Waduk Cengklik

Waduk Cengklik merupakan salah satu alternatif tempat wisata. Wahana wisata air tersebut menawarkan berbagai potensi wisatanya mulai dari area memancing, budidaya tanaman air, karamba, ternak ikan, dan masih banyak lagi.

wisata waduk Cengklik. Waduk yang terkenal sebagai obyek pemotretan foto sunset kala sore hari itu, ditempuh dalam waktu 45 menit perjalanan darat dari Kota Solo. Ditengah perjalanan hijaunya sawah di sisi kanan maupun kiri sepanjang jalan tembus rute Fajar Indah – Soto Sawah – Colomadu menjadi suguhan yang indah. Jalanan terlihat lengang karena jalan itu bukan merupakan jalan utama melainkan hanya jalan alternatif.

Melewati Pertigaan Colomadu, berbelok kearah barat berlanjut kearah selatan dari Bandara Adi Soemarmo. Setelah perjalanan ke Selatan bandara sejauh 2 Km, barulah terasa jalanan kurang nyaman. Meski beraspal, Jalan terlihat bergelombang sejauh 1,5 Km membuat pengedara harus extra hati-hati melewatinya.

Setelah melewati jalan rusak itu tibalah di tempat tujuan, Waduk Cengklik. terlihat seorang penjaga yag berada di jalan masuk waduk Cengklik mengulurkan kaleng bekas untuk meminta sumbangan seikhlasnya. Waduk yang terletak di desa Cengklik, Ngemplak, Boyolali, terlihat masih mempesona.

Meski kini waduk Cengklak dipenuhi  enceng gondok yang arahnya berubah sesuai dengan arah angin yang berhembus pada saat itu. Sementara beberapa puluh orang terlihat sedanng asyik memancing di atas getek, maupun memancing duduk di tepian danau.

Wilayah waduk Cengklik meliputi lima desa yang mengelilinginya yaitu desa Cengklik, Trunan, Ngancan, Tempel dan Polo. Kesemuanya masih masuk kedalam satu lingkup kelurahan Sobokerto.

Salah satu yang menjadi favorit masyarakat adalah memancing di Waduk Cengklik. Namun ada sebuah fenomena yang menarik yaitu memancing dengan menceburkan dirinya ke waduk, atau biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan “pemancing apung”. Diistilahkan kepada mereka para pemancing yang memancing ikan sekaligus mengambang atau berenang di air.

Sejak dahulu para pemancing di Waduk Cengklik sudah menggunakan teknik seperti ini. Memancing dengan teknik ini mempunyai kelebihan yaitu lebih dekat dengan para ikan. Namun memancing dengan teknik seperti ini bukan tanpa resiko, banyak resiko dan bahaya yang terjadi kepada para pemancing, seperti : ular air, dasar tanah lumpur, tanaman air yang menghambat laju berenang. Untuk menghadapi resiko tersebut dibutuhkan ekstra kehati-hatian dan juga pengalaman yang memadai.

Teknik memancing apung sendiri dipilih mengingat jauh lebih murah daripada harus menyewa perahu yang harganya relatif lebih mahal.