• -6.153636, 106.792756

Mancing Marlin

Mancing Marlin

Mancing Marlin

Marlin dikenal dengan perlawanannya yang kuat, geraknya yang lincah, dan larinya yang cepat, itu sebabnya marlin menjadi incaran banyak pemancing, dan merupakan ikon mancing laut. Banyak pemancing yang sangat ingin menaklukan ikan ini. Para pemancing laut berpengalaman mengatakan bahwa marlin itu hebat perlawanannya. Jenis ikan ini juga cantik sekali. Kalau terpancing, dia melompat ke atas permukaan. Pemancing berhadapan langsung dengannya. Ini sebuah pesona menggiurkan. Ada waktu untuk tarik ulur. Di sinilah pemancing bekerja dan berpikir keras bagaimana memenangkan pertarungan.

Jenis-jenis Marlin
Ada beberapa jenis ikan marlin yang bisa diketahui, yakni antara lain : swordfish atau ikan todak (Xiphias galduys Linnaeus), black marlin atau marlin hitam (Makaira indica), blue marlin atau marlin biru (Makaira nigircan), white marlin atau marlin putih (Tetrapturus albidus).

1. Black Marlin atau Marlin Hitam (Makaira indica)
Ikan ini banyak terdapat di Samudra Hindia dan menjadi buruan dalam kegiatan hobi olahraga memancing di Pelabuhan Ratu. Selain di situ juga terdapat di Samudra Pasifik. Berada pada air dengan suhu 21-30 derajat Celcius dan jarang dijumpai di perairan dingin. Ikan ini dapat dengan cepat diidentifikasi karena ini satu-satunya marlin yang memiliki sirip punggung yang kaku.

Sirip ini tidak bisa dilipat ke badannya. Garis punggungnya jarang sekali tampak jelas pada ikan dewasa. Punggungnya berwarna biru tua yang langsung berubah warna menjadi putih pada garis punggung. Jika sedang melompat atau sedang makan maka akan terlihat garis biru yang samar di sisinya. Makanannya terdiri dari sotong, makarel, bonito, ikan terbang.

Marlin hitam memiliki tenaga, ukuran dan ketangguhan yang menjadi tantangan pemancing. Ikan ini dikenal dengan kecepatan renangnya dan diikuti gerak menyelam yang dalam. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya mencapai 700 kilogram, sekitar lima kali berat marlin umumnya, di Cabo Blanco, Peru pada 4 Agustus 1953.

2. Blue Marlin atau Marlin Biru (Makaira nigircan)
Ikan marlin biru terbesar yang pernah ditangkap beratnya 637 kilogram di Vitoria, Brazil 29 Februari 1992. Ikan ini hidup pada perairan hangat. Ikan ini tidak seperti marlin hitam dijumpai juga di Samudra Atlantik berada pada kawasan tropik dari samudra itu. Ciri ikan ini adalah sirip pektoralnya tidak pernah kaku, bahkan ketika telah mati masih bisa dilipat ke dalam tubuhnya.

Sirip dorsalnya tinggi dan tajam, tingginya lebih dari lebarnya tubuh ikan. Sirip ekornya besar dan berujung tajam. Ikan jenis ini termasuk petarung agresif yang kerap kali melompat ke udara, seakan-akan tidak kenal lelah. Mereka berenang dengan cepat dan kuat. Perlawanannya lebih kuat daripada ikan kuwe.

3. White Marlin atau Marlin Putih (Tetrapturus albidus)
Biasanya berat maksimum ikan dewasa jantan hanya 90 kilogram. Sedangkan yang betina sebagaimana ikan-ikan jenis ini bisa tumbuh menjadi raksasa. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya hanya sekitar 82,3 kilogram yang juga didapat di Vitoria, Brasil pada 8 Desember 1979.

Ikan ini tersebar di Samudra Atlantik, Teluk Meksiko dan Laut Karibia serta juga di Laut Tengah di Eropa. Ikan ini bisa bermigrasi ke perairan tropis. Dan kerap berada dekat dengan pantai. Ciri yang paling menonjol adalah sirip dorsal, pektoral dan ekornya berbentuk bulat bukan tajam. Sirip pektoralnya dapat dibengkokkan hingga rapat dengan tubuhnya. Garis sisinya sangat jelas. Warna ikan ini lebih mendekati warna hijau dibandingkan marlin lainnya.

4. Ikan Marlin Swordfish atau Ikan Todak (Xiphias galduys Linnaeus)
Berat maksimum ikan ini mencapai 682 kilogram, dan yang terberat ditangkap di Iquique, Cili seberat 537 kilogram. Cucutnya paling panjang, lurus dan lebar. Hidup pada suhu 13 hingga 22 derajat Celcius. Ikan ini ditemukan di hampir semua perairan di permukaan bumi. Ciri paling mudah adalah sungut tajam yang menyerupai pedang. Pedang ini digunakan untuk bertahan atau membunuh, menyerang mangsanya. Makannya seperti marlin lainnya berupa sotong, lumba-lumba, dan makarel.

Punggungnya bisa berwarna coklat tua, perunggu, ungu metalik, biru keabu-abuan atau hitam sama sekali. Sisinya bisa gelap, dan bagian bawahnya putih. Ikan ini mudah takut oleh kedatangan kapal dan tingkahnya tidak menentu walau jarang sekali mereka menyerang kapal. Sungutnya kerap digunakan untuk memotong tali pancing.

