Bendungan Sengguruh

Seperti halnya bendungan lain, tujuan awal pembangunan sebuah bendungan adalah untuk kepentingan masyarakat misalnya untuk irigasi ataupun untuk menanggulagi banjir. Begitu juga dengan Bendungan Sengguruh ini yang pembangunannya ditujukan sebagai saluran irigasi untuk daerah yang ada disekitar bendungan.

Keberadaan bendungan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pemancing, karena dengan adanya bendungan ini menambah satu lagi spot mancing yang layak dicoba untuk mendapatkan ikan hasil pancingan. Khususnya bagi pemancing yang tinggal di daerah Kapenjen – Malang, mereka rela berpanas-panasan untuk memancing ikan yang cukup banyak di bendungan ini.

Ada dua lokasi di bendungan sengguruh ini yang bisa dijadikan tempat memancing yaitu ; Daerah di dalam bendungan dan satu lagi saluran pembuangan air yang keluar dari mulut bendungan. Di dua daerah inilah biasanya tempat ikan berkumpul. Jika anda mancing di dalam bendungan, disana akan ada jalan setapak melewati pabrik kertas yang akan membawa anda tepat di genangan air bendungan. Di tempat ini juga banyak pula para pemancing yang menggunakan perahu sampan yang disewa seharian penuh untuk mencari hotspot memancing di sepanjang bendungan.

Ikan yang terdapat di dalam bendungan adalah akan nila dan mujair dengan jumlah yang lumayan banyak. Umpan yang digunakan biasanya adalah lumut. Dengan rangkaian khusus, mata pancing untuk lumut dicelupkan ke dalam tumpukan lumut tersebut sehingga menempel pada mata pancing, selanjutnya dilemparkan ke dalam perairan.

Untuk lokasi yang kedua yaitu saluran pembuangan air, arusnya cukup besar disini dan ikan yang menghuni salura pembuangan air ini adalah ikan bader merah.  Para pemancing yang memancing pada arus yang kuat ini banyak yang menggunakan umpan pelet. Jenis umpan pelet yang sudah dilemaskan bisa ditambah dengan berbagai aroma, biasanya pemancing  menambahkan bawang atau trasi sebagai campuran pakan.

Biasanya pemancing yang memancing di daerah ini menggunakan mata pancing yang agak berbeda,  rangkaian mata pancing kecil dengan jumlah mata pancing sampai 15 biji. Rangkaian kail tersebut memiliki senar sendiri – sendiri dan digabung menjadi satu rangkaian besar. Umpan sebesar bakso di bentuk seperti jamur dimana mata kail dipasang di setiap sudut umpan jamur tersebut sehingga jika ikan bader memakan umpannya dari sisi mana saja pasti akan kena mata pancingnya.

Bagi anda yang datang kesini membawa kendaraan bisa menitipkan kendaraan anda di halaman rumah-rumah penduduk, karena mereka bersedia menawarkan halaman rumahnya sebagai tempat parkir. Pada hari libur, jumlah pemancing yang datang cukup banyak sehingga bisa menjadi pemasukan tambahan bagi penduduk yang tinggal disekitar bendungan sengguruh. Jika ternyata anda kurang sukses dan anda masih ingin membawa oleh – oleh ikan, terdapat juga warung – warung yang menjual ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal yang menggunakan jaring dan jala.

Namun sangat disayangkan,kesadaran penduduk lokal tentang kelestarian dan keseimbangan alam masih sangat kurang. Karena nelayan lokal di bendungan sengguruh ini masih menggunakan cara-cara yang salah dalam mencari ikan yaitu dengan menggunakan setrum. Dengan menggunakan perahu sampan mereka membawa beberapa accu dengan daya yang cukup besar untuk menangkap ikan.

Sumber : pemancing