Budidaya Artemia

Budidaya Artemia, Artemia adalah satu diantara type zooplankton yang hidup diperairan asin yang bisa dipakai pada larva serta benih ikan air tawar, payau serta laut. Dalam menetaskan cyst Artemia ada dua metoda yang bisa dikerjakan yakni metoda Dekapsulasi serta metoda tiada Dekapsulasi.

Metoda penetasan dengan dekapsulasi yaitu satu langkah penetasan kista artemia dengan lakukan sistem penghapusan susunan luar kista dengan memakai larutan hipokhlorit tiada memengaruhi keberlangsungan hidup embrio. Sedang metoda penetasan tiada dekapsulasi yaitu satu langkah penetasan artemia tiada lakukan sistem penghapusan susunan luar kista namun dengan cara segera ditetaskan dalam wadah penetasan.

Prosedur yang perlu dikerjakan dalam menetaskan cyst artemia dengan cara Dekapsulasi yaitu :

Ambillah kista artemia beberapa yang sudah ditetapkan serta mesti di ketahui bobotnya, lalu kista itu dimasukkan kedalam wadah yang berupa kerucut serta dikerjakan hidrasi sepanjang 1–2 jam dengan memakai air tawar atau air laut dengan salinitas maksimum 35 permil dan di beri aerasi dari basic wadah. Dikerjakan penghentian aerasi sebelum saat kista itu disaring dengan memakai saringan kasa yang berdiameter 120 mikron, lalu kista itu dicuci dengan air bersih.

Larutan hipoklorit yakni larutan yang memiliki kandungan HClO disediakan yang bakal dipakai untuk lakukan sistem penghapusan susunan luar kista. Larutan hipoklorit yang dipakai bisa didapat dari dua jenis senyawa yang banyak di jual dipasaran yakni Natrium hipoklorit (Na O Cl) dengan dosis 10 cc Na O Cl untuk satu gram kista serta Kalsium hipoklorit (Ca (Ocl) 2 dengan dosis 0, 67 gram untuk satu gram kista.

Dari ke-2 senyawa larutan hipoklorit ini kalsium hipoklorit lebih gampang didapat serta harga nya relatif lebih murah dari pada natrium hipoklorit. Dalam dunia perdagangan serta bhs keseharian kalsium hipoklorit di kenal untuk kaporit (berbentuk bubuk), sedang natrium hipoklorit di jual berbentuk cairan serta di kenal untuk klorin. Kista yang sudah disaring dengan saringan kasa dimasukkan kedalam media larutan hipoklorit serta diaduk dengan cara manual dan diaerasi dengan cara kuat-kuat, suhu dipertahankan di bawah 40 oC.

Sistem penghapusan susunan luar kista dikerjakan sepanjang 5–15 menit yang ditandai dengan terjadinya pergantian warna kista dari coklat gelap jadi abu-abu lalu orange. Kista disaring dengan memakai saringan 120 mikron serta dikerjakan pencucian kista dengan memakai air laut dengan cara berkali-kali hingga bau klorin itu hilang.

Kista artemia itu di celupkan kedalam larutan HCl 0, 1 N sejumlah 2 x serta dicuci dengan air bersih minimum 6 kali serta siap untuk ditetaskan dengan memakai larutan penetasan. Sistem penetasan yang dikerjakan sama juga dengan sistem penetasan tiada dekapsulasi. Prosedur yang dikerjakan dalam menetaskan cyst artemia dengan metoda tiada dekapsulasi yaitu : Cyst/kista yang bakal ditetaskan ditimbang sesuai sama dengan dosis yang dipakai umpamanya 5 gram kista per liter air media penetasan.

Wadah serta media penetasan disediakan sesuai sama kriteria tehnis.

Cyst/kista artemia dimasukkan kedalam media penetasan yangdiberi aerasi dengan kecepatan 10–20 liter hawa/menit, suhu dipertahankan 25–30 oC serta pH seputar 8–9.

Media penetasan di beri cahaya yang datang dari lampu TL dengan intensitas sinar minimum 1. 000 lux. Intensitas sinar itu bisa didapat dari lampu TL/neon 60 watt sejumlah dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan yaitu 20 cm. Penetasan cyst artemia bakal berjalan sepanjang 24–48 jam lalu.

Penentuan metoda penetasan cyst artemia benar-benar tergantung pada type artemia yang dipakai serta spesifikasi dari type artemia itu. Artemia yang ditetaskan dari hasil dekapsulasi bisa segera diberikan pada benih ikan atau ditetaskan terlebih dulu baru diberikan pada benih ikan.

Wadah penetasan cyst Artemia

Peralatan serta wadah yang bisa dipakai dalam mengkultur pakan alami Artemia terdapat banyak jenis. Beberapa jenis wadah yang bisa dipakai diantaranya yaitu kantong plastik berupa kerucut, botol aqua, ember plastik serta wujud wadah yang lain yang didesain berupa kerucut di bagian bawahnya supaya mempermudah pada saat panen. Sedang peralatan yang diperlukan untuk lakukan budidaya Artemia diantaranya yaitu aerator/blower, selang aerasi, batu aerasi, selang air, timbangan, saringan halus/seser, ember, gayung, gelas ukur kaca, refraktometer.

