Danau Semayang

Danau Semayang merupakan salah satu danau terluas di Kalimantan Timur yang terkenal sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Danau Semayang terdapat di Daerah Mahakam Tengah (DMT), merupakan salah satu lingkungan lahan basah terbesar di Kalimantan. Keanekaragaman hayati di Lingkungan danau Semayang cukup tinggi, termasuk biota perairan maupun terestrial, juga Sumberdaya air yang melimpah untuk berbagai aktifitas masyarakat sekitar. Bisa dikatakan lingkungan Danau Semayang merupakan zona yang memiliki kekayaan plasma nutfah yang dan wilayah ekologis yang mempunyai nilai ekonomi potensial untuk berbagai kegiatan.

Manfaat Danau Semayang
Masyarakat di sana pun rata-rata menjadi nelayan sebagai profesi utama mereka. Danau Semayang memiliki nilai guna yang cukup besar dan kompleks. Selain untuk usaha perikanan, Danau Semayang juga berfungsi sebagai sarana transportasi, ekologi, pendidikan, dan bahkan rekreasi. Danau ini merupakan tempat yang asyik untuk berwisata.

Berbagai manfaat langsung dari Danau Semayang adalah sebagai jalan pintas transportasi dari Kecamatan Kota Bangun ke Kahala, dan tentu saja sebagai daerah penangkapan ikan  serta  tempat budidaya  dengan karamba. Sedangkan guna tidak langsungnya yaitu sebagai penyimpan air yang berguna dalam pengendalian banjir.

Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian, lingkungan Danau Semayang merupakan lingkungan perairan dengan tipologi lingkungan yang terdiri daerah lithoral dan pelagik yang ditandai dengan adanya tumbuhan air yang berada dipinggir-pinggir danau dan memiliki permukaan air yang cukup luas.

Selain itu dari hasil penelitian untuk melihat kondisi mophometri dasar danau dan tingkat kedalaman, menunjukkan Danau Semayang memiliki kedalaman yang relatif dangkal dengan rata-rata kedalaman 2,3 meter dan bentuk morphometri dasar danau yang landai. Hal ini dikarenakan adanya proses pendangkalan dan sedimentasi yang diakibatkan dari kegiatan konversi hutan pada daerah tangkapan air menjadi lahan pertanian, tambang batu bara, perkebunan, kelapa sawit dan lain-lain.

Jenis Ikan
Jenis-jenis ikan yang tertangkap di Danau Semayang memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi, di antaranya yang paling banyak ikan toman (snake head/chana SP),  lais (krytoterus SP), jelawat (laptobarbus hoeveni), haruan (Chana Striata), puyu (anabas testudineus), baung (hemibragus), serta udang  galah (macrobrancium rosenbergii). Dengan melimpahnya potensi perikanan di Danau Semayang itu, maka mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai pengusaha ikan, baik perikanan tangkap maupun olahan.

Di danau ini juga akan dapat ditemui kehidupan ikan Pesut (Orcela fluminalis), yakni sejenis lumba-lumba air tawar. Sambil menikmati keindahan alam danau ini, dapat pula kita saksikan kegiatan nelayan sedang menangkap ikan.

Pendangkalan
Pada saat kemarau, beberapa bagian dari badan danau menjadi dangkal, yang memberikan peluang berkembangnya tumbuhan air. Perkembangan tumbuhan air yang pesat dikhawatirkan menyebabkan laju pendangkalan di danau. Tumbuhan air mempercepat laju penguapan air danau. Tumbuhan air akan berkembang secara pesat saat air dangkal, kemudian akan mati saat permukaan air danau merangkak naik dan menumpuk di dasar danau.

Lajunya pendangkalan daerah perairan akan menyebabkan munculnya masalah terhadap populasi Pesut, karena wilayah geraknya akan terbatasi. Semakin sempit ruang gerak Pesut, peluang untuk terluka akibat hantaman transportasi air akan semakin besar mengingat wilayah curam dasar danau Semayang hanya sedikit, terutama di bagian alur-alur transportasi yang menghubungkan danau Melintang dari arah selatan dan danau Semayang dari utara yang bergabung menuju sungai pela. Selain penumpukan tumbuhan air di dasar danau, pendangkalan danau juga disebabkan oleh pengaruh erosi dari hulu sungai mahakam.

(Berbagai Sumber)

.