Sinker / timah

Timah digunakan sebagai pemberat, agar umpan bisa tenggelam dalam air. Bentuk timah sangat beragam, antara lain: timah anting, melinjo, lonceng, peluru, teratai, kerucut, jantung, dll, dengan berat berkisar antara 0.5 gr – 300gr.

Jenis timah dan penggunaannya

Pada umumnya timah dibagi menjadi tiga jenis:

  • Timah berat, umumnya digunakan untuk mancing di laut atau sungai yang berarus kencang.
  • Timah pasir, umumnya digunakan untuk memancing di empang/ kolam.
  • Timah daun, umumnya digunakan untuk memancing di empang/ kolam, dan untuk penggunaannya umumnya di robek atau digunting selebar yang kita inginkan, lalu sobekan timah tersebut dilipat dan dipasangkan pada tali senar.

Contoh-contoh timah dan penggunaannya

Timah ranggung, umumnya digunakan untuk mancing kontrekan, caranya dengan mengisi rongga timah dengan umpan dan setelah timah mencapai dasar, timah tersebut di ayun naik turun, sehingga umpan di dalam timah akan keluar dan menyebar.

Timah kawat, kerucut, piramid, teratai dan jantung, umumnya digunakan untuk memancing dengan teknik jigging. Sedangkan untuk casting umumnya menggunakan timah melinjo dan timah anting. Untuk pemancingan di kolam umumnya memakai timah pasir, daun, dan galatama.

Pemasangan timah

Pemasangan timah langsung diatas hook/mata kail dan swivel, terkadang menyebabakan timah tersebut masuk atau tergelincir kedalam kepala hook dan kepala swivel, untuk menghindari hal tersebut, maka sebaiknya menggunakan plastik bead diantara timah dan mata kail, atau timah dan swivel sebagai penahannya..