Danau Linow

Danau Linow yang memiliki luas sekitar 34 Ha. Danau Linow Berada di Kelurahan Lahendong kota Tomohon, di samping panorama sekitar danau yang elok, danau ini memiliki ciri khas tersendiri. Danau ini berkadar belerang tinggi, sehingga warna air danau yang muncul selalu berubah-ubah. Ia selalu tampil cantik akibat munculnya warna-warni tadi. Pengunjung akan takjub dengan warna yang berubah tatkala meliriknya dari beragam sudut.

Kendati demikian, harus diingat bahwa pengunjung harus hati-hati dengan kubangan lumpur panas mendidih yang berada di tepi danau. Sekeliling danau ditumbuhi pohon cemara jarum dan berbagai bunga warna-warni, ada bunga sepatu pink, putih, tumpuk merah, bunga nyonya inang, dan beragam bunga lainnya.

Danau yang ‘menyimpan’ warna-warna indah dan selalu berubah-ubah ini berada di wilayah Minahasa, Sulawesi Utara atau lebih tepatnya masuk teritori Kabupaten Tomohon. Danau ini bisa dicapai dengan angkutan umum/mikrolet dari terminal bus di kota terdekat, yakni Kota Tomohon. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan berjalan sekitar 700 meter untuk ke Danau Linow. Dari Kota Manado, hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai Danau Linow. Setelah masuk Kota Tomohon, kita tinggal mengikuti papan penunjuk jalan menuju danau ini. Peminat wisata alam danau Linow, dapat melihat pesona desa Lahendong yang berada di dekat danau.

Di pinggir danau dibuat jalan setapak bagi anda yang ingin menyaksikan keindahan danau berwarna lebih dekat. Jika anda lelah anda bisa minum dan makan snack di “Kafe Koffie” yang yang tersedia di tempat ini. Minuman dan makanan yang anda beli menambah kenyamana wisata anda di lokasi ini. Dari kafe ini kita bisa mengamati seluruh kawasan danau.

Di sekitar danau ini terdapat satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk setempat dinamakan “sayok” atau “komo”. Serangga unik yang hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil dan burung putih besar yang melintasi danau.

Kini, danau Linow memiliki jalan lingkar yang menghubungkan pintu masuk yang lama dan baru. Menyusuri jalan ini anda akan melihat danau linow dari berbagai sudut pandang. Karena bentangan jalan lingkar ini berada pada bukit maka sangat jelas keindahan danau dari atas. Pesonanya semakin menawan ketika anda mendekati bibir danau. Menyisir tepian danau, tampak ujung anjungan kayu menghadap ke danau. Tampak pula gelembung-gelembung air panas muncul di permukaan air danau.

Bila sinar matahari menyingkap dengan lembut sela-sela dedaunan, jatuh di permukaan – air dan menimbulkan bias manis cahaya – keperakan, makin eksotik saja danau ini. Sekawanan burung belibis juga setia singgah di danau ini setiap pagi. Barangkali, itu menjadi cara mereka merayakan kehidupan. Burung-burung seriti yang berterbangan di atas permukaan air danau menambah indahnya Danau Linow.

Di beberapa sisi danau, air mendidih yang mengepulkan asap putih masih terlihat dominan sehingga pengelola danau harus memasang tanda daerah berbahaya. Lingkungan danau yang bisa dijangkau wisatawan cukup bersih dan tertata. Menurut pengelolanya, wisatawan mancanegara yang datang ke danau ini lebih banyak berasal dari Asia, seperti Jepang, Korea, China, dan Singapura. (berbagai sumber)

.

1 Response

  1. fitri says:

    Atas rekomendasi teman, kami skelaurga mampir ke danau Linow ketika berwisata ke Sulut…indah banget. Kata teman suasananya seperti di Swiss..apa benar? nggak tahu karena belum pernah ke Swiss..yang jelas suasananya tenang, sepi..dan indah..bagai menyimpan sejuta misteri..