Danau Segara Anak

Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”.

Danau Segara Anak, merupakan sebuah danau yang terbentuk di Kaldera Gunung Rinjani yang berketinggian 3775 mdpl. Pemandangan di Danau ini sungguh menakjubkan dan sangat indah sehingga banyak wisatawan luar maupun dalam negeri berdatangan dan mendaki Gunung Rinjani untuk menyaksikan keindahan Danau Segara Anak. Danau Segara Anak yang luasnya 1.100 ha dengan kedalaman 230 m dan Topografinya 2.010 mdpl, di Danau ini banyak ikan. Di tengah-tengah Danau Segara Anak terbentuk Kerucut Baru yang di namakan Gunung Baru Jari yang tingginya 2.376 mdpl. Gunung ini meletus terakhir 2004 silam.

Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia (3.720 m. dpl), menyimpan berbagai misteri salah satu diantaranya yaitu tentang keberadaan Dewi Enjeni. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Dewi Enjeni adalah Ratu jin penguasa Gunung Rinjani. Mereka meyakini bahwa Dewi Enjeni lahir dari perkawinan manusia Sasak dengan jin, berparas cantik dan masih keturunan Raja Selaparang. Untuk menghormati Dewi Enjeni, masyarakat sering mengadakan upacara religius di Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak, dengan melepaskan ikan-ikan kecil yang terbuat dari emas tipis ke Danau Segara Anak.

Setiap tahun diadakan upacara adat di danau ini baik oleh masyarakat yang beragama Hindu Bali atau pun masyarakat Sasak. Masyarakat Hindu Bali dua kali setahun mengadakan upacara agama di danau ini. Masyarakat Sasak bisa beberapa kali mengadakan peringatan dalam satu tahun. Menurut kepercayaan masyarakat setempat,  apabila Danau Segara Anak terlihat luas menandakan bahwa umur orang yang melihat itu masih panjang. Sebaliknya jika tampak sempit maka menandakan umur si penglihat pendek, untuk itu harus melakukan bersih diri artinya harus berjiwa tenang, bangkitkan semangat hidup, pandang kembali danau sepuas-puasnya.

Danau Segara Anak juga sempat di abadikan dalam uang kertas senilai Rp 10000 keluaran tahun 1998.

Terdapat pula air terjun kokok putih dan juga air panas yang sering dikunjungi orang untuk tujuan pengobatan. Konon air tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Oleh karena itu banyak pengunjung yang berdatangan bukan hanya untuk tujuan wisata tapi juga untuk tujuan pengobatan.

Cara pencapaian lokasi:
Mataram – Selong – Sambelia – Sembalun Lawang (140 km) sekitar 4,5 jam dengan mobil. Bila berjalan kaki ke danau memerlukan waktu selama 9 jam (25 km). Mataram – Bayan – Senaru (82 km) sekitar 2,5 jam, jalan kaki ke danau selama 9 jam (25 km). Mataram – Bayan – Torean (85 km) sekitar 2,5 jam, jalan kaki ke danau selama 7,5 jam. Mataram – Masbagik – Kutaraja – Tetebatu (60 km) sekitar 1,5 jam, jalan kaki ke Otakkokoq selama 30 menit.
Musim kunjungan terbaik: bulan Agustus s/d Desember setiap tahunnya.


(Berbagai sumber).