Mancing Karangan di Yogyakarta

Daerah selatan Yogyakarta memang terkenal dengan mancing karangannya (Rock fishing). Rock fishing merupakan kegiatan memancing yang dilakukan dari atas tebing atau karang di sepanjang pantai. Di Jogja sendiri, banyak pemancing yang profesional dalam teknik ini, hal ini dikarenakan letak daerah Jogja yang berada di pinggir Laut Selatan, tak heran jika kebanyakan pemancing di Jogja adalah pemancing karangan.

Di Jogja memang banyak sekali terdapat spot mancing karangan, baik yang sudah banyak diketahui maupun yang masih belum begitu diketahui oleh kalangan pemancing. Beberapa lokasi memancing karangan yang sangat digemari oleh kalangan pemancing di antaranya gesirat, gesing, grindan, garengan, krakal, wedhi ombo, dan masih banyak lagi lokasi lainnya yang tak kalah seru. Selain medan yang menantang, sensasi ikan karangan pun lebih berani dan menarik.

Memancing memang kegiatan yang sangat menyenangkan, tidak heran banyak pemancing yang rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk memuaskan hobi mancingnya tersebut. Di sepanjang pantai di Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta, banyak spot-spot mancing yang telah diekplore oleh penggemar mancing laut di Jogja. Hal ini merupakan keunikan tersendiri dari kota Jogja.

Dalam rock fishing/ mancing karangan, pemancing tidak hanya sekedar memancing saja tetapi sekaligus mendapatkan tiga kegiatan menarik yaitu hiking, camping, dan mancing. Hiking, karena untuk menuju ke suatu spot tertentu pemancing kadang harus berjalan menyusuri jalan setapak di sekitar lahan penduduk, tepi pantai, naik turun bukit hingga menemukan lokasi yang tepat. Camping, setelah tiba di lokasi dan telah puas memancing, banyak pemancing yang memilih bermalam di tempat itu untuk menikmati hasil tangkapannya. Selain itu, pemandangan indah yang menghampar di sekitar spot juga sungguh menarik.

Kebanyakan waktu yang dipergunakan untuk mancing karangan ini adalah malam hari, karena menurut pengalaman, di malam hari ikan-ikan besar banyak yang keluar untuk mencari makan. Kalau siang hari jarang ada report mancing karangan dapat ikan besar. Berbagai jenis ikan bisa didapatkan saat mancing karangan, terutama sejenis kakap, ada kakap merah, kakap batu, kerapu, layur, barakuda, dan jenis lainnya.

Teknik mancing karang/atau rock fishing ini kita melempar umpan dari atas tebing berkarang yang ketinggiannya bervariasai antara 5 meter sampai dengan 20 meter tergantung lokasinya, setelah itu joran mau dipegangi atau cuma ditancapkan dengan sebuah “stand” di karang tersebut, karena kebanyakan mancing malam hari, banyak penggemar mancing yang mengakalinya dengan memasang “stick light”/pospor di ujung jorannya sebagai indikator strike.

Piranti Yang Digunakan
Piranti/ peralatan mancing yang digunakan dalam rock fishing ini adalah sebagai berikut:

– Joran/Rod
Joran yang dipergunakan dalam mancing karangan/rock fishing ini kebanyakan joran yang panjangnya sekitar 3,5 – 4 meter, hard action/agak kaku. Bisa teleskopik atau yang 3 pieces.

– Reel
Reel yang dipergunakan biasanya yang ukuran besar, untuk menampung senar/line yang lumayan panjang yang gulungannya bisa mencapai 200 meter.

– Senar/Line
Senar yang dipakai pada awalnya kebanyakan menggunakan senar monofilament namun sekarang ini sudah banyak yang menggunakan benang PE dengan ukuran sampai 50 – 80 lbs. Senar mono yang masih dipergunakan biasanya berukuran minimal 0.60 mm.

– Timah/Sinker
Untuk mancing dasaran, timah yang dipakai biasanya berbobot minimal 100 gram.

– Hook/mata pancing
Mata pancing yang dipergunakan kebanyakan ukuran besar (No.20-26).

– Umpan
Umpan yang dipergunakan biasanya : ikan utuh (tongkol, kembung, banjar, belanak dsb) untuk target ikan besar yang dipasang pada rangkaian/rig bermata 3-5 mata pancing. Sedangkan untuk target ikan kecil bisa menggunakan umpan ikan tongkol/kembung fillet.

– Rigging/Rangkaian
Ada dua macam rangkaian yang biasa dipergunakan oleh penggemar mancing karangan di Jogja ini, yang pertama rangkaian jebluk/dasaran dan rangkaian apung/mengambang. Untuk mancing dasar biasanya mengunakan rangkaian sebagai berikut : pancing-neklin-swivel-timah-swivel-main line, pancingnya minimal 3 biji agar umpan bisa terpasang sempurnya pada umpan utuh dan jika strike ikan kemungkinan hook up sempurna bisa lebih besar. Sedangkan untuk rangkaian apung, rangkaian di atas timahnya diganti yang lebih kecil kemudian dikasih pelampung berpospor sebagai strike indikator.

Beberapa perlengkapan lain yang juga perlu dibawa saat mancing karangan, antara lain:

  • Coolbox, untuk menyimpan umpan dan hasil tangkapan.
  • Jangkar ikan (alat Bantu untuk mengangkat ikan yang besar).
  • Senter (lebih bagus senter kepala).
  • Tas punggung untuk peralatan.

2 Responses

  1. hananto says:

    Sy mancing karangan kok nyangkut mulu di dsr karang. Bgmn caranya spy tdk nyangkut. Sy pakai timah 100 gr. Apa timahnys terlalu besar, shg nyangkut?