Mancing di Waduk Lalung

Daerah Karanganyar dikenal dengan sebutan Bumi Industri, Pertanian dan Perikanan (Intanpari). Dengan demikian tak mengherankan, daerah yang satu ini begitu mengandalkan bidang perikanan.

Salah satu sumber perikanan di Karanganyar, yakni berada di Waduk Lalung.  Waduk yang berbatasan dengan Daerah Sukoharjo ini menjadi surga bagi para pencari ikan di Karanganyar dan sekitarnya.

Dalam dua pekan terakhir, di waduk ini telah disebari ikan nila dan ikan putihan dari pengelola. Hal tersebut menyebabkan Waduk Lalung menjadi tempat tujuan utama dalam mencari ikan.

Ini mengindikasikan waduk ini memiliki multi fungsi. Selain sebagai sarana irigasi, waduk ini juga mampu menarik perhatian pemancing ikan. Dilihat dari latar belakangnya, pemancing yang datang ke waduk yang konon dibangun di zaman Jepang ini didominasi warga dari kelas ekonomi menengah ke bawah. Selain memancing, mereka juga mencari ikan dengan menggunakan jala.

Untuk memancing di Waduk Lalung, setiap pemancing tak perlu mengeluarkan kocek banyak. Selama sudah memiliki pancing, setiap pemancing hanya mengelurkan uang untuk membeli pelet atau lumut.  Harga pelet per kilogram cukup terjangkau, yakni Rp12.000 per kilogram.

Pemancing yang datang ke Waduk Lalung tak hanya berasal dari Karanganyar. Beberapa pemancing dari Soloraya dan sekitarnya seringkali memanfaatkan waktu liburannya ke waduk yang satu ini. (solopos)