Danau Lindu

Danau Lindu merupakan danau yang terletak di kecamatan Kulawi, kabupaten Donggala, provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia dan berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu.

Wilayah yang sering disebut Dataran Lindu ini dikelilingi oleh punggung pegunungan sehingga sulit untuk dijangkau oleh kendaraan bermotor, memiliki empat desa yaitu Desa Puroo, Desa Langko, Desa Tomado dan Desa Anca. Ke-empat desa ini terletak di tepi danau Lindu yang cukup terkenal keindahannya. Di wilayah yang berpenduduk dengan luas wilayah ini juga terkenal dengan laboratorium untuk pemeriksaan penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing schistosomiasis yang hanya bisa hidup melalui perantaraan sejenis keong endemik yang juga hanya hidup di beberapa tempat di dunia.

Danau Lindu dimasukkan ke dalam kelas danau tektonik yang terbentuk selama era Pliosen setelah bak besar dilokalisasi dari sebuah bagian rangkaian pegunungan. Merupakan danau terbesar kedelapan di Sulawesi dari segi wilayah maksimal permukaannya. Danau ini biasa dikatakan melingkupi sekitar 3.488 ha. Pada ketinggian sekitar 1.000 m danau ini merupakan badan air terbesar ke-dua dari pulau ini (yang lebih kecil, Danau Dano hanya 50 m lebih tinggi).

Daya tarik Hutan Wisata Danau Lindu adalah keindahan panorama pegunungan dan pemandangan danau, khususnya bagi wisatawan pejalan kaki dan pendaki gunung. Danau Lindu terkenal dengan melimpahnya ikan dan merupakan habitat bagi berbagai macam tumbuhan dan hewan yang kini mulai berkurang keanekaragamannya karena menurunnya populasi spesies serta hilangnya beberapa spesies seperti burung tokoku dan tanaman rano.

Lokasi
Danau Lindu terletak di tengah-tengah kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Danau ini merupakan bagian dan enclave Lindu, berjarak sekitar 63 km ke arah selatan dan Palu.

Daya Tarik
Danau Lindu terbentuk dan proses tektonik. Danau ini merupakan obyek wisata alam yang menarik dengan panorama alam yang asri, kultur budaya masyarakat dataran Lindu yang pluralistis. Danau dengan luas 3.200 hektar, berada pada ketinggian 1 .000 meter di atas permukaan laut dengan rawa-rawa yang luas sekelilingnya. Satwa yang dapat dijumpai diantaranya : Monyet Hitam Sulawesi, Anoa, Tarsius dan berbagai jenis burung, seperti: Padi Belang, Kowak Malam Merah, Elang, Kelelawar, Elang Ikan Kecil, Elang Laut Perut.

Di tengah danau Lindu terdapat sebuah pulau dengan luas ± 5 hektar. Di pulau ml terdapat situs kuburan Maradindo dan abad ke -18. Untuk mencapai pulau ml diperlukan hanya 20 menit dengan perahu motor dan desa Tornado.

Aksesbilitas
Perjalanan ke Danau Lindu dan Palu dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat sampai di Sidaunta (1,5 jam), yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan roda dua (ojeg). Perjalanan Sidaunta ke Dataran Lindu memakan waktu tempuh sekitar 6 jam jalan kaki atau I jam menggunakan kendaraan roda dua.

Fasilitas
Pondok wisata, penginapan, perahu katinting, permandu lokal.

Danau Lindu dimasukkan ke dalam kelas danau tektonik yang terbentuk selama era Pliosen setelah bak besar dilokalisasi dari sebuah bagian rangkaian pegunungan. Merupakan danau terbesar kedelapan di Sulawesi dari segi wilayah maksimal permukaannya. Danau ini bisa dikatakan melingkupi sekitar 3.488 ha.

Dahulu Danau ini terkenal sebab menjadi habitat atau tempat hidup keong-keong sebagai penular Schistosoma japonicum, penyebab penyakit schistosomiasis . karenanya selain ramai dikujungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara danau lindu juga kerap dikunjungi para peneliti asing.

(Berbagai Sumber)

1 Response

  1. rismaputeri says:

    Lokasi Danau Lindu bukaN berada d’kab. doNggaLa, tetapi berada d’ kab.SIGI