Fly Fishing: Tenkara

Apa itu Tenkara?
Tenkara adalah metode fly-fishing tradisional ala Jepang dengan hanya menggunakan joran, kenur (line) dan umpan fly.Tenkara termasuk kategori fly-fishing yang khususnya cocok untuk memancing di sungai kecil dan untuk backpacking. Metode memancing di sungai kecil ini sangat efektif, sederhana dan menyenangkan.

Perbedaan utama antara tenkara dengan western style fly fishing adalah tidak adanya reel dan menggunakan rod yang sangat panjang. Tenkara juga berbeda dengan ayu-fishing, metode memancing ala jepang lainnya yang juga menggunakan alat yang hampir sama dengan tenkara, walaupun ayu-fishing sama-sama menggunakan flies tetapi tidak bisa diklasifikasi sebagai fly fishing karena ayu-fishing tidak melakukan casting tapi dengan cara ‘dapping’ alias mencemplungkan saja flies nya mirip dengan tegek.

Limitasi dari tekhnik tenkara adalah jarak lempar, walaupun sama-sama casting seperti western style fly fishing, karena tidak menggunakan reel maka jarak yang bisa dicapai sangat terbatas. Ini berhubungan dengan asal muasal tenkara yang memang diciptakan khusus untuk small stream fishing di pegunungan.

Konsep dasar
Tenkara terutama digunakan untuk memancing di sungai kecil. Khususnya efektif untuk memancing kantung-kantung air (pocket water) dan aliran arus yang lebih cepat. Beberapa keunggulan metode ini adalah : kemudahannya, penyuguhan yang halus dengan kenur ringan, kemampuan untuk menjaga kenur di atas air dan umpan fly di tempatnya di sisi seberang arus, casting yang tepat, dan pengendalian umpan fly yang lebih baik.

Hanya joran, kenur dan umpan fly yang digunakan. Kenur dicantolkan langsung pada uung joran menggunakan girth hitch, dan tippet disambungkan pada ujung kenur (line) tenkara (total panjang kenur akan menjadi sekitar 1-2 ft lebih panjang dari joran). Seperti fly-fishing di barat, kenur mendorong ke depan fly yang tidak memiliki berat , dan diperlukan teknik fly-casting (hanya sedikit lebih lambat, dan dengan hentakan casting yang lebih pendek). Mendaratkan ikan terasa wajar dan sama seperti dengan jenis memancing lainnya yang menggunakan joran: pemancing mengangkat tinggi joran, dan menjangkau ikannya.

Tenkara sangat mudah dilakukan oleh setiap orang, tetapi seseorang mungkin mengejar kesempurnaan dan menjadikannya suatu pengalaman pembelajaran seumur hidup dengan berfokus pada teknik dan memancing, bukan pada peralatan gear. Mereka yang mencari pengalaman memancing yang lebih pribadi dengan tingkat keefektifan yang tinggi akan mendapati teknik memancing ini sangat memuaskan.

Peralatan
Awalnya dilakukan dengan tongkat bamboo, tenkara berevolusi dan tenkara modern kini menggunakan teknologi mutakhir untuk memproduksi joran-joran yang amat ringan dan kuat. Jorannya terbuat dari fiber karbon berkwalitas tinggi (high-grade carbon-fiber), dan berteleskopik, sehingga membuat joran tenkara sangat portable tetapi tetap memberikan keaslian fly-fishing. Dengan rentangan penuh (ukuran normal 12 ft) dan portabilitasnya (tertutup pendek 20 inci, dengan semua bagiannya masuk memenuhi pegangan), joran tenkara ideal untuk mengail di sungai kecil sambil ber-backpacking. Secara tradisional, kenur tenkara digulung, dan seperti dalam fly-fishing di negara-negara barat, diperlukan untuk me-casting umpan fly ke depan.

Teknik
Dengan tidak menggunakan reel, tenkara merupakan gaya memancing fly-fishing yang paling sederhana, di mana setiap bagian telah berevolusi menjadi yang paling efektif dalam penggunaannya. Bagian-bagian antara Anda dan sang ikan, bersama dengan joran yang sensitive, akan mengantarkan getaran-getaran yang terkecil sekalipun langsung ke tangan Anda.

