Danau Tahai

Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Danau ini sangat menarik untuk dikunjungi ketika berlibur ke Kalimantan Tengah. Selain lokasinya yang cukup strategis, sekitar 29 km dari pusat Kota Palangkaraya, Danau Tahai juga memiliki warna air yang tak biasa.

Untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, bisa menaiki bus jurusan Palangkaraya-Sampit. Kemudian turun di Desa Tahai dan dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, bisa langsung menuju Danau Tahai yang berada di pinggir jalan raya Palangkaraya-Sampit.

Warna airnya yang tidak biasa menjadikan danau ini berbeda dari yang lain. Air Danau Tahai berwarna kemerah-merahan yang disebabkan oleh akar-akar pohon di lahan gambut. Rumah-rumah penduduk yang terapung di atasnya juga tak kalah menarik untuk dilihat, oleh penduduk setempat disebut sebagai Rumah Lanting.

Wisatawan yang datang ke Danau Tahai bukan cuma ingin melihat keunikan warna airnya, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di pinggir hutan. Masih di atas danau, pengunjung bisa berjalan di atas jembatan yang menghubungkan jalan ke arah hutan.

Di dalam hutan, pengunjung dapat menikmati sejuk dan segarnya udara hutan sambil mendengarkan merdunya kicauan burung-burung. Jika sedang beruntung, pengunjung juga dapat bertemu dengan uwak-uwak, salah satu jenis kera langka yang dilindungi oleh pemerintah dan hanya terdapat di kawasan ini.

Latar belakang terbentuknya danau ini belum diketahui secara pasti hingga sekarang. Namun, ada dua versi cerita yang berkembang di masyarakat mengenai asal-muasal terbentuknya danau ini.

  • Pertama, Danau Tahai terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir.
  • Kedua, Danau Tahai terbentuk karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga terbentuk genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai itu lagi. Danau ini termasuk jenis danau dataran rendah.

Jika bosan dengan pemandangan air saja, pengunjung bisa singgah lagi ke Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng milik Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) yang tidak jauh dari lokasi Tahai ini (+/- 1 km). Disini pengunjung bisa melihat tindak tanduk orang utan yang berada di kandangnya. Untuk melihat orang utan sebaiknya datang pada hari Minggu, karena tempat untuk melihatnya hanya dibuka hari minggu dan hari libur lain.

Setelah lelah berkeliling, beristirahat saja dengan duduk-duduk santai di gubug yang ada di dekat jembatan. Bila merasa sudah cukup malam dan ingin menginap, Anda tak perlu kuatir, di sekitar Danau Tahai ada penginapan yang bisa di sewa dengan harga yang cukup murah. (sumber : travel.detik.com)