Situ Lembang

Situ Lembang terletak di antara kaki Gunung Tangkubanparahu dan Gunung Burangrang. Situ ini dikelilingi oleh pegunungan berdinding curam di arah utara yang melingkar ke barat dan menyatu dengan pegunungan Burangrang. Dahulu, kawasan ini merupakan bagian dari dinding kaldera Gunung Sunda Purba yang meletus jutaan tahun lalu. Sisa letusan Gunung Sunda Purba meninggalkan jejak yang memunculkan Gunung Tangkubanparahu yang ada di sisi timur Situ Lembang, juga sebuah puncak kecil yang sering dinamakan ”Gunung Sunda” yang berada di utara Situ lembang.

  • Lokasi : Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Utara
  • Letak : Terletak di ketinggian 1.567 meter dpl
  • Luas : 68 hektare
  • Debit air : 300 liter/detik
  • Curah hujan : 2.500 mm/tahun
  • Suhu udara : 15-25 derajat Celsius
  • Potensi : Hutan tanaman pinus, hutan pegunungan, danau/telaga, dan hutan alam
  • Fasilitas : Jalan setapak, tempat parkir, papan informasi/petunjuk lokasi, dan areal piknik
  • Fungsi : Lintas alam, memancing, berperahu, rekreasi, latihan militer.

Pada pagi dan sore hari, Situ Lembang biasanya diselimuti kabut yang membuat suasana terasa lebih dingin. Dalam suasana seperti itu, Anda mungkin akan memilih menggunakan jaket tebal, dan menghangatkan diri dengan secangkir teh atau kopi hangat yang Anda beli dari warung kecil di tepi danau. Bagi yang gemar memancing, jangan lupa membawa perlengkapan untuk mengadu peruntungan, karena Situ Lembang terdapat banyak ikannya.

Situ Lembang yang merupakan danau buatan ini, sudah dibangun sejak zaman Pemerintahan Belanda, yakni sekitar tahun 1914. Airnya bersumber dari hulu Sungai Cimahi juga dari beberapa mata air di sekitarnya. Salah satu mata airnya berasal dari sebelah barat daya yang mengalir deras. Masyarakat sekitar menyebutnya hulu cai yang kemungkinan berasal dari resapan Gunung Burangrang. Situ Lembang memang menjadi penampung air terbesar di kawasan Bandung utara. Dari situ, airnya disalurkan kembali ke Sungai Cimahi dengan Curug Cimahi-nya, kemudian dibagi-bagi ke saluran irigasi dan PDAM setempat. Wilayah Cisarua, Parongpong, dan Cimahi menjadi kawasan yang bisa menikmati air dari Situ Lembang.

Selain menjadi penyedia air, Situ Lembang memiliki fungsi beragam. Dengan hutan alami yang mengelilinginya, kawasan ini dulu hanya dijadikan sebagai hutan produksi. Namun, sekarang, fungsinya lebih meluas ke arah rekreasi. Masyarakat setempat, terutama yang tinggal di kaki Gunung Burangrang, senantiasa menjadikan Situ Lembang sebagai tempat memancing ikan. Kabarnya, situ ini masih ditinggali ikan ”penghuni asli” yang hidup sejak dulu. Meskipun tak sedikit juga ikan hasil penanaman baru.

Namun, dari sekian banyak fungsinya, situ ini sangat populer sebagai tempat latihan kalangan pencinta alam dan anggota militer. Bagi militer, terutama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, latihan di sana sudah dilakukan sedari dulu, yakni sejak tahun 1958. Secara geografis, kawasan ini memang sangat memadai untuk simulasi tempur yang menggunakan granat dan peluru tajam. Tak heran, jika kita akan sering melihat bedeng-bedeng yang dibangun sebagai basecamp TNI di sekitaran situ ini. Yang menarik, sebagai tempat latihan militer, situ ini pun dikenal oleh pasukan khusus tentara nasional negara lain, seperti Australia, Singapura, dan lain-lain. Bahkan, tersiar kabar bahwa tentara Australia pun pernah berlatih di sini.

(Berbagai Sumber)