Tenkara sangat cocok untuk:
• Memancing dengan umpan fly kering (dry fly) – bebas dari seretan (drag-free) karena kenur yang lentur dan hanya sedikit terendam air
• Mengayun-ayunkan (dapping) umplan fly di atas genangan air atau menahan umpan di permukaan pusaran arus (eddy)
• Memancing dengan teknik Czech-nymphing dan high-sticking
• Memainkan soft-hackle dengan umpan basah, dan
• Memanipulasi reverse hackle fly tradisional.

Metode memancing dengan panjang kenur yang tetap seperti tenkara memberikan banyak kendali atas kenur dan umpan fly.
Casting memerlukan hentakan (stroke) yang lebih lambat dan lebih pendek guna membalikkan tippet sepenuhnya. Walaupun sederhana dan mudah untuk dilakukan, banyak ragam kumpulan casting dapat diperoleh dan bisa menjadi berguna pada situasi memancing yang berbeda-beda. Sebagai contoh, snap-casting berguna apabila ingin merubah arah umpan fly tanpa false-casting, sedangkan under-hand casting baik untuk menempatkan di bawah pohon.

Mendaratkan ikan sama dengan jenis memancing lainnya, di mana pemancing hanya perlu mengangkat joran dan menangkap ikannya. Bertarung melawan ikan bisa jadi suatu pengalaman yang baru: menangkap ikan kecil tiba-tiba menjadi sangat menyenangkan sementara melawan ikan yang lebih besar akan memerlukan tingkat ketrampilan yang baru. Dengan ikan yang lebih besar (> 14 inci) pemancing akan perlu memainkan irama mengikuti ikan yang terpancing, menggerakkan joran, dengan kesabaran dan kesadaran penuh.

Sejarah
Tenkara punya sejarah yang panjang. Fly-fishing di Jepang diduga telah dipraktekkan sejak abad ke-8 atau ke-9 Sebelum Masehi. Referensi pertama mengenai tenkara fly-fishing adalah di tahun 1878 dalam sebuah buku “Diary of climbing Mt. Tateyama” (“Diari Pendakian Gunung Tateyama”).

Anda mungkin memperhatikan bahwa symbol dalam logo kami adalah karakter pertama dari tenkara: “Te”. Arti yang paling banyak diterima adalah “dari surga” atau “dari langit”. Walaupun demikian, arti asalnya, dan asal-usulnya tidak diketahui secara pasti. Diperkirakan kata tersebut terbentuk karena cara sebuah umpan fly mendarat secara halus di atas permukaan air, dan andaikan Anda melihatnya dari perspektifnya ikan, umpan tersebut keliatan turun perlahan “dari langit”. Meskipun demikian, ada teori-teori lain mengenai nama tenkara. Ada yang mengatakan kata ini keluar dari metoda memancing yang lain yaitu Ayu, yang diistilahkan “tegara”. Orang lain yang pernah mempelajari kata ini mengatakan akarnya terdapat dalam karakter bahasa Jepang untuk “dari India”. Sistem penulisan bahasa Jepang mengijinkan beberapa kemungkinan interpretasi berdasarkan penyuaraan untuk tenkara.

Pada periode-periode yang berbeda dalam sejarah, tenkara berevolusi di tangan grup-grup pemancing yang berbeda-beda. Tenkara pernah menjadi aktifitas petani dan pemilik tempat persinggahan, yang menggunakan tenkara untuk mendapatkan santapan ikan dari sungai-sungai berarus cepat di pengunungan Jepang, dan menjadi popular dengan nelayan-nelayan professional di desa-desa di pengunungan Jepang. Nelayan professional melihat betapa efisiennya menggunakan tenkara untuk “memanen” Yamame yang begitu banyak terdapat di sungai-sungai pengunungan di Jepang. Umpan fly yang sederhana membutuhkan beberapa detik untuk diikat, dan bisa mengail beberapa ikan sekali jalan. Sekarang ini, merupakan rahasia umum di Jepang bahwa pemancing-pemancing tenkara biasanya mengalahkan pemancing fly di barat 5 banding 1.

Tidak banyak dokumentasi tentang fly-fishing di Jepang. Beberapa orang percaya ini karena tenkara digunakan terutama untuk mendapatkan makanan, bukan sebagai sebuah sport. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa gaya memancing yang sama sampai sekarang masih dipraktekkan di beberapa belahan dunia, seperti di Spanyol Utara, Itali, Slovenia, Rusia, dan lainnya. Dan, tidak terlalu lama sebelum ini, sebelum gelondongan kenur (reel) tersebar luas, fly-fishing dengan kenur fixed dipraktekkan di Inggris dan bahkan di Amerika.