Penentuan wadah yang bakal dipakai dalam membudidayakan Artemia benar-benar tergantung pada maksudnya. Wadah yang terbuat dari bak semen, bak beton, bak fiber serta tanki plastik umumnya dipakai untuk menetaskan cyst Artemia dengan cara massal serta adalah budidaya artemia dengan cara selektif yakni membudidayakan pakan alami di tempat terpisah dari ikan yang bakal konsumsi pakan alami. Sedang wadah budidaya kolam tanah yakni tambak umumnya dikerjakan untuk membudidayakan artemia. Oleh karenanya ukuran dari wadah yang bakal dipakai benar-benar memastikan kemampuan produksi dari pakan alami Artemia.

Sesudah beragam jenis peralatan serta wadah yang dipakai dalam membudidayakan pakan alami Artemia diidentifikasi serta diterangkan manfaat serta langkah kerjanya, tahap selanjutnya yaitu lakukan persiapan pada wadah itu. Langkah pertama yaitu peralatan serta wadah yang bakal dipakai ditetapkan sesuai sama dengan taraf produksi serta keperluan. Peralatan serta wadah disediakan untuk dipakai dalam budidaya Artemia. Wadah yang bakal dipakai dibikin bersih dengan memakai sikat serta diberikan desinfektan untuk hindari terjadinya kerancuan dengan mikroorganisme yang lain. Wadah yang sudah dibikin bersih setelah itu bisa diari dengan air bersih.

Wadah budidaya yang sudah diairi bisa dipakai untuk pelihara Artemia. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya mesti bebas dari kontaminan seperti pestisida, deterjen serta chlor. Air yang dipakai baiknya di beri oksigen dengan memakai aerator serta batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Aerasi ini bisa dipakai juga untuk menetralkan chlor atau menyingkirkan Carbondioksida di dalam air.

Media penetasan cyst Artemia

Langkah kerja dalam mempersiapkan wadah budidaya Artemia yaitu seperti berikut :

  • Siapkan alat serta bahan yang bakal dipakai serta sebutkan manfaat serta langkah kerja peralatan itu!
  • Tetapkan wadah yang bakal dipakai untuk menetaskan Artemia!
  • Bersihkan wadah dengan memakai sikat serta disiram dengan air bersih, lalu kerjakan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai sama dengan dosisnya.
  • Cucilah wadah yang sudah dibikin bersih dengan memakai air bersih.
  • Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan pada aerator, selang aerasi serta batu aerasi, masukkan kedalam wadah budidaya. Telitilah keberfungsian peralatan itu dengan memasukkan kedalam arus listrik. Buat larutan garam untuk media penetasan cyst artemia lewat cara melarutkan garam dapur (NaCl) kedalam air tawar dengan dosis 35 gram perliter air tawar.
  • Ukurlah salinitas media penetasan dengan memakai alat refraktometer, tulis. Bila salinitas media tidak cocok dengan yang di idamkan imbuhkan garam atau air tawar kedalam media hingga didapat salinitas media sesuai sama keperluan.

Inokulasi Artemia

Terdapat banyak langkah yang perlu dikerjakan sebelum saat lakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yakni pertama lakukan identifikasi type bibit pakan alami Artemia, ke-2 lakukan seleksi pada bibit pakan alami Artemia, ketiga lakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai sama dengan prosedur.

Morfologi Artemia bisa dipandang dengan cara segera di bawah mikroskop, ciri khas nya yang benar-benar gampang untuk dikenali sesudah siste artemia menetas yaitu beralih jadi nauplius. Dalam perubahannya alami 15 kali pergantian wujud (metamorfosis), setiap saat pergantian wujud adalah bagian satu tingkatan yakni instar I – instar XV, kemudian jadi artemia dewasa.

Badan Artemia dewasa memiliki ukuran 1 – 2 cm dengan sepasang kaki majemuk serta 11 gunakan thoracopoda. Tiap-tiap thoracopoda memiliki eksopodit, endopodit serta epipodite yang masing-masing berperan untuk alat pengumpul pakan, alat berenang serta alat pernafasan.

Sistem penetasan dengan memakai metoda dekapsulasi, cyst artemia pada step awal dikerjakan perendaman dengan air tawar sepanjang satu jam yang berperan untuk menambah kandungan air pada cyst artemia serta cyst artemia itu bakal menggembung lantaran air masuk kedalam cyst, Cyst yang menggembung bakal mulai berlangsung sistem metabolisme. Sesudah satu jam di rendam serta cyst telah memiliki kandungan kandungan air lebih kurang 65% maka cyst artemia itu disaring dengan memakai kain saringan 120 mikron dan dicuci dengan air tawar atau air laut hingga bersih. Lalu dimasukkan kedalam larutan hipoklorit yang sudah disediakan komplit dengan aerasinya. Sistem dekapsulasi berjalan sepanjang 10-15 menit. Sistem dekapsulasi ditandai dengan terjadinya pergantian warna siste dari coklat jadi abu-abu serta pada akhirnya berwarna jingga dan air di dalam wadah-mengandung-buih-atau-busa.

