Situ Gede Bogor

Situ Gede yaitu Situ yang berarti Danau atau telaga, dan Gede (dalam bahasa sunda) dalam bahasa indonesia berarti besar. Merupakan salah satu Danau terbesar di kota bogor. Situ gede memiliki luas 6 hektar dan di kelilingi oleh Hutan luas yang di tumbuhi berbagai jenis tanaman yang syarat edukasi dari jaman hindia belanda.

Tak banyak yang tahu daerah ini pertama kali orang datang ke kota Bogor. Namun setelah tempat ini dijadikan kawasan resmi bagi warga kota Bogor untuk berwisata maka sejak saat itulah tempat ini menjadi lebih dikenal. Situ Gede adalah kawasan asri dimana lokasinya berdekatan dengan lembaga pusat penelitian kehutana yang terkenal dengan sebutan CIFOR. Untuk menuju kawasan setu ini, warga yang berasal dari luar kota atau dalam kota Bogor cukup naik ojeg atau angkot yang ke arah Situ Gede dari Terminal Bubulak atau Laladob Bogor.

Terletak di tepi Hutan Darmaga, yakni hutan penelitian milik Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan, telaga yang memiliki luas sekitar 6 hektare ini merupakan tempat rekreasi harian bagi warga Bogor. Para pengunjung dapat berperahu, memancing, atau berjalan-jalan di kerimbunan hutan. Danau dan hutan ini pun kerap digunakan sebagai lokasi pembuatan film dan sinetron.

Lokasi wisata ini berada di Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, kurang lebih 10 km dari pusat Kota Bogor, atau sekitar 3 km di utara Terminal Bubulak. Situ Gede sebetulnya berdekatan, atau berada dalam satu sistem, dengan beberapa situ yang lain di dekatnya. Yakni Situ Leutik (kini sudah menghilang), Situ Panjang dan Situ Burung. Yang terakhir ini terletak di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kawasan Situ Gede merupakan kawasan yang masih bersuasana alam pedesaan atau perkampungan. Air danau yang membentang lebar dengan latar hutan yang rindang, membuat tempat tersebut sangat berpotensi sebagai obyek wisata alam. Pada setiap akhir pekan banyak pengunjung yang sengaja berolahraga bersepeda sekaligus menikamati pemnadangan danau dan hutan yang alami.

Wisata alam situ gede ini terbilang murah, cukup membayar parkir Rp.2000/motor atau Rp.10000/mobil anda sudah dapat berkunjung sepuasnya menikmati wisata alam situ gede tanpa perlu mengeluarkan biaya masuk per-orang. Anda bisa mengajak keluarga, pasangan anda untuk makan-makan bersama sambil menikmati indahnya Danau di payungi pohon-pohon besar atau mengajak rekan bisnis anda untuk berdiskusi sambil mencium udara yang segar dan tenang. Banyak hal yang dapat di lakukan di sini, Penelitian hutan, perikanan, meteorologi, fauna (masih di kembangkan) atau mengarungi danau dengan perahu-perahu yang tersedia, untuk perahu sendiri di kenakan biaya tambahan Rp.5000/ Seper-empat jam.

Aksesnya

Dari jakarta :
Jika Naik kereta dari arah jakarta turun di Stasiun bogor, Naik Angkot 03/O2/15 ke arah bubulak Cifor, tanya saja ke supir. Semuanya pasti tahu Situ gede.

Naik Kendaraan mobil/bus : Lurus tol ke tol arah ke bogor masuk ke terminal Baranang Siang, Lanjutkan menuju arah bogor barat, atau tanya penduduk sekitar arah Situ gede cifor, bubulak-bogor.

Naik motor, Cukup lurus ke bogor, sampai pertigaan Kedung belok kanan Lurus terus sampai bertemu Terminal bubulak, bogor. Belok ke arah Situ gede, cifor. Berada kurang lebih 3 Km dari terminal bubulak bogor.

(sumber : wikipedia)

.

2 Responses

  1. Edwardusell says:

    George “Tiger” Haynes (December 13, 1914 – February 14, 1994), sometimes billed as Colonel Tiger Haynes, was an American actor and jazz musician.
    google.com/webmasters/ – gwebmstr
    a group which had its own NBC radio show in the mid-1940s

  2. Elsi Murwani says:

    Minggu kemarin saya kesana…., lumayan nyaman susananya… tapi menjadi sangat tidak nyaman dengan pengamen2 cilik yang sangat memaksa dalam meminta, sebelum diberi akan terus bernyanyi yang membuat kuping gatal. Jadi selama beristirahat disitu… hanya meladeni pengamen2 kecil yang silih berganti berdatangan. Padahal tujuan saya kesana untuk membicarakan sesuatu hal yang cukup serius bersama teman2. Kalau kata anak muda mah “Cape deeeeeeeeeehhhhh”. Saya jadi berpikir…, siapa sih sebetulnya yang bertanggung jawab akan hal ini, kok anak2 kampung sekarang tidak sungkan2 dan malu2 untuk meminta. Bahkan salah satu anak dengan badan sehat dan gempal yang diperkirakan usia sekolah kelas 5 atau 6, dengan bangganya memasukkan lembar uang ribuan ke dompet laki2 dewasa, merapihkannya, kemudian berjalan menuju sasaran berikutnya…
    Indonesia… Indonesia… mengapa jadi begini… [stres mode on, hahaha]