Jenis Ikan Marlin Yang Disukai Pemancing 
Jenis ikan marlin yang juga menjadi taget sasaran memancing adalah jenis ikan marlin putih yang memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis yang lain. Ikan marlin putih merupakan ikan yang terkenal gigih dalam pemancingan, bahakan biasanya pada saat tertangkap ikan ini bahkan sampai melompat tinggi ke permukaan air. Memancing ikan marlin putih biasanya lebih sulit.

Perkembangan Populasi Ikan Marlin
Kini populasi marlin jauh berkurang. Jumlah ini tergantung pada si pemancing. Jika dia baru pertama kali dapat marlin, dia ingin berfoto dengan hasil tangkapannya. Untuk ini tentunya tidak akan dilepas karena harus dibawa ke pelabuhan. Sebetulnya yang paling membuat populasinya turun drastis adalah commercial fishing, atau tertangkap jala. Ikan marlin memang enak. Dia merupakan perpaduan antara daging tuna dan tenggiri. Konon, steaknya terkenal sekali.

Ikan Blue Marlin merupakan ikan yang terdapat di perairan tropis dan berada hampir disetiap benua yang ada di dunia. Dengan suhu yang cukup hangat pertumbuhan plankton yang melimpah, ikan seperti tuna dan cakalang akan dapat berkembangbiak dengan baik dan akan menjadikan perairan tersebut kaya dengan ikan.

Ikan marlin yang merupakan predator tentu saja akan menyenangi lokasi perairan tersebut . ikan ini mendiami perairan samudra Atlantik, dan Indo Pasifik serta perairan hangat lain, dan kadang–kadang bermigrasi ke Utara untuk mencari makanan di pertemuan suhu panas dan dingin di Antartika yang kaya dengan ikan-ikan kecil sebagai makanannya.

Meski ikan marlin belum dikategorikan sebagai ikan yang hampir punah, namun pemancingan ikan ini sekarang sudah diatur dengan ketentuan ketat terutama dari terhadap negara-negara yang memburu ikan ini sebagai ikan yang dikomersilkan. Peraturan ketat ini memberi ijin kepada pemancing untuk menangkap ikan marlin hanya dengan ukuran tertentu dan setiap orang yang akan memancing di negara tersebut diwajibkan mengurus surat ijin memancing yang dikeluarkan oleh suatu negara.

Cara Mancing Ikan Marlin
Trolling merupakan cara memancing yang paling disenangi oleh pemancing di laut mengingat ikan yang ditangkap biasanya merupakan ikan-ikan yang besar contohnya adalah ikan marlin. Ikan marlin yang terkenal untuk dipancing adalah ikan marlin biru. Ikan ini dapat mencapai ukuran lebih dari 400 lbs sehingga sangat menantang para pemancing untuk menangkapnya.

Kerjasama yang baik dengan nakhoda kapal atau kapten kapal harus dilakukan. Kapten kapal musti cekatan untuk membantu agar tali senar tidak putus. Caranya bisa memundurkan kapal agar posisi tali kendur dan ada kesempatan menggulung. Memancing ikan Marlin dapat menggunakan umpan buatan maupun umpan alami berupa ikan tuna kecil atau mackarel. Umpan ini dipasang dengan mata pancing yang berukuran yang cukup besar sesuai dengan besarnya umpan anda.

Ikan marlin biasanya sangat menyukai umpan permukaan. Karena memang di alam liar ikan ini memangsa ikan-ikan yang berada di dekat permukaan seperti ikan cakalang dan ikan tuna. Ikan marlin yang merupakan predator murni senang sekali menyantap ikan-ikan tersebut sambil mengejarnya. Perilaku ikan ini dapat kita ketahui saat ia tertangkap oleh mata kail kita. Ikan ini akan melompat lompat ke permukaa air bahkan sampai lebih dari 2 M diatas permukaan air.

Karena ikan marlin menyukai umpan permukaan, nah, di sinilah mengapa teknik trolling sangat perlu. Karena memang di alam liar ikan ini memangsa ikan-ikan yang berada di dekat permukaan seperti ikan cakalang dan ikan tuna. Ikan marlin yang merupakan predator murni senang sekali menyantap ikan-ikan tersebut sambil mengejarnya. Perilaku ikan ini dapat kita ketahui saat ia tertangkap oleh mata kail kita. Ikan ini akan melompat lompat ke permukaa air bahkan sampai lebih dari 2 M di atas permukaan air.

Memancing  ikan Marlin dapat menggunakan umpan buatan maupun umpan alami berupa ikan tuna kecil atau mackarel. Umpan ini dipasang dengan mata pancing yang berukuran yang cukup besar sesuai dengan besarnya umpan anda. Untuk sistem trolling sebaiknya anda menggunakan kapal dengan kecepatan kira-kira 8-9 knot untuk menarik perhatian ikan ini. Dengan kecepatan ini, umpan yang berjajar akan tampak seperti kawanan ikan kecil yang sedang berenang di permukaan air. Umpan  buatan yang baik adalah yang memiliki warna cukup terang atau menggunakan umpan yang berwarna perak dan terang seperti jenis-jenis ikan yang menjadi makanan alami ikan ini seperti ikan Tuna, ikan mackarel dan jenis ikan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>