Sesudah sistem dekapsulasi usai siste yang telah tak bercangkang di ambil dengan alat penyedot serta disaring dengan memakai alat penyaring dari kasa kawat baja tahan karat (stainless steel) dengan ukuran mata 120-150 mikron. Sistem pencucian dikerjakan dengan memakai air tawar atau air laut hingga bau chlorine hilang. Siste yang telah tak bercangkang itu tetap berbentuk siste yang telanjang belum menetas lantaran tetap diselimuti oleh selaput embrio yang tidak tebal. Oleh karenanya tetap mesti dikerjakan penetasan dengan menggunakan-air-laut-yang-bersalinitas-5-35-permil.

Sistem penetasan cyst artemia dengan metoda dekapsulasi setelah itu yaitu melarutkan siste itu dengan larutan garam bersalinitas pada 5 permil s/d 35 permil. Saat yang diperlukan hingga siste itu menetas jadi nauplius diperlukan saat seputar 24 – 48 jam.

Sistem penetasan cyst/siste artemia dengan metoda tiada dekapsulasi dikerjakan lewat cara siste yang bakal ditetaskan ditimbang sesuai sama dengan dosis yang dipakai umpamanya 5 gram siste per liter air media penetasan. Lalu wadah serta media penetasan disediakan sesuai sama kriteria tehnis yang sudah ditetapkan, siste artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang di beri aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter hawa/menit, suhu dipertahankan 25 – 30 oC serta pH seputar 8 – 9. Media penetasan di beri cahaya yang datang dari lampu TL dengan intensitas sinar minimum 1. 000 lux. Intensitas sinar itu bisa didapat dari lampu TL/neon 60 watt sejumlah dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan yaitu 20 cm. Penetasan cyst artemia bakal berlangsung-selama-24-48-jam-kemudian.

Pakan alami artemia yang sudah ditetaskankan di media penetasan mempunyai tujuan untuk diberikan pada larva/benih yang dipelihara. Keperluan larva/benih ikan bakal pakan alami Artemia sepanjang pemeliharaan yaitu tiap-tiap hari. Oleh karenanya saat pemanenan pakan alami itu benar-benar tergantung pada keperluan larva/benih bakal pakan alami Artemia. Pemanenan pakan alami Artemia ini bisa dikerjakan tiap-tiap hari atau satu minggu sekali atau dua minggu sekali. Hal itu tergantung pada keperluan satu usaha pada tersedianya pakan alami Artemia.

Pemanenan pakan alami Artemia yang dikerjakan tiap-tiap hari umumnya jumlah yang dipanen yaitu kurang dari 20%. Pemanenan Artemia bisa pula dikerjakan satu minggu sekali atau dua minggu sekali benar-benar tergantung pada ukuran Artemia yang bakal diberikan pada larva/benih ikan. Cyst artemia yang baru menetas memiliki ukuran pada 200-350 mikrometer (0, 2-0, 35 mm) serta dimaksud nauplius.

Duapuluh empat jam sesudah menetas nauplius artemia ini bakal mulai berkembang organ pencernaannya, oleh karenanya pada saat itu artemia telah mulai makan karenanya ada makanan di dalam media penetasan artemia bakal tumbuh serta berkembang.

Artemia jadi dewasa pada usia empatbelas hari serta bakal beranak tiap-tiap empat hingga lima hari sekali. Jadi saat panen artemia benar-benar ditetapkan oleh ukuran besar mulut larva yang bakal konsumsinya dengan ukuran artemia yang bakal ditetaskan.

Bila di dalam media penetasan tak ada sumber makanan untuk artemia maka artemia tak lagi tumbuh serta berkembang tetapi bakal mati dengan cara perlahan lantaran kekurangan daya. Pada sebagian usaha pembenihan umumnya cuma dikerjakan penetasan cyst artemia tiada lakukan pemeliharaan terhadap-cyst-yang-telah-ditetaskan.

Sesudah cyst artemia menetas 24-48 jam sesudah ditetaskan maka bakal dikerjakan pemanenan cyst artemia lewat cara seperti berikut :

  • Bebaskan aerasi yang ada di dalam wadah penetasan.
    Kerjakan penutupan wadah penetasan di bagian atas dengan memakai plastik hitam supaya artemia yang menetas bakal berkumpul di bagian bawah wadah penetasan. Artemia memiliki karakter fototaksis positif yang bakal bergerak menuju sumber sinar.
  • Diamkan sebagian lama (lebih kurang 15-30 menit) hingga semua cyst yang sudah menetas berkumpul didasar wadah.
  • Kerjakan penyedotan dengan selang untuk mengambil artemia yang sudah menetas serta ditampung dengan kain saringan yang ditempatkan di dalam wadah penampungan.
  • Bersihkan artemia yang sudah dipanen dengan memakai air tawar yang bersih serta siap untuk diberikan pada larva/benih ikan konsumsi/ikan hias.

Sumber : Akuarium Hias