mata kail.
3. Jangan simpan mata kail di tempat yang lembab atau di dalam kotak yang basah.
4. Tukar atau jangan gunakan lagi mata kail yang sudah berkarat.