Mancing di Ekowisata Mangrove Pluit

Kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo, Pluit, Jakarta Barat, selain sebagai tempat berwisata juga dijadikan arena pemancingan. Kawasan ini juga menawarkan kepada masyarakat yang ingin memancing sambil menikmati pemandangan hutan mangrove. Setiap hari, tak kurang 100 orang berkunjung dan sebagian besar kata dia untuk memancing. Sebenarnya, kawasan ini lebih diperuntukkan sebagai tempat rekreasi, namun dari 100 orang yang pengunjung setiap hari, mereka umumnya hanya datang untuk memancing.

Bahkan, pada Sabtu dan Minggu, dilaporkan Antara, jumlah warga yang berkunjung mencapai 500 orang dan lebih 50 persen kata Riswan merupakan warga yang hendak memancing. Bagi warga yang akan memancing pengelola menetapkan tarif Rp20 dan Rp25 ribu. Tarif bagi warga yang ingin memancing ada dua yakni, memancing dengan per kilogram ataupun harian. Jika warga yang berhasil memancing ikan seberat satu kilogram, mereka dikenakan biaya Rp25 ribu. Sedangkan tarif Rp20 ribu bagi warga yang ingin memancing dengan bebas, mulai pagi hingga sore.

Jenis ikan yang dikembangkan di kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo yakni, ikan Bawal, Nila serta ikan Mas, katanya. Selain memancing, kita juga bisa menikmati keindahan alam seperti di pedesaan. Di kawasan ekowisata mangrove ini hutannya sangat rimbun sehingga kita tidak kepanasan saat memancing.

Di kawasan seluas 9,5 hekar tersebut, terdapat tiga jenis tumbuhan yang dilindungi, yakni bakau, apinsinia alba (api-api), serta Sonneratia alba (bidada). Dulunya, kawasan ini hanya sebagai hutan dan baru dikelola secara resmi oleh Departemen Pertanian pada 2007 lalu sehingga diberi nama Kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo.

Dari tiga jenis tumbuhan yang berada di kawasan tersebut, 25% di antaranya adalah bakau, 25 persen lainnya jenis Bidada sementara 50% kawasan taman mangrove itu ditanami tumbuhan Api-api. Itu artinya, sebagian besar tumbuhan di kawasan ini adalah tanaman Api-api.

Di kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo juga dihuni oleh habitat berbagai fauna. Yang terbanyak adalah jenis burung yakni Bangau. Sementara, untuk jenis reptil, amphibi dan mamalia jumlahnya sedikit. Ekosistem yang ada di kawasan Eko Wisata Mangrove tersebut, sangat dijaga dan warga dilarang merusak ataupun mengganggu flora (tumbuhan) dan fauna yang ada di sini.

Tempat ini merupakan alternatif rekreasi warga Jakarta. Setiap hari, pengunjung mencapai 100 orang. Namun, pada Sabtu dan Minggu, jumlahnya bisa mencapai 500 orang. Pengunjung hanya diwajibkan membayar Rp1.000 sebagai biaya retribusi untuk pengelolaan kawasan ini. Kawasan hutan mangrove sangat penting bagi kelangsungan ekosistem sebab tempat singgah dan mencari makan bagi berbagai binatang, tempat proses kelangsungan hidup dan juga sebagai kawasan keseimbangan alam.

8 Responses

  1. Fishing_maniak says:

    saya ke sana nanya satpam nya , kata nya gak boleh mancing tuh . akhir nya saya ke danau sunter -_-

  2. jaya says:

    buka setiap hari kah? dari jam berapa – jam berapa?

  3. irwan says:

    Mungkin saya bisa bantu utk pertanyaan Pak Jejen. Dari Pluit, lewat mall pluit ke arah Muara Karang, terus aja lurus melewati ruko-rukan Muara Karang sampai mentok. Belok kiri masuk gerbang perumahan elite Pluit Indah. Ikuti terus jalan utama sampai ketemu bunderan prapatan, Belok kiri kira-kira 100 meter sudah kelihatan lokasinya. Demikian dari saya, mudah-mudahan bisa membantu. thx.

  4. jejen says:

    dari arah mana yah masuknya

  5. penchor says:

    bisa pake motor kah apa harus mobilpak admin kalo mau kesana>>?

    • Admin says:

      Menurut informasi yang kami dapatkan, untuk kawasan hutan mangrove tol Sedyatmo sepertinya tidak dilalui jalur angkutan umum, jadi harus menggunakan kendaraan pribadi. Untuk kesana bisa menggunakan motor, mobil atau sepeda.

  6. IBEL says:

    bagus ya tempatnya…itu lokasi dimana ya ???

    • Admin says:

      @ Pak Ibel : Lokasinya di daerah Pluit, jakarta Barat. Dekat Tol Sudiyatmo sesuai dengan namanya pak “Kